<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temukan Jejak Tsunami Purba, BRIN Prediksi Bencana Dahsyat Mengintai Selatan Jawa</title><description>Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan jejak tsunami purba di sembilan daerah bagian selatan Jawa dengan interval 600??&quot;800 tahun sekali.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/06/337/3160914/temukan-jejak-tsunami-purba-brin-prediksi-bencana-dahsyat-mengintai-selatan-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/06/337/3160914/temukan-jejak-tsunami-purba-brin-prediksi-bencana-dahsyat-mengintai-selatan-jawa"/><item><title>Temukan Jejak Tsunami Purba, BRIN Prediksi Bencana Dahsyat Mengintai Selatan Jawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/06/337/3160914/temukan-jejak-tsunami-purba-brin-prediksi-bencana-dahsyat-mengintai-selatan-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/06/337/3160914/temukan-jejak-tsunami-purba-brin-prediksi-bencana-dahsyat-mengintai-selatan-jawa</guid><pubDate>Rabu 06 Agustus 2025 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/06/337/3160914/tsunami-P8ns_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi tsunami (Foto: BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/06/337/3160914/tsunami-P8ns_large.jpg</image><title>Ilustrasi tsunami (Foto: BMKG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan jejak tsunami purba di sembilan daerah bagian selatan Jawa dengan interval 600&amp;ndash;800 tahun sekali. Sehingga, tsunami masif diperkirakan akan terjadi dalam kurun 200 tahun ke depan.&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Peneliti Ahli Madya PRKG BRIN, Purna Sulastya Putra, dalam diskusi bertajuk &amp;quot;Menggali Jejak Tsunami Purba di Selatan Jawa&amp;quot;, yang digelar di Kantor BRIN, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025).&#13;
&#13;
Temuan ini terungkap dari hasil riset paleotsunami yang dilakukan tim Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG). Penelitian paleotsunami ini dilakukan melalui pengamatan lapangan, salah satunya di lingkungan rawa dan laguna.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari riset itu, kata Purna, jejak tsunami purba diprediksi telah terjadi pada 400 tahun, 1.800 tahun, hingga 3.000 tahun yang lalu. Bahkan, pihaknya juga menemukan tsunami masif di sejumlah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, tsunami lain yang kita temukan misalnya yang memiliki indikasi dari tsunami masif juga itu sekitar 1.000 tahun yang lalu, kemudian 5.200 tahun yang lalu, dan 5.900 tahun yang lalu,&amp;quot; tutur Purna.&#13;
&#13;
Purna pun memprediksi, kejadian tsunami purba itu akan berulang setiap 600&amp;ndash;800 tahun sekali. Ia pun menekankan, prediksi itu masih harus dikaji lebih mendalam. Namun, ia memprediksi, tsunami di selatan Jawa akan terjadi dalam kurun waktu 200 tahun ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Prediksi itu keluar bila dihitung kasar secara matematis dengan mengkalkulasi temuan tsunami terakhir terjadi sekitar 600 tahun yang lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian terakhir tsunami besar kan 400 tahun yang lalu, itu artinya tahun 1500-an mendekati 1600-an. Kalau kejadiannya di tahun 1500-an tersebut dan intervalnya 600 tahun sekali, artinya kemungkinan paling cepat secara matematis itu kejadiannya bisa jadi sekitar 200 tahun yang akan datang, misalnya,&amp;quot; ungkap Purna.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi kan yang menjadi kunci untuk kemudian kita menyampaikan itu adalah kejadian tsunami yang 1.000 tahun lalu yang kita temukan di beberapa lokasi saja. Sehingga kita belum benar-benar menyimpulkan yang 1.000 tahun lalu itu adalah dari tsunami yang masif, meskipun dari 1.800 dan 3.000 tahun yang lalu itu sudah kita yakini (ada tsunami masif),&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, riset paleotsunami ini dilakukan Tim PRKG BRIN di sejumlah daerah di selatan Jawa, seperti:&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lebak, Banten&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ujung Genteng, Sukabumi&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pangandaran, Cilacap&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kebumen, Jawa Tengah&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kulon Progo dan Gunungkidul, DIY&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pacitan, Lumajang, Jawa Timur&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan jejak tsunami purba di sembilan daerah bagian selatan Jawa dengan interval 600&amp;ndash;800 tahun sekali. Sehingga, tsunami masif diperkirakan akan terjadi dalam kurun 200 tahun ke depan.&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Peneliti Ahli Madya PRKG BRIN, Purna Sulastya Putra, dalam diskusi bertajuk &amp;quot;Menggali Jejak Tsunami Purba di Selatan Jawa&amp;quot;, yang digelar di Kantor BRIN, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2025).&#13;
&#13;
Temuan ini terungkap dari hasil riset paleotsunami yang dilakukan tim Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG). Penelitian paleotsunami ini dilakukan melalui pengamatan lapangan, salah satunya di lingkungan rawa dan laguna.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari riset itu, kata Purna, jejak tsunami purba diprediksi telah terjadi pada 400 tahun, 1.800 tahun, hingga 3.000 tahun yang lalu. Bahkan, pihaknya juga menemukan tsunami masif di sejumlah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, tsunami lain yang kita temukan misalnya yang memiliki indikasi dari tsunami masif juga itu sekitar 1.000 tahun yang lalu, kemudian 5.200 tahun yang lalu, dan 5.900 tahun yang lalu,&amp;quot; tutur Purna.&#13;
&#13;
Purna pun memprediksi, kejadian tsunami purba itu akan berulang setiap 600&amp;ndash;800 tahun sekali. Ia pun menekankan, prediksi itu masih harus dikaji lebih mendalam. Namun, ia memprediksi, tsunami di selatan Jawa akan terjadi dalam kurun waktu 200 tahun ke depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Prediksi itu keluar bila dihitung kasar secara matematis dengan mengkalkulasi temuan tsunami terakhir terjadi sekitar 600 tahun yang lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian terakhir tsunami besar kan 400 tahun yang lalu, itu artinya tahun 1500-an mendekati 1600-an. Kalau kejadiannya di tahun 1500-an tersebut dan intervalnya 600 tahun sekali, artinya kemungkinan paling cepat secara matematis itu kejadiannya bisa jadi sekitar 200 tahun yang akan datang, misalnya,&amp;quot; ungkap Purna.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi kan yang menjadi kunci untuk kemudian kita menyampaikan itu adalah kejadian tsunami yang 1.000 tahun lalu yang kita temukan di beberapa lokasi saja. Sehingga kita belum benar-benar menyimpulkan yang 1.000 tahun lalu itu adalah dari tsunami yang masif, meskipun dari 1.800 dan 3.000 tahun yang lalu itu sudah kita yakini (ada tsunami masif),&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, riset paleotsunami ini dilakukan Tim PRKG BRIN di sejumlah daerah di selatan Jawa, seperti:&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lebak, Banten&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ujung Genteng, Sukabumi&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pangandaran, Cilacap&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kebumen, Jawa Tengah&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kulon Progo dan Gunungkidul, DIY&#13;
&amp;bull;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pacitan, Lumajang, Jawa Timur&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
