<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KM Rezki Hilang di Perairan Pesisir Selatan</title><description>Dua orang nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan antara Pulau Panyu dan Pulau Karabak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/03/340/3160190/km-rezki-hilang-di-perairan-pesisir-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/03/340/3160190/km-rezki-hilang-di-perairan-pesisir-selatan"/><item><title>KM Rezki Hilang di Perairan Pesisir Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/03/340/3160190/km-rezki-hilang-di-perairan-pesisir-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/03/340/3160190/km-rezki-hilang-di-perairan-pesisir-selatan</guid><pubDate>Minggu 03 Agustus 2025 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/03/340/3160190/basarnas-ZOEq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personel Kantor SAR Kelas A Padang tengah mencari KM Rezeki/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/03/340/3160190/basarnas-ZOEq_large.jpg</image><title>Personel Kantor SAR Kelas A Padang tengah mencari KM Rezeki/Foto: Istimewa</title></images><description>PADANG &amp;mdash; Dua orang nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan antara Pulau Panyu dan Pulau Karabak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menjelaskan informasi mengenai hilangnya kapal diterima dari BPBD Pesisir Selatan atas nama Dapi pada pukul 18.20 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dugaan sementara, kapal nelayan KM Rezki yang ditumpangi Anton Darman (44) dan Fadil (19), keduanya berasal dari Simpang Kampung Berok, Gurun Panjang, Bayang, mengalami kecelakaan laut,&amp;rdquo; katanya, Minggu (3/8/2025).&#13;
&#13;
Hendri menambahkan, berdasarkan keterangan saksi dari kapal KM Moji, pada 1 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB, KM Rezki dan KM Moji berangkat dari Pulau Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menuju Carocok. Namun, pada 2 Agustus pukul 04.30 WIB, kedua kapal berpisah di sekitaran Pulau Panyu dan Pulau Karabak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KM Moji berhasil tiba di Carocok Tarusan, sementara KM Rezki tidak pernah sampai dan hingga kini belum diketahui keberadaannya,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
Upaya pencarian telah dilakukan oleh nelayan setempat menggunakan dua kapal, menyisir perairan dari Pulau Karabak ke arah Pulau Sikakap sejauh 30 mil laut, namun hasilnya masih nihil.&#13;
&#13;
Untuk operasi SAR, Basarnas mengerahkan kapal KN Yudhistira dengan 10 personel yang bertolak dari Dermaga Bungus pukul 18.40 WIB menuju Dermaga Panasahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, tim rescue dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan juga diberangkatkan pada waktu yang sama dengan empat personel tambahan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Kendala utama yang dihadapi tim adalah gelombang laut yang diperkirakan mencapai ketinggian antara 1,5 hingga 2,5 meter, meski cuaca saat ini terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 10 knot.&#13;
&#13;
Basarnas masih terus melakukan pencarian dan koordinasi lintas instansi untuk menemukan kedua korban yang hingga kini masih dalam status hilang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>PADANG &amp;mdash; Dua orang nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan antara Pulau Panyu dan Pulau Karabak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menjelaskan informasi mengenai hilangnya kapal diterima dari BPBD Pesisir Selatan atas nama Dapi pada pukul 18.20 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dugaan sementara, kapal nelayan KM Rezki yang ditumpangi Anton Darman (44) dan Fadil (19), keduanya berasal dari Simpang Kampung Berok, Gurun Panjang, Bayang, mengalami kecelakaan laut,&amp;rdquo; katanya, Minggu (3/8/2025).&#13;
&#13;
Hendri menambahkan, berdasarkan keterangan saksi dari kapal KM Moji, pada 1 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB, KM Rezki dan KM Moji berangkat dari Pulau Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menuju Carocok. Namun, pada 2 Agustus pukul 04.30 WIB, kedua kapal berpisah di sekitaran Pulau Panyu dan Pulau Karabak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KM Moji berhasil tiba di Carocok Tarusan, sementara KM Rezki tidak pernah sampai dan hingga kini belum diketahui keberadaannya,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
Upaya pencarian telah dilakukan oleh nelayan setempat menggunakan dua kapal, menyisir perairan dari Pulau Karabak ke arah Pulau Sikakap sejauh 30 mil laut, namun hasilnya masih nihil.&#13;
&#13;
Untuk operasi SAR, Basarnas mengerahkan kapal KN Yudhistira dengan 10 personel yang bertolak dari Dermaga Bungus pukul 18.40 WIB menuju Dermaga Panasahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, tim rescue dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan juga diberangkatkan pada waktu yang sama dengan empat personel tambahan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Kendala utama yang dihadapi tim adalah gelombang laut yang diperkirakan mencapai ketinggian antara 1,5 hingga 2,5 meter, meski cuaca saat ini terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 10 knot.&#13;
&#13;
Basarnas masih terus melakukan pencarian dan koordinasi lintas instansi untuk menemukan kedua korban yang hingga kini masih dalam status hilang.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
