<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Kematian Prada Lucky, Ketua DPR: Hentikan Tradisi Kekerasan di TNI!</title><description>Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti kasus tewasnya prajurit TNI, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh para seniornya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/12/337/3162196/kasus-kematian-prada-lucky-ketua-dpr-hentikan-tradisi-kekerasan-di-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/12/337/3162196/kasus-kematian-prada-lucky-ketua-dpr-hentikan-tradisi-kekerasan-di-tni"/><item><title>Kasus Kematian Prada Lucky, Ketua DPR: Hentikan Tradisi Kekerasan di TNI!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/12/337/3162196/kasus-kematian-prada-lucky-ketua-dpr-hentikan-tradisi-kekerasan-di-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/12/337/3162196/kasus-kematian-prada-lucky-ketua-dpr-hentikan-tradisi-kekerasan-di-tni</guid><pubDate>Selasa 12 Agustus 2025 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/12/337/3162196/ketua_dpr_ri_puan_maharani-rEVd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR RI Puan Maharani (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/12/337/3162196/ketua_dpr_ri_puan_maharani-rEVd_large.jpg</image><title>Ketua DPR RI Puan Maharani (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti kasus tewasnya prajurit TNI, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh para seniornya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menyusul penetapan total 20 prajurit TNI sebagai tersangka atau terperiksa dalam kasus ini, Puan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal tersebut tentu saja jangan sampai terulang lagi. Hubungan antara senior dan junior jangan didasarkan pada tindak atau perilaku kekerasan,&amp;rdquo; kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun bagaimana saling hormat dan menghormati, saling menghargai,&amp;rdquo; lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, Prada Lucky tewas pada Kamis, 6 Agustus 2025, usai diduga dianiaya sejumlah seniornya. Anggota TNI yang baru lulus pendidikan dua bulan lalu itu bertugas di Batalion Pembangunan 843 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tubuh korban ditemukan luka sayat, lebam, dan bekas sundutan rokok di punggungnya. Hingga kini, 4 prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 16 lainnya masih diperiksa sebagai bagian dari proses hukum.&#13;
&#13;
Puan mengapresiasi langkah penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan, termasuk penetapan tersangka, namun menekankan bahwa proses hukum harus adil dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi apa yang sudah dilakukan&amp;mdash;penyelidikan, penyidikan&amp;mdash;hingga akhirnya ditemukan 20 prajurit yang terlibat, tentu saja harus diproses secara adil dan dengan baik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya pemberian hukuman yang memberi efek jera serta evaluasi mekanisme di lingkungan TNI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa yang menjadi penyebabnya harus diungkap, dan hukuman sebaik-baiknya harus diberikan. Mekanisme yang ada juga harus dievaluasi agar hal ini tidak terulang lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti kasus tewasnya prajurit TNI, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh para seniornya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menyusul penetapan total 20 prajurit TNI sebagai tersangka atau terperiksa dalam kasus ini, Puan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal tersebut tentu saja jangan sampai terulang lagi. Hubungan antara senior dan junior jangan didasarkan pada tindak atau perilaku kekerasan,&amp;rdquo; kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun bagaimana saling hormat dan menghormati, saling menghargai,&amp;rdquo; lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, Prada Lucky tewas pada Kamis, 6 Agustus 2025, usai diduga dianiaya sejumlah seniornya. Anggota TNI yang baru lulus pendidikan dua bulan lalu itu bertugas di Batalion Pembangunan 843 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tubuh korban ditemukan luka sayat, lebam, dan bekas sundutan rokok di punggungnya. Hingga kini, 4 prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 16 lainnya masih diperiksa sebagai bagian dari proses hukum.&#13;
&#13;
Puan mengapresiasi langkah penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan, termasuk penetapan tersangka, namun menekankan bahwa proses hukum harus adil dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi apa yang sudah dilakukan&amp;mdash;penyelidikan, penyidikan&amp;mdash;hingga akhirnya ditemukan 20 prajurit yang terlibat, tentu saja harus diproses secara adil dan dengan baik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya pemberian hukuman yang memberi efek jera serta evaluasi mekanisme di lingkungan TNI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa yang menjadi penyebabnya harus diungkap, dan hukuman sebaik-baiknya harus diberikan. Mekanisme yang ada juga harus dievaluasi agar hal ini tidak terulang lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
