<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Sebut Sekolah Rakyat Memuliakan Warga Miskin</title><description>Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi janji keberpihakan negara kepada mereka yang selama ini nyaris tak tersentuh peluang belajar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161412/pemerintah-sebut-sekolah-rakyat-memuliakan-warga-miskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161412/pemerintah-sebut-sekolah-rakyat-memuliakan-warga-miskin"/><item><title>Pemerintah Sebut Sekolah Rakyat Memuliakan Warga Miskin</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161412/pemerintah-sebut-sekolah-rakyat-memuliakan-warga-miskin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/08/337/3161412/pemerintah-sebut-sekolah-rakyat-memuliakan-warga-miskin</guid><pubDate>Jum'at 08 Agustus 2025 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/08/337/3161412/pemerintah-TjMW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Sebut Sekolah Rakyat Memuliakan Warga Miskin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/08/337/3161412/pemerintah-TjMW_large.jpg</image><title>Pemerintah Sebut Sekolah Rakyat Memuliakan Warga Miskin</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico mengaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi janji keberpihakan negara kepada mereka yang selama ini nyaris tak tersentuh peluang belajar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekolah Rakyat ini misi utamanya adalah memberikan kehormatan bagi warga yang kurang mampu, ujarnya dalam gelaran Indonesiagoid Menyapa, di Surabaya, dikutip Jumat (8/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Agar mereka bisa mengakses pendidikan, membangun mimpi, dan tumbuh dengan percaya diri,&amp;rdquo;sambung Robben.&#13;
&#13;
Menurutnya, program tersebut bukan hanya milik Kemensos, tetapi merupakan gerakan lintas kementerian dan lembaga, termasuk dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam aspek literasi, informasi, dan kampanye publik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekolah Rakyat &amp;nbsp;dibangun atas tiga prinsip utama yaitu memuliakan warga miskin, menjangkau wilayah terpencil dan terabaikan, serta memberdayakan anak-anak dari keluarga prasejahtera,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan lebih dari 227.000 anak usia 1&amp;ndash;12 tahun belum pernah sekolah, dan angka putus sekolah di SMP terus meningkat, termasuk di Jawa Timur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden tidak ingin kemiskinan diwariskan. Pendidikan adalah jalannya. Ini adalah cara negara memberikan harapan dan membalik yang selama ini dianggap tidak mungkin,&amp;rdquo; kata Robben.&#13;
&#13;
Dengan target 200 Sekolah Rakyat setiap tahun, sebanyak 53 unit akan segera diresmikan, termasuk 30 sekolah yang akan diluncurkan pertengahan Agustus 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya, dalam lima tahun, minimal satu Sekolah Rakyat hadir di setiap kabupaten/kota prioritas,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekolah Rakyat akan menggunakan model sekolah berasrama yang tak hanya mengajarkan akademik dasar, tetapi juga pemetaan bakat, penguatan karakter, hingga literasi digital sebagai keterampilan esensial abad ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anak-anak akan dibina dalam lingkungan belajar yang mendukung kedisiplinan, kesehatan, dan kemandirian,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Robben menegaskan, bahwa Sekolah Rakyat dan literasi digital bukan dua hal yang berdiri sendiri. Keduanya saling memperkuat sebagai wujud nyata negara hadir di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
Program ini bukan hanya tentang membangun sekolah, tetapi tentang mengubah hidup: dari tidak punya cita-cita, menjadi anak bangsa yang berani bermimpi besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah, dengan Sekolah Rakyat, anak-anak kita bisa mulai melihat kembali cita-citanya,&amp;rdquo; tutup Robben Rico.&#13;
&#13;
Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Nursodik Gunarjo, menambahkan, pihaknya ingin membangun narasi bangsa yang inklusif dari masyarakat, untuk masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan literasi digital yang kuat, masyarakat bisa lebih berdaya dalam menyuarakan kontribusinya terhadap pembangunan nasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico mengaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi janji keberpihakan negara kepada mereka yang selama ini nyaris tak tersentuh peluang belajar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekolah Rakyat ini misi utamanya adalah memberikan kehormatan bagi warga yang kurang mampu, ujarnya dalam gelaran Indonesiagoid Menyapa, di Surabaya, dikutip Jumat (8/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Agar mereka bisa mengakses pendidikan, membangun mimpi, dan tumbuh dengan percaya diri,&amp;rdquo;sambung Robben.&#13;
&#13;
Menurutnya, program tersebut bukan hanya milik Kemensos, tetapi merupakan gerakan lintas kementerian dan lembaga, termasuk dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam aspek literasi, informasi, dan kampanye publik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekolah Rakyat &amp;nbsp;dibangun atas tiga prinsip utama yaitu memuliakan warga miskin, menjangkau wilayah terpencil dan terabaikan, serta memberdayakan anak-anak dari keluarga prasejahtera,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan lebih dari 227.000 anak usia 1&amp;ndash;12 tahun belum pernah sekolah, dan angka putus sekolah di SMP terus meningkat, termasuk di Jawa Timur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden tidak ingin kemiskinan diwariskan. Pendidikan adalah jalannya. Ini adalah cara negara memberikan harapan dan membalik yang selama ini dianggap tidak mungkin,&amp;rdquo; kata Robben.&#13;
&#13;
Dengan target 200 Sekolah Rakyat setiap tahun, sebanyak 53 unit akan segera diresmikan, termasuk 30 sekolah yang akan diluncurkan pertengahan Agustus 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya, dalam lima tahun, minimal satu Sekolah Rakyat hadir di setiap kabupaten/kota prioritas,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekolah Rakyat akan menggunakan model sekolah berasrama yang tak hanya mengajarkan akademik dasar, tetapi juga pemetaan bakat, penguatan karakter, hingga literasi digital sebagai keterampilan esensial abad ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anak-anak akan dibina dalam lingkungan belajar yang mendukung kedisiplinan, kesehatan, dan kemandirian,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Robben menegaskan, bahwa Sekolah Rakyat dan literasi digital bukan dua hal yang berdiri sendiri. Keduanya saling memperkuat sebagai wujud nyata negara hadir di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
Program ini bukan hanya tentang membangun sekolah, tetapi tentang mengubah hidup: dari tidak punya cita-cita, menjadi anak bangsa yang berani bermimpi besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah, dengan Sekolah Rakyat, anak-anak kita bisa mulai melihat kembali cita-citanya,&amp;rdquo; tutup Robben Rico.&#13;
&#13;
Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Nursodik Gunarjo, menambahkan, pihaknya ingin membangun narasi bangsa yang inklusif dari masyarakat, untuk masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan literasi digital yang kuat, masyarakat bisa lebih berdaya dalam menyuarakan kontribusinya terhadap pembangunan nasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
