<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menbud Tinjau Kompleks Makam Ranggawarsita dan Sunan Tembayat, Dorong Pelestarian&amp;nbsp;Situs Sejarah Spiritual</title><description>Menbud Fadli Zon lakukan kunjungan ke dua situs bersejarah, yakni Kompleks Makam Ranggawarsita dan Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/01/1/3159595/menbud-tinjau-kompleks-makam-ranggawarsita-dan-sunan-tembayat-dorong-pelestarian-nbsp-situs-sejarah-spiritual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/01/1/3159595/menbud-tinjau-kompleks-makam-ranggawarsita-dan-sunan-tembayat-dorong-pelestarian-nbsp-situs-sejarah-spiritual"/><item><title>Menbud Tinjau Kompleks Makam Ranggawarsita dan Sunan Tembayat, Dorong Pelestarian&amp;nbsp;Situs Sejarah Spiritual</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/01/1/3159595/menbud-tinjau-kompleks-makam-ranggawarsita-dan-sunan-tembayat-dorong-pelestarian-nbsp-situs-sejarah-spiritual</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/01/1/3159595/menbud-tinjau-kompleks-makam-ranggawarsita-dan-sunan-tembayat-dorong-pelestarian-nbsp-situs-sejarah-spiritual</guid><pubDate>Jum'at 01 Agustus 2025 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Anindita Trinoviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/01/1/3159595/menbud_fadli_kunjungi_dua_situs_sejarah_spiritual-QH8P_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menbud Fadli Zon lakukan kunjungan ke dua situs bersejarah, yakni Kompleks Makam Ranggawarsita dan Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran. (Foto: dok Kemenbud)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/01/1/3159595/menbud_fadli_kunjungi_dua_situs_sejarah_spiritual-QH8P_large.jpg</image><title>Menbud Fadli Zon lakukan kunjungan ke dua situs bersejarah, yakni Kompleks Makam Ranggawarsita dan Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran. (Foto: dok Kemenbud)</title></images><description>KLATEN &amp;mdash; Menteri Kebudayaan RI&amp;nbsp;Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke dua situs bersejarah di Jawa Tengah, yakni Kompleks Makam Ranggawarsita dan Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran di Klaten.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan tersebut, ia mendorong adanya upaya pelestarian warisan budaya, khususnya situs-situs sejarah spiritual yang memiliki nilai penting dalam perjalanan kebudayaan khususnya di pulau Jawa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menbud Fadli menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur situs. Hal ini disampaikan setelah meninjau bangunan makam utama Ranggawarsita.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Atap rumah makam perlu segera diperbaiki karena berisiko menyebabkan kerusakan struktural,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Rumah makam Ranggawarsita berbentuk bangunan joglo berukuran 6,5 x 17 m terletak di tengah pemukiman penduduk di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten.&amp;nbsp;Kompleks makam ini menjadi lokasi ziarah spiritual yang ramai dikunjungi masyarakat dari luar daerah.&#13;
&#13;
Ranggawarsita atau Raden Ngabehi Ranggawarsita dikenal sebagai seorang pujangga besar dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang lahir pada 1802 dan wafat pada&amp;nbsp;1873. Berbagai karya kesusastraan Jawa telah ia ciptakan, di antaranya&amp;nbsp;Serat Hidayat Jati, Serat Ajidarma Tuwin, Serat Ajinirmala, Serat Suluk Sukmalelana, Serat Jaka Lodhang, Serat Jayengbaya, Serat Pawarsakan, Serat Kalatidha, dan Serat Witaradya.&#13;
&#13;
Dalam rangkaian kunjungan kerja, Menbud Fadli juga meninjau Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran atau yang juga dikenal sebagai Sunan Tembayat, seorang tokoh spiritual dan wali pada abad ke-15 yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di tanah Jawa. Ia juga diketahui sebagai Bupati Semarang yang pertama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Situs yang terletak di Desa Paseban, Bayat, Kabupaten Klaten ini diketahui telah berdiri sejak sekitar tahun 1500-an dan masih ramai dikunjungi masyarakat untuk berziarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kompleks ini adalah bagian dari sejarah panjang spiritualitas Jawa. Penting untuk dirawat tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara kultural melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan masyarakat setempat,&amp;rdquo; kata Menbud Fadli Zon.&#13;
