<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momen Polisi Dihujani Lemparan saat Kawal Demo Lengserkan Bupati Pati</title><description>Aksi demonstrasi besar-besaran menuntut lengsernya Bupati Pati, Sudewo, memanas ketika polisi yang mengamankan dihujani lemparan botol air mineral.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/13/512/3162467/momen-polisi-dihujani-lemparan-saat-kawal-demo-lengserkan-bupati-pati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/13/512/3162467/momen-polisi-dihujani-lemparan-saat-kawal-demo-lengserkan-bupati-pati"/><item><title>Momen Polisi Dihujani Lemparan saat Kawal Demo Lengserkan Bupati Pati</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/13/512/3162467/momen-polisi-dihujani-lemparan-saat-kawal-demo-lengserkan-bupati-pati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/13/512/3162467/momen-polisi-dihujani-lemparan-saat-kawal-demo-lengserkan-bupati-pati</guid><pubDate>Rabu 13 Agustus 2025 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/13/512/3162467/demo_pati-aruC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan warga yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur melempari anggota kepolisian dengan botol air mineral/Foto: tangkapan layar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/13/512/3162467/demo_pati-aruC_large.jpg</image><title>Ribuan warga yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur melempari anggota kepolisian dengan botol air mineral/Foto: tangkapan layar</title></images><description>PATI &amp;ndash; Aksi demonstrasi besar-besaran menuntut lengsernya Bupati Pati, Sudewo, memanas. Rombongan polisi yang mengamankan unjuk rasa tersebut sempat dihujani lemparan botol air mineral oleh massa yang marah.&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi pada Rabu (13/8/2025), aparat kepolisian yang membentuk barisan memanjang mencoba masuk ke halaman Kantor Pemkab Pati. Namun, saat bergerak di tengah massa, mereka justru menjadi sasaran lemparan dari arah demonstran.&#13;
&#13;
Meski mendapat serangan lemparan, polisi tetap merangsek masuk tanpa membalas. Mereka berupaya menjaga situasi tetap terkendali, meski tekanan dari massa semakin kuat.&#13;
&#13;
Salah satu warga Pati yang ikut aksi menyatakan mereka tidak akan bubar hingga Bupati Sudewo turun langsung menemui masyarakat.&#13;
&amp;quot;Sementara Sudewo belum menemui rakyat, kita tunggu,&amp;quot; ujar warga dalam siaran langsung iNews TV.&#13;
&#13;
Tensi aksi terus meninggi. Massa tetap bertahan di sekitar Kantor Pemkab, meski sempat terjadi bentrok kecil. Polisi pun akhirnya melepaskan gas air mata dan menyemprotkan water cannon guna membubarkan kerumunan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Puncak kemarahan warga dipicu oleh kebijakan Bupati Sudewo yang dinilai sangat memberatkan rakyat, khususnya kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 250 persen.&#13;
&#13;
Di tengah unjuk rasa, terlihat posko bantuan logistik dari warga dipenuhi air mineral kemasan dan hasil bumi seperti pisang. Mobil komando juga sudah terparkir, lengkap dengan pengeras suara dan poster-poster tuntutan.&#13;
&#13;
Salah satu poster berbunyi tegas:&#13;
&amp;quot;Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat.&amp;quot;&#13;
&#13;
Situasi masih dinamis dan massa bertekad tidak akan mundur sebelum tuntutan mereka dikabulkan.&#13;
</description><content:encoded>PATI &amp;ndash; Aksi demonstrasi besar-besaran menuntut lengsernya Bupati Pati, Sudewo, memanas. Rombongan polisi yang mengamankan unjuk rasa tersebut sempat dihujani lemparan botol air mineral oleh massa yang marah.&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi pada Rabu (13/8/2025), aparat kepolisian yang membentuk barisan memanjang mencoba masuk ke halaman Kantor Pemkab Pati. Namun, saat bergerak di tengah massa, mereka justru menjadi sasaran lemparan dari arah demonstran.&#13;
&#13;
Meski mendapat serangan lemparan, polisi tetap merangsek masuk tanpa membalas. Mereka berupaya menjaga situasi tetap terkendali, meski tekanan dari massa semakin kuat.&#13;
&#13;
Salah satu warga Pati yang ikut aksi menyatakan mereka tidak akan bubar hingga Bupati Sudewo turun langsung menemui masyarakat.&#13;
&amp;quot;Sementara Sudewo belum menemui rakyat, kita tunggu,&amp;quot; ujar warga dalam siaran langsung iNews TV.&#13;
&#13;
Tensi aksi terus meninggi. Massa tetap bertahan di sekitar Kantor Pemkab, meski sempat terjadi bentrok kecil. Polisi pun akhirnya melepaskan gas air mata dan menyemprotkan water cannon guna membubarkan kerumunan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Puncak kemarahan warga dipicu oleh kebijakan Bupati Sudewo yang dinilai sangat memberatkan rakyat, khususnya kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 250 persen.&#13;
&#13;
Di tengah unjuk rasa, terlihat posko bantuan logistik dari warga dipenuhi air mineral kemasan dan hasil bumi seperti pisang. Mobil komando juga sudah terparkir, lengkap dengan pengeras suara dan poster-poster tuntutan.&#13;
&#13;
Salah satu poster berbunyi tegas:&#13;
&amp;quot;Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat.&amp;quot;&#13;
&#13;
Situasi masih dinamis dan massa bertekad tidak akan mundur sebelum tuntutan mereka dikabulkan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
