<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPATK Buka-bukaan soal Rekening Nganggur Disita Negara</title><description>PPATK kata dia tidak ingin rekening yang tidak aktif selama kurun waktu tersebut dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Seperti digunakan untuk bermain judi online (Judol).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/31/337/3159503/ppatk-buka-bukaan-soal-rekening-nganggur-disita-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/07/31/337/3159503/ppatk-buka-bukaan-soal-rekening-nganggur-disita-negara"/><item><title>PPATK Buka-bukaan soal Rekening Nganggur Disita Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/07/31/337/3159503/ppatk-buka-bukaan-soal-rekening-nganggur-disita-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/07/31/337/3159503/ppatk-buka-bukaan-soal-rekening-nganggur-disita-negara</guid><pubDate>Kamis 31 Juli 2025 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/31/337/3159503/viral-Sqd1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PPATK Buka-bukaan soal Rekening Nganggur Disita Negara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/31/337/3159503/viral-Sqd1_large.jpg</image><title>PPATK Buka-bukaan soal Rekening Nganggur Disita Negara</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana membantah jika Negara telah merampas hak rakyat dengan cara memblokir rekening yang tidak digunakan untuk bertransaksi selama 3-12 bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya (rekening nganggur) nggak mungkin dirampas, itu justru sedang dijaga, diperhatikan dan dilindungi dari potensi tindak pidana,&amp;quot; kata Ivan kepada Okezone, Kamis (31/7/2025).&#13;
&#13;
PPATK kata dia tidak ingin rekening yang tidak aktif selama kurun waktu tersebut dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Seperti digunakan untuk bermain judi online (Judol).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini salah satu bentuknya dengan menjaga rekening saudara-saudara kita agar tidak disalahgunakan para pelaku pidana. Hak dan kepentingan nasabah dilindungi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ivan menambahkan, langkah tersebut sebagai bentuk kehadiran Negara dalam menjaga hak warga, dalam kaitan ini pemilik rekening.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun kata dia,&amp;nbsp;jika masyarakat ingin mengaktifkan kembali, mereka hanya perlu menghubungi bank atau PPATK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rekening dan uang 100 persen aman dan tidak berkurang,&amp;quot; tutup Ivan Yustiavandana.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana membantah jika Negara telah merampas hak rakyat dengan cara memblokir rekening yang tidak digunakan untuk bertransaksi selama 3-12 bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya (rekening nganggur) nggak mungkin dirampas, itu justru sedang dijaga, diperhatikan dan dilindungi dari potensi tindak pidana,&amp;quot; kata Ivan kepada Okezone, Kamis (31/7/2025).&#13;
&#13;
PPATK kata dia tidak ingin rekening yang tidak aktif selama kurun waktu tersebut dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Seperti digunakan untuk bermain judi online (Judol).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini salah satu bentuknya dengan menjaga rekening saudara-saudara kita agar tidak disalahgunakan para pelaku pidana. Hak dan kepentingan nasabah dilindungi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ivan menambahkan, langkah tersebut sebagai bentuk kehadiran Negara dalam menjaga hak warga, dalam kaitan ini pemilik rekening.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun kata dia,&amp;nbsp;jika masyarakat ingin mengaktifkan kembali, mereka hanya perlu menghubungi bank atau PPATK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rekening dan uang 100 persen aman dan tidak berkurang,&amp;quot; tutup Ivan Yustiavandana.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
