<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Personel Militer Korea Selatan Anjlok 20 Persen Imbas Menurunnya Populasi Pria</title><description>Hal ini sebagian besar disebabkan menurunnya populasi pria usia wajib militer di Korsel. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/10/18/3161807/personel-militer-korea-selatan-anjlok-20-persen-imbas-menurunnya-populasi-pria</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/10/18/3161807/personel-militer-korea-selatan-anjlok-20-persen-imbas-menurunnya-populasi-pria"/><item><title>Personel Militer Korea Selatan Anjlok 20 Persen Imbas Menurunnya Populasi Pria</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/10/18/3161807/personel-militer-korea-selatan-anjlok-20-persen-imbas-menurunnya-populasi-pria</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/10/18/3161807/personel-militer-korea-selatan-anjlok-20-persen-imbas-menurunnya-populasi-pria</guid><pubDate>Minggu 10 Agustus 2025 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/10/18/3161807/militer_korsel-Ov37_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personel Militer Korea Selatan Anjlok 20 Persen Imbas Menurunnya Populasi Pria (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/10/18/3161807/militer_korsel-Ov37_large.jpg</image><title>Personel Militer Korea Selatan Anjlok 20 Persen Imbas Menurunnya Populasi Pria (Reuters)</title></images><description>SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) menyusut 20% dalam enam tahun terakhir sehingga menjadi 450 ribu tentara. Hal ini sebagian besar disebabkan menurunnya populasi pria usia wajib militer di Korsel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Jumlah Militer Korsel Turun&#13;
&#13;
Hal ini sebagaimana dilaporkan anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berkuasa, Choo Mi-ae. Dalam laporan itu, Kementerian Pertahanan mengungkapkan turun drastisnya jumlah pria yang tersedia untuk dinas militer menyebabkan kekurangan jumlah perwira. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan operasional jika terus berlanjut.&#13;
&#13;
Militer Korea Selatan terus menurun sejak awal tahun 2000-an ketika jumlah tentaranya sekitar 690 ribu. Kemudian pada pada akhir 2010-an dan terdapat sekitar 563 ribu tentara dan perwira aktif pada 2019.&#13;
&#13;
Korea Utara diyakini memiliki militer aktif sekitar 1,2 juta jiwa, menurut perkiraan terbaru Kementerian Pertahanan pada tahun 2022.&#13;
&#13;
Dalam periode antara 2019 dan 2025, populasi pria berusia 20 tahun menurun 30% menjadi 230.000 jiwa, menurut data pemerintah. Itu merupakan usia ketika sebagian besar pria yang lulus pemeriksaan fisik mendaftar untuk dinas militer, yang kini berdurasi 18 bulan.&#13;
&#13;
Militer telah menyebutkan peningkatan kemampuan sebagai alasan utama untuk memperpendek masa dinas. Ini dimungkinkan aliansi militer dengan Amerika Serikat dan pengembangan industri pertahanan yang telah menjadi eksportir senjata utama.&#13;
&#13;
Pria berbadan sehat bertugas selama 36 bulan pada 1953 ketika Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata. Anggaran pertahanan Korea Selatan, yang mencapai lebih dari 61 triliun won ($43,9 miliar) pada 2025, lebih besar daripada perkiraan ukuran ekonomi Korea Utara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kurang 50 Ribu Tentara&#13;
&#13;
Namun, militer masih kekurangan 50 ribu tentara dari jumlah yang memadai untuk menjaga kesiapan pertahanan, kata kementerian. Sekitar 21 ribu dari kekurangan tersebut terdapat pada jajaran bintara, katanya.&#13;
&#13;
Korsel adalah salah satu negara dengan masyarakat yang menua tercepat di dunia dan memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia, yaitu 0,75 pada 2024. Ini menunjukkan jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang wanita selama masa reproduksinya.&#13;
&#13;
Populasi Korsel mencapai puncaknya di angka 51,8 juta pada tahun 2020. Menurut proyeksi pemerintah, diperkirakan menyusut menjadi 36,2 juta pada 2072.&#13;
</description><content:encoded>SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) menyusut 20% dalam enam tahun terakhir sehingga menjadi 450 ribu tentara. Hal ini sebagian besar disebabkan menurunnya populasi pria usia wajib militer di Korsel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Jumlah Militer Korsel Turun&#13;
&#13;
Hal ini sebagaimana dilaporkan anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berkuasa, Choo Mi-ae. Dalam laporan itu, Kementerian Pertahanan mengungkapkan turun drastisnya jumlah pria yang tersedia untuk dinas militer menyebabkan kekurangan jumlah perwira. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan operasional jika terus berlanjut.&#13;
&#13;
Militer Korea Selatan terus menurun sejak awal tahun 2000-an ketika jumlah tentaranya sekitar 690 ribu. Kemudian pada pada akhir 2010-an dan terdapat sekitar 563 ribu tentara dan perwira aktif pada 2019.&#13;
&#13;
Korea Utara diyakini memiliki militer aktif sekitar 1,2 juta jiwa, menurut perkiraan terbaru Kementerian Pertahanan pada tahun 2022.&#13;
&#13;
Dalam periode antara 2019 dan 2025, populasi pria berusia 20 tahun menurun 30% menjadi 230.000 jiwa, menurut data pemerintah. Itu merupakan usia ketika sebagian besar pria yang lulus pemeriksaan fisik mendaftar untuk dinas militer, yang kini berdurasi 18 bulan.&#13;
&#13;
Militer telah menyebutkan peningkatan kemampuan sebagai alasan utama untuk memperpendek masa dinas. Ini dimungkinkan aliansi militer dengan Amerika Serikat dan pengembangan industri pertahanan yang telah menjadi eksportir senjata utama.&#13;
&#13;
Pria berbadan sehat bertugas selama 36 bulan pada 1953 ketika Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata. Anggaran pertahanan Korea Selatan, yang mencapai lebih dari 61 triliun won ($43,9 miliar) pada 2025, lebih besar daripada perkiraan ukuran ekonomi Korea Utara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Kurang 50 Ribu Tentara&#13;
&#13;
Namun, militer masih kekurangan 50 ribu tentara dari jumlah yang memadai untuk menjaga kesiapan pertahanan, kata kementerian. Sekitar 21 ribu dari kekurangan tersebut terdapat pada jajaran bintara, katanya.&#13;
&#13;
Korsel adalah salah satu negara dengan masyarakat yang menua tercepat di dunia dan memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia, yaitu 0,75 pada 2024. Ini menunjukkan jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang wanita selama masa reproduksinya.&#13;
&#13;
Populasi Korsel mencapai puncaknya di angka 51,8 juta pada tahun 2020. Menurut proyeksi pemerintah, diperkirakan menyusut menjadi 36,2 juta pada 2072.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
