<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Game Roblox, Ketua DPR: Diperlukan Reformasi Literasi Digital</title><description>Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&amp;#39;ti, yang mengusulkan pelarangan permainan Roblox.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161288/soroti-game-roblox-ketua-dpr-diperlukan-reformasi-literasi-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161288/soroti-game-roblox-ketua-dpr-diperlukan-reformasi-literasi-digital"/><item><title>Soroti Game Roblox, Ketua DPR: Diperlukan Reformasi Literasi Digital</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161288/soroti-game-roblox-ketua-dpr-diperlukan-reformasi-literasi-digital</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161288/soroti-game-roblox-ketua-dpr-diperlukan-reformasi-literasi-digital</guid><pubDate>Jum'at 08 Agustus 2025 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/08/337/3161288/dpr-ry1z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/08/337/3161288/dpr-ry1z_large.jpg</image><title>Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&amp;#39;ti, yang mengusulkan pelarangan permainan Roblox. Menurutnya, hal itu perlu dimaknai sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan psikososial anak di ruang digital.&#13;
&#13;
Namun, ia mengingatkan kebijakan pelarangan harus disertai strategi literasi digital yang sistemik dan berkelanjutan. &amp;quot;Masalahnya bukan hanya pada game tertentu seperti Roblox. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membekali anak-anak dengan kemampuan kritis dan proteksi sejak dini di tengah banjir konten digital,&amp;quot; kata Puan, Kamis (7/8/2025).&#13;
&#13;
Puan menilai perlunya reformasi literasi digital di tengah maraknya konten yang tak cocok untuk anak-anak. &amp;ldquo;Sehingga memang diperlukan adanya reformasi literasi digital anak di tengah maraknya konten-konten yang sering kali tak cocok bagi anak-anak tapi bisa diakses dengan mudah oleh mereka,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Puan, Indonesia membutuhkan pendekatan menyeluruh dalam meningkatkan literasi digital anak-anak. Ia berpandangan, larangan terhadap platform atau game digital tertentu perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci, yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak harus dipahamkan, bukan sekadar dicegah. Orangtua dan guru pun perlu dibekali dengan kemampuan membimbing anak menghadapi konten digital, bukan hanya mengawasi,&amp;rdquo; tegas Puan.&#13;
&#13;
Ia pun mendorong agar Kemendikdasmen segera menjalin kemitraan lintas sektor, termasuk dengan Komdigi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Puan menekankan pentingnya sebuah sistem terpadu untuk memberikan perlindungan bagi anak di ruang digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak berjalan sendiri. Harus ada kemitraan lintas sektor, termasuk dengan Komdigi, KPAI, dan pelaku industri teknologi untuk merancang Pedoman Nasional Perlindungan Anak di Ruang Digital secara komprehensif dan aplikatif,&amp;rdquo; ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.&#13;
&#13;
Puan juga menegaskan komitmen DPR RI untuk mendukung upaya tersebut, baik melalui dukungan legislasi maupun penganggaran, agar kebijakan perlindungan anak di dunia digital tidak berhenti pada instruksi sektoral semata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika ruang digital adalah masa depan anak-anak kita, maka negara tidak boleh absen dari tanggung jawab membentuknya. Bukan hanya melarang, tapi mempersiapkan mereka untuk menjadi pengguna digital yang cerdas, kritis, dan aman,&amp;rdquo; ujar Puan.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, Abdul Mu&amp;#39;ti menyebut Roblox sebagai aplikasi yang berpotensi berbahaya bagi anak-anak, sebab game tersebut mengandung konten kekerasan yang dapat berdampak pada perilaku mereka di dunia nyata.&#13;
&#13;
Mu&amp;#39;ti berpandangan, peserta didik usia sekolah belum memiliki kapasitas intelektual yang cukup untuk membedakan antara realitas dan simulasi digital dalam game. Anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat di game Roblox.&#13;
&#13;
Untuk itu, Kemendikdasmen melarang anak-anak bermain game Roblox karena terdapat unsur kekerasan. Pihak Istana juga sudah meminta Komdigi melakukan evaluasi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&amp;#39;ti, yang mengusulkan pelarangan permainan Roblox. Menurutnya, hal itu perlu dimaknai sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan psikososial anak di ruang digital.&#13;
&#13;
Namun, ia mengingatkan kebijakan pelarangan harus disertai strategi literasi digital yang sistemik dan berkelanjutan. &amp;quot;Masalahnya bukan hanya pada game tertentu seperti Roblox. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membekali anak-anak dengan kemampuan kritis dan proteksi sejak dini di tengah banjir konten digital,&amp;quot; kata Puan, Kamis (7/8/2025).&#13;
&#13;
Puan menilai perlunya reformasi literasi digital di tengah maraknya konten yang tak cocok untuk anak-anak. &amp;ldquo;Sehingga memang diperlukan adanya reformasi literasi digital anak di tengah maraknya konten-konten yang sering kali tak cocok bagi anak-anak tapi bisa diakses dengan mudah oleh mereka,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Puan, Indonesia membutuhkan pendekatan menyeluruh dalam meningkatkan literasi digital anak-anak. Ia berpandangan, larangan terhadap platform atau game digital tertentu perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci, yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak harus dipahamkan, bukan sekadar dicegah. Orangtua dan guru pun perlu dibekali dengan kemampuan membimbing anak menghadapi konten digital, bukan hanya mengawasi,&amp;rdquo; tegas Puan.&#13;
&#13;
Ia pun mendorong agar Kemendikdasmen segera menjalin kemitraan lintas sektor, termasuk dengan Komdigi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Puan menekankan pentingnya sebuah sistem terpadu untuk memberikan perlindungan bagi anak di ruang digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak berjalan sendiri. Harus ada kemitraan lintas sektor, termasuk dengan Komdigi, KPAI, dan pelaku industri teknologi untuk merancang Pedoman Nasional Perlindungan Anak di Ruang Digital secara komprehensif dan aplikatif,&amp;rdquo; ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.&#13;
&#13;
Puan juga menegaskan komitmen DPR RI untuk mendukung upaya tersebut, baik melalui dukungan legislasi maupun penganggaran, agar kebijakan perlindungan anak di dunia digital tidak berhenti pada instruksi sektoral semata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika ruang digital adalah masa depan anak-anak kita, maka negara tidak boleh absen dari tanggung jawab membentuknya. Bukan hanya melarang, tapi mempersiapkan mereka untuk menjadi pengguna digital yang cerdas, kritis, dan aman,&amp;rdquo; ujar Puan.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, Abdul Mu&amp;#39;ti menyebut Roblox sebagai aplikasi yang berpotensi berbahaya bagi anak-anak, sebab game tersebut mengandung konten kekerasan yang dapat berdampak pada perilaku mereka di dunia nyata.&#13;
&#13;
Mu&amp;#39;ti berpandangan, peserta didik usia sekolah belum memiliki kapasitas intelektual yang cukup untuk membedakan antara realitas dan simulasi digital dalam game. Anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat di game Roblox.&#13;
&#13;
Untuk itu, Kemendikdasmen melarang anak-anak bermain game Roblox karena terdapat unsur kekerasan. Pihak Istana juga sudah meminta Komdigi melakukan evaluasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
