<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hobi Seni Unik Raja Muda Majapahit yang Bertakhta 39 Tahun</title><description>Tribhuwana sendiri merupakan keturunan langsung dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161333/hobi-seni-unik-raja-muda-majapahit-yang-bertakhta-39-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161333/hobi-seni-unik-raja-muda-majapahit-yang-bertakhta-39-tahun"/><item><title>Hobi Seni Unik Raja Muda Majapahit yang Bertakhta 39 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161333/hobi-seni-unik-raja-muda-majapahit-yang-bertakhta-39-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161333/hobi-seni-unik-raja-muda-majapahit-yang-bertakhta-39-tahun</guid><pubDate>Jum'at 08 Agustus 2025 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/08/337/3161333/hayam_wuruk-amIK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Hayam Wuruk (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/08/337/3161333/hayam_wuruk-amIK_large.jpg</image><title>Ilustrasi Hayam Wuruk (Foto: Ist)</title></images><description>HAYAM Wuruk naik takhta sebagai Raja Majapahit menggantikan ibunya, Tribhuwana Wijayatunggadewi, yang dikenal sebagai perempuan pertama yang memerintah wilayah Jawa bagian timur. Tribhuwana sendiri merupakan keturunan langsung dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.&#13;
&#13;
Hayam Wuruk mulai memerintah di usia yang sangat muda. Beberapa sumber sejarah mencatat bahwa ia baru berusia 16 tahun ketika naik takhta sebagai raja muda, bahkan saat itu ia belum menikah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia adalah putra dari pasangan Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Kertawardhana Bhre Tumapel (juga dikenal sebagai Cakradara). Dari garis ibu, ia adalah cucu Raden Wijaya melalui Gayatri, sementara dari garis ayah ia merupakan keturunan Kebo Anabrang.&#13;
&#13;
Salah satu catatan menarik terkait kelahirannya terjadi pada tahun 1334 M, yang ditandai letusan Gunung Kelud serta gempa bumi di Panbanyu. Peristiwa-peristiwa ini dianggap sebagai pertanda besar, karena pada saat yang sama, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa&amp;mdash;sebuah janji besar untuk menyatukan Nusantara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kisah &amp;quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa&amp;quot;, disebutkan bahwa Hayam Wuruk muda memiliki sejumlah hobi yang unik. Ia gemar menari, menjadi dalang, bahkan tampil sebagai pelawak dalam pertunjukan wayang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia sering memainkan peran wanita bernama Pager Antimun, menjadi dalang dengan gelar Tirtaraju, dan melawak dengan tokoh Gagak Ketawang.&#13;
&#13;
Hayam Wuruk resmi naik takhta pada tahun 1351 M saat ibunya turun takhta dan kembali menjabat sebagai Bhre Kahuripan, serta bergabung dalam dewan kerajaan Saptaprabhu. Tahun yang sama, neneknya Gayatri&amp;mdash;permaisuri terakhir Raden Wijaya&amp;mdash;wafat (mangkat).&#13;
&#13;
Menurut Nagarakretagama karya Mpu Prapanca, Hayam Wuruk memerintah Majapahit selama 39 tahun, menggunakan gelar resmi Abhiseka Maharaja Sri Rajasanagara. Gelar tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan bagian dari Dinasti Rajasa, garis keturunan Ken Arok, yang bergelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabhumi.&#13;
</description><content:encoded>HAYAM Wuruk naik takhta sebagai Raja Majapahit menggantikan ibunya, Tribhuwana Wijayatunggadewi, yang dikenal sebagai perempuan pertama yang memerintah wilayah Jawa bagian timur. Tribhuwana sendiri merupakan keturunan langsung dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.&#13;
&#13;
Hayam Wuruk mulai memerintah di usia yang sangat muda. Beberapa sumber sejarah mencatat bahwa ia baru berusia 16 tahun ketika naik takhta sebagai raja muda, bahkan saat itu ia belum menikah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia adalah putra dari pasangan Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Kertawardhana Bhre Tumapel (juga dikenal sebagai Cakradara). Dari garis ibu, ia adalah cucu Raden Wijaya melalui Gayatri, sementara dari garis ayah ia merupakan keturunan Kebo Anabrang.&#13;
&#13;
Salah satu catatan menarik terkait kelahirannya terjadi pada tahun 1334 M, yang ditandai letusan Gunung Kelud serta gempa bumi di Panbanyu. Peristiwa-peristiwa ini dianggap sebagai pertanda besar, karena pada saat yang sama, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa&amp;mdash;sebuah janji besar untuk menyatukan Nusantara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kisah &amp;quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa&amp;quot;, disebutkan bahwa Hayam Wuruk muda memiliki sejumlah hobi yang unik. Ia gemar menari, menjadi dalang, bahkan tampil sebagai pelawak dalam pertunjukan wayang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia sering memainkan peran wanita bernama Pager Antimun, menjadi dalang dengan gelar Tirtaraju, dan melawak dengan tokoh Gagak Ketawang.&#13;
&#13;
Hayam Wuruk resmi naik takhta pada tahun 1351 M saat ibunya turun takhta dan kembali menjabat sebagai Bhre Kahuripan, serta bergabung dalam dewan kerajaan Saptaprabhu. Tahun yang sama, neneknya Gayatri&amp;mdash;permaisuri terakhir Raden Wijaya&amp;mdash;wafat (mangkat).&#13;
&#13;
Menurut Nagarakretagama karya Mpu Prapanca, Hayam Wuruk memerintah Majapahit selama 39 tahun, menggunakan gelar resmi Abhiseka Maharaja Sri Rajasanagara. Gelar tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan bagian dari Dinasti Rajasa, garis keturunan Ken Arok, yang bergelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabhumi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
