<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Picu Kontroversi, Bonbin Denmark Minta Masyarakat Sumbang Peliharaan untuk Dijadikan Pakan Hewan</title><description>Pihak kebun binatang mengatakan mereka menerima berbagai hewan mulai dari kuda hingga marmut atau kelinci.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/06/18/3160841/picu-kontroversi-bonbin-denmark-minta-masyarakat-sumbang-peliharaan-untuk-dijadikan-pakan-hewan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/06/18/3160841/picu-kontroversi-bonbin-denmark-minta-masyarakat-sumbang-peliharaan-untuk-dijadikan-pakan-hewan"/><item><title>Picu Kontroversi, Bonbin Denmark Minta Masyarakat Sumbang Peliharaan untuk Dijadikan Pakan Hewan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/06/18/3160841/picu-kontroversi-bonbin-denmark-minta-masyarakat-sumbang-peliharaan-untuk-dijadikan-pakan-hewan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/06/18/3160841/picu-kontroversi-bonbin-denmark-minta-masyarakat-sumbang-peliharaan-untuk-dijadikan-pakan-hewan</guid><pubDate>Rabu 06 Agustus 2025 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/06/18/3160841/harimau-Ckv3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/06/18/3160841/harimau-Ckv3_large.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebuah kebun binatang di Denmark meminta masyarakat untuk menyumbangkan hewan peliharaan mereka&amp;mdash;terutama ayam, kelinci, dan marmut&amp;mdash;agar dapat diberikan kepada predator di kebun binatang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di kebun binatang, kami memiliki tanggung jawab untuk meniru rantai makanan alami hewan&amp;mdash;baik dalam hal kesejahteraan hewan maupun integritas profesional,&amp;quot; kata Kebun Binatang Aalborg dalam sebuah pernyataan yang dilansir ABC News.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Permintaan tersebut memicu reaksi keras di dunia maya, dengan banyak yang tidak setuju dengan praktik itu. Namun, kebun binatang tersebut menyatakan bahwa tujuan program ini adalah untuk memastikan &amp;quot;tidak ada yang terbuang sia-sia, serta menjamin perilaku, nutrisi, dan kesejahteraan alami predator kami,&amp;quot; menurut situs web kebun binatang tersebut.&#13;
&#13;
Kebun binatang juga mengatakan bahwa mereka menerima kuda, yang kemudian dieutanasia dan disembelih untuk makanan. Meskipun begitu, kebutuhan kebun binatang bervariasi sepanjang tahun dan mungkin ada daftar tunggu.&#13;
&#13;
Untuk kuda, Kebun Binatang Aalborg menyatakan akan menerima hewan tersebut sebagai sumbangan, dan pemilik kuda bisa mendapatkan pengurangan pajak atas nilai kuda tersebut, menurut situs web kebun binatang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebun binatang tersebut juga menyatakan akan &amp;quot;menerima ayam, kelinci, dan marmut pada hari kerja antara pukul 10.00 dan 13.00, namun tidak lebih dari empat ekor dalam satu waktu.&amp;quot;&#13;
&#13;
Praktik ini bukan hal baru di Denmark. Pada 2014, Kebun Binatang Kopenhagen menarik perhatian media sosial ketika mereka membunuh seekor jerapah sehat dan memberikannya kepada predator mereka.&#13;
&#13;
Empat singa, termasuk dua anaknya, juga dieutanasia beberapa minggu kemudian untuk memberi ruang bagi singa jantan baru di kebun binatang Denmark tersebut. Singa-singa itu dieutanasia karena tidak mampu membela diri terhadap singa jantan yang baru datang, kata pejabat Kebun Binatang Kopenhagen saat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika Anda memiliki hewan yang terpaksa meninggalkan tempatnya karena berbagai alasan, silakan sumbangkan kepada kami,&amp;quot; kata pihak kebun binatang. &amp;quot;Hewan-hewan tersebut akan dieutanasia secara lembut oleh staf terlatih dan setelah itu digunakan sebagai pakan.&amp;quot;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebuah kebun binatang di Denmark meminta masyarakat untuk menyumbangkan hewan peliharaan mereka&amp;mdash;terutama ayam, kelinci, dan marmut&amp;mdash;agar dapat diberikan kepada predator di kebun binatang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di kebun binatang, kami memiliki tanggung jawab untuk meniru rantai makanan alami hewan&amp;mdash;baik dalam hal kesejahteraan hewan maupun integritas profesional,&amp;quot; kata Kebun Binatang Aalborg dalam sebuah pernyataan yang dilansir ABC News.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Permintaan tersebut memicu reaksi keras di dunia maya, dengan banyak yang tidak setuju dengan praktik itu. Namun, kebun binatang tersebut menyatakan bahwa tujuan program ini adalah untuk memastikan &amp;quot;tidak ada yang terbuang sia-sia, serta menjamin perilaku, nutrisi, dan kesejahteraan alami predator kami,&amp;quot; menurut situs web kebun binatang tersebut.&#13;
&#13;
Kebun binatang juga mengatakan bahwa mereka menerima kuda, yang kemudian dieutanasia dan disembelih untuk makanan. Meskipun begitu, kebutuhan kebun binatang bervariasi sepanjang tahun dan mungkin ada daftar tunggu.&#13;
&#13;
Untuk kuda, Kebun Binatang Aalborg menyatakan akan menerima hewan tersebut sebagai sumbangan, dan pemilik kuda bisa mendapatkan pengurangan pajak atas nilai kuda tersebut, menurut situs web kebun binatang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebun binatang tersebut juga menyatakan akan &amp;quot;menerima ayam, kelinci, dan marmut pada hari kerja antara pukul 10.00 dan 13.00, namun tidak lebih dari empat ekor dalam satu waktu.&amp;quot;&#13;
&#13;
Praktik ini bukan hal baru di Denmark. Pada 2014, Kebun Binatang Kopenhagen menarik perhatian media sosial ketika mereka membunuh seekor jerapah sehat dan memberikannya kepada predator mereka.&#13;
&#13;
Empat singa, termasuk dua anaknya, juga dieutanasia beberapa minggu kemudian untuk memberi ruang bagi singa jantan baru di kebun binatang Denmark tersebut. Singa-singa itu dieutanasia karena tidak mampu membela diri terhadap singa jantan yang baru datang, kata pejabat Kebun Binatang Kopenhagen saat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika Anda memiliki hewan yang terpaksa meninggalkan tempatnya karena berbagai alasan, silakan sumbangkan kepada kami,&amp;quot; kata pihak kebun binatang. &amp;quot;Hewan-hewan tersebut akan dieutanasia secara lembut oleh staf terlatih dan setelah itu digunakan sebagai pakan.&amp;quot;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