&#13;
Hadir mendampingi Menbud Fadli pada kunjungannya antara lain Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Kepala Taman Budaya Provinsi Jawa Tengah, Suratno; Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunanto; Kepala Museum Ranggawarsita, Sugiharto; Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Pariwisata Kabupaten Klaten, Tri Indarti; dan Lurah Palar, Soni Efandi.&#13;
&#13;
Menteri Fadli juga menyampaikan&amp;nbsp;apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, dan pihak desa yang selama ini aktif merawat dan menghidupkan situs melalui berbagai kegiatan kebudayaan.&#13;
&#13;
Ia juga mengungkapkan&amp;nbsp;harapan agar sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan Kementerian Kebudayaan dapat terus diperkuat dalam menjaga warisan budaya.&#13;
</description><content:encoded>KLATEN &amp;mdash; Menteri Kebudayaan RI&amp;nbsp;Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke dua situs bersejarah di Jawa Tengah, yakni Kompleks Makam Ranggawarsita dan Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran di Klaten.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan tersebut, ia mendorong adanya upaya pelestarian warisan budaya, khususnya situs-situs sejarah spiritual yang memiliki nilai penting dalam perjalanan kebudayaan khususnya di pulau Jawa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menbud Fadli menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur situs. Hal ini disampaikan setelah meninjau bangunan makam utama Ranggawarsita.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Atap rumah makam perlu segera diperbaiki karena berisiko menyebabkan kerusakan struktural,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Rumah makam Ranggawarsita berbentuk bangunan joglo berukuran 6,5 x 17 m terletak di tengah pemukiman penduduk di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten.&amp;nbsp;Kompleks makam ini menjadi lokasi ziarah spiritual yang ramai dikunjungi masyarakat dari luar daerah.&#13;
&#13;
Ranggawarsita atau Raden Ngabehi Ranggawarsita dikenal sebagai seorang pujangga besar dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang lahir pada 1802 dan wafat pada&amp;nbsp;1873. Berbagai karya kesusastraan Jawa telah ia ciptakan, di antaranya&amp;nbsp;Serat Hidayat Jati, Serat Ajidarma Tuwin, Serat Ajinirmala, Serat Suluk Sukmalelana, Serat Jaka Lodhang, Serat Jayengbaya, Serat Pawarsakan, Serat Kalatidha, dan Serat Witaradya.&#13;
&#13;
Dalam rangkaian kunjungan kerja, Menbud Fadli juga meninjau Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran atau yang juga dikenal sebagai Sunan Tembayat, seorang tokoh spiritual dan wali pada abad ke-15 yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di tanah Jawa. Ia juga diketahui sebagai Bupati Semarang yang pertama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Situs yang terletak di Desa Paseban, Bayat, Kabupaten Klaten ini diketahui telah berdiri sejak sekitar tahun 1500-an dan masih ramai dikunjungi masyarakat untuk berziarah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kompleks ini adalah bagian dari sejarah panjang spiritualitas Jawa. Penting untuk dirawat tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara kultural melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan masyarakat setempat,&amp;rdquo; kata Menbud Fadli Zon.&#13;
&#13;
Hadir mendampingi Menbud Fadli pada kunjungannya antara lain Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Kepala Taman Budaya Provinsi Jawa Tengah, Suratno; Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunanto; Kepala Museum Ranggawarsita, Sugiharto; Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Pariwisata Kabupaten Klaten, Tri Indarti; dan Lurah Palar, Soni Efandi.&#13;
&#13;
Menteri Fadli juga menyampaikan&amp;nbsp;apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, dan pihak desa yang selama ini aktif merawat dan menghidupkan situs melalui berbagai kegiatan kebudayaan.&#13;
&#13;
Ia juga mengungkapkan&amp;nbsp;harapan agar sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan Kementerian Kebudayaan dapat terus diperkuat dalam menjaga warisan budaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
