<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! 228 Ribu Penerima Bansos Dicoret Kemensos, Ada Apa?</title><description>Keputusan ini diambil setelah Kemensos menerima data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/07/337/3161222/duh-228-ribu-penerima-bansos-dicoret-kemensos-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/07/337/3161222/duh-228-ribu-penerima-bansos-dicoret-kemensos-ada-apa"/><item><title>Duh! 228 Ribu Penerima Bansos Dicoret Kemensos, Ada Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/07/337/3161222/duh-228-ribu-penerima-bansos-dicoret-kemensos-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/07/337/3161222/duh-228-ribu-penerima-bansos-dicoret-kemensos-ada-apa</guid><pubDate>Kamis 07 Agustus 2025 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dwinarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/07/337/3161222/pemerintah-eSEb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Sosial Saifullah Yusuf</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/07/337/3161222/pemerintah-eSEb_large.jpg</image><title>Menteri Sosial Saifullah Yusuf</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret sebanyak 228 ribu nama dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) pada triwulan ketiga tahun 2025. Ratusan ribu nama tersebut diduga terlibat praktik judi online (judol).&#13;
&#13;
Keputusan ini diambil setelah Kemensos menerima data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menemukan indikasi aliran dana hasil judi online pada rekening para penerima bansos tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami harus memastikan bansos diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak. Ini langkah pembenahan menyeluruh,&amp;rdquo; ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kamis (7/8/2025).&#13;
&#13;
Gus Ipul -- panggilan akrabnya -- mengatakan, dalam proses verifikasi data, PPATK menganalisis sekitar 600 ribu rekening penerima bansos.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasilnya, sebanyak 228 ribu rekening terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online. Sisanya, lebih dari 375 ribu rekening masih dalam proses pendalaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk pemeriksaan profil, identitas pekerjaan, hingga saldo mencurigakan yang tidak sesuai kategori penerima bantuan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah akan melakukan skrining menyeluruh terhadap rekening penerima sebelum bansos tahap berikutnya disalurkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Validasi data juga akan diperkuat dengan melibatkan lebih banyak lembaga, termasuk pemerintah daerah, agar distribusi bansos berlangsung lebih transparan dan akuntabel.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran serta meminimalkan penyalahgunaan dana negara untuk aktivitas ilegal seperti judi online.&#13;
&#13;
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menambahkan, pihaknya masih menemukan puluhan ribu rekening penerima bansos yang terlibat judi online sejak awal tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari 10 juta rekening yang disampaikan Kemensos, ada sekitar 1,7 juta yang kami temukan ternyata tidak menerima bansos,&amp;rdquo; kata Ivan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret sebanyak 228 ribu nama dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) pada triwulan ketiga tahun 2025. Ratusan ribu nama tersebut diduga terlibat praktik judi online (judol).&#13;
&#13;
Keputusan ini diambil setelah Kemensos menerima data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menemukan indikasi aliran dana hasil judi online pada rekening para penerima bansos tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami harus memastikan bansos diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak. Ini langkah pembenahan menyeluruh,&amp;rdquo; ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kamis (7/8/2025).&#13;
&#13;
Gus Ipul -- panggilan akrabnya -- mengatakan, dalam proses verifikasi data, PPATK menganalisis sekitar 600 ribu rekening penerima bansos.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasilnya, sebanyak 228 ribu rekening terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online. Sisanya, lebih dari 375 ribu rekening masih dalam proses pendalaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk pemeriksaan profil, identitas pekerjaan, hingga saldo mencurigakan yang tidak sesuai kategori penerima bantuan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah akan melakukan skrining menyeluruh terhadap rekening penerima sebelum bansos tahap berikutnya disalurkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Validasi data juga akan diperkuat dengan melibatkan lebih banyak lembaga, termasuk pemerintah daerah, agar distribusi bansos berlangsung lebih transparan dan akuntabel.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran serta meminimalkan penyalahgunaan dana negara untuk aktivitas ilegal seperti judi online.&#13;
&#13;
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menambahkan, pihaknya masih menemukan puluhan ribu rekening penerima bansos yang terlibat judi online sejak awal tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari 10 juta rekening yang disampaikan Kemensos, ada sekitar 1,7 juta yang kami temukan ternyata tidak menerima bansos,&amp;rdquo; kata Ivan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
