<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Lava Mengalir hingga 4,3 Km dan Berstatus Awas!</title><description>Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memuntahkan asap kawah bertekanan lemah hingga sedang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/02/340/3159899/lewotobi-laki-laki-erupsi-lava-mengalir-hingga-4-3-km-dan-berstatus-awas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/02/340/3159899/lewotobi-laki-laki-erupsi-lava-mengalir-hingga-4-3-km-dan-berstatus-awas"/><item><title>Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Lava Mengalir hingga 4,3 Km dan Berstatus Awas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/02/340/3159899/lewotobi-laki-laki-erupsi-lava-mengalir-hingga-4-3-km-dan-berstatus-awas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/02/340/3159899/lewotobi-laki-laki-erupsi-lava-mengalir-hingga-4-3-km-dan-berstatus-awas</guid><pubDate>Sabtu 02 Agustus 2025 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Apolinaris Lake</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/02/340/3159899/visual_gunung_api_lewotobi_laki_laki-zJIy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Visual Gunung Api Lewotobi Laki-Laki pada pagi tadi (foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/02/340/3159899/visual_gunung_api_lewotobi_laki_laki-zJIy_large.jpg</image><title>Visual Gunung Api Lewotobi Laki-Laki pada pagi tadi (foto: PVMBG)</title></images><description>FLORES TIMUR - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memuntahkan asap kawah bertekanan lemah hingga sedang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Asap berwarna putih dengan intensitas tebal terpantau membumbung hingga ketinggian 700&amp;ndash;1000 meter di atas puncak kawah pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 06.00&amp;ndash;12.00 WITA. Saat itu, visual gunung terlihat dalam kondisi berkabut tingkat 0&amp;ndash;II.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, Herman Yosef S. Mboro, melaporkan adanya endapan lava ke arah timur laut sejauh sekitar 4340 meter dari pusat erupsi. Sementara itu, endapan lava ke arah barat&amp;ndash;barat laut mencapai sekitar 3800 meter dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cuaca saat itu terpantau cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 29&amp;ndash;30&amp;deg;C.&#13;
&#13;
Aktivitas Kegempaan yang Tercatat:&#13;
&#13;
- Guguran&#13;
&#13;
Jumlah: 1 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 14,8 mm&#13;
&#13;
Durasi: 67 detik&#13;
&#13;
- Hembusan&#13;
&#13;
Jumlah: 4 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4&amp;ndash;14,8 mm&#13;
&#13;
Durasi: 30&amp;ndash;38 detik&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
- Tremor Non-Harmonik&#13;
&#13;
Jumlah: 1 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4 mm&#13;
&#13;
Durasi: 146 detik&#13;
&#13;
- Gempa Frekuensi Rendah (Low Frequency)&#13;
&#13;
Jumlah: 3 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4&amp;ndash;11 mm&#13;
&#13;
Durasi: 21&amp;ndash;26 detik&#13;
&#13;
- Vulkanik Dalam (Deep Volcanic)&#13;
&#13;
Jumlah: 6 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4&amp;ndash;47,3 mm&#13;
&#13;
S&amp;ndash;P: 0,8&amp;ndash;1,2 detik&#13;
&#13;
Durasi: 9&amp;ndash;15 detik&#13;
&#13;
- Tremor Menerus (Microtremor)&#13;
&#13;
Terekam dengan amplitudo 2,9&amp;ndash;7,4 mm (dominan 4,4 mm)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung, dan status Gunung Lewotobi Laki-Laki tetap berada di Level IV (Awas).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Imbauan kepada Masyarakat&#13;
&#13;
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 km, serta 7 km ke arah sektoral barat daya&amp;ndash;timur laut dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
PVMBG juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah (Pemda), dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung, seperti di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote,&amp;rdquo; ujar Herman Yosef S. Mboro.&#13;
&#13;
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat partikel abu.&#13;
&#13;
Pemda setempat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.&#13;
&#13;
PPGA juga menegaskan bahwa koordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan Satlak PB setempat akan terus dilakukan untuk menyampaikan informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki.&#13;
</description><content:encoded>FLORES TIMUR - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memuntahkan asap kawah bertekanan lemah hingga sedang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Asap berwarna putih dengan intensitas tebal terpantau membumbung hingga ketinggian 700&amp;ndash;1000 meter di atas puncak kawah pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 06.00&amp;ndash;12.00 WITA. Saat itu, visual gunung terlihat dalam kondisi berkabut tingkat 0&amp;ndash;II.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, Herman Yosef S. Mboro, melaporkan adanya endapan lava ke arah timur laut sejauh sekitar 4340 meter dari pusat erupsi. Sementara itu, endapan lava ke arah barat&amp;ndash;barat laut mencapai sekitar 3800 meter dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cuaca saat itu terpantau cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 29&amp;ndash;30&amp;deg;C.&#13;
&#13;
Aktivitas Kegempaan yang Tercatat:&#13;
&#13;
- Guguran&#13;
&#13;
Jumlah: 1 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 14,8 mm&#13;
&#13;
Durasi: 67 detik&#13;
&#13;
- Hembusan&#13;
&#13;
Jumlah: 4 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4&amp;ndash;14,8 mm&#13;
&#13;
Durasi: 30&amp;ndash;38 detik&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
- Tremor Non-Harmonik&#13;
&#13;
Jumlah: 1 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4 mm&#13;
&#13;
Durasi: 146 detik&#13;
&#13;
- Gempa Frekuensi Rendah (Low Frequency)&#13;
&#13;
Jumlah: 3 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4&amp;ndash;11 mm&#13;
&#13;
Durasi: 21&amp;ndash;26 detik&#13;
&#13;
- Vulkanik Dalam (Deep Volcanic)&#13;
&#13;
Jumlah: 6 kali&#13;
&#13;
Amplitudo: 7,4&amp;ndash;47,3 mm&#13;
&#13;
S&amp;ndash;P: 0,8&amp;ndash;1,2 detik&#13;
&#13;
Durasi: 9&amp;ndash;15 detik&#13;
&#13;
- Tremor Menerus (Microtremor)&#13;
&#13;
Terekam dengan amplitudo 2,9&amp;ndash;7,4 mm (dominan 4,4 mm)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung, dan status Gunung Lewotobi Laki-Laki tetap berada di Level IV (Awas).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Imbauan kepada Masyarakat&#13;
&#13;
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 km, serta 7 km ke arah sektoral barat daya&amp;ndash;timur laut dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
PVMBG juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah (Pemda), dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung, seperti di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote,&amp;rdquo; ujar Herman Yosef S. Mboro.&#13;
&#13;
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat partikel abu.&#13;
&#13;
Pemda setempat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.&#13;
&#13;
PPGA juga menegaskan bahwa koordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan Satlak PB setempat akan terus dilakukan untuk menyampaikan informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
