<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bejat! Oknum Guru Honorer SMP Negeri di Lampung Tengah Diduga Cabuli Siswa Laki-Laki</title><description>Seorang guru honorer di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Lampung Tengah, diduga mencabuli anak muridnya. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162598/bejat-oknum-guru-honorer-smp-negeri-di-lampung-tengah-diduga-cabuli-siswa-laki-laki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162598/bejat-oknum-guru-honorer-smp-negeri-di-lampung-tengah-diduga-cabuli-siswa-laki-laki"/><item><title>Bejat! Oknum Guru Honorer SMP Negeri di Lampung Tengah Diduga Cabuli Siswa Laki-Laki</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162598/bejat-oknum-guru-honorer-smp-negeri-di-lampung-tengah-diduga-cabuli-siswa-laki-laki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162598/bejat-oknum-guru-honorer-smp-negeri-di-lampung-tengah-diduga-cabuli-siswa-laki-laki</guid><pubDate>Kamis 14 Agustus 2025 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/13/340/3162598/pelecehan_seksual-W0F5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelecehan Seksual (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/13/340/3162598/pelecehan_seksual-W0F5_large.jpg</image><title>Pelecehan Seksual (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
LAMPUNG TENGAH - Seorang guru honorer di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Lampung Tengah, diduga mencabuli anak muridnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oknum guru honorer berinisial A tersebut diduga mencabuli murid laki-lakinya berinisial FZN yang berusia 13 tahun.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Devrat Aolia Arfan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Devrat menyebutkan, perbuatan asusila itu terjadi pada Februari 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadiannya pada Februari 2025, selesai kegiatan belajar mengajar, korban ini diminta untuk tinggal (tidak boleh pulang) oleh oknum guru,&amp;quot; ujarnya, Rabu (13/8/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, kata Devrat, korban diarahkan untuk masuk ke sebuah ruangan. Disana, hanya ada oknum guru dan korban, posisi ruangan telah dikunci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ruangan itu berisi guru honorer dan korban, ruangan itu dikunci kemudian oknum honorer melakukan pelecehan seksual terhadap korban,&amp;quot; kata dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas kejadian tersebut, korban mengalami trauma hingga akhirnya berani menceritakan kepada orang tua yang selanjutnya melapor ke pihak kepolisian&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadiannya pada Februari 2025 lalu, namun baru dilaporkan pada Juli 2025,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Devrat menuturkan, kasus tersebut telah masuk dalam proses penyidikan. Sampai saat ini pihaknya telah memeriksa 5 orang saksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah saksi sudah diperiksa ada 5 orang dari orang tua, korban, dan teman yang pada saat itu hadir dalam kegiatan sebelum pulang,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
LAMPUNG TENGAH - Seorang guru honorer di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Lampung Tengah, diduga mencabuli anak muridnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oknum guru honorer berinisial A tersebut diduga mencabuli murid laki-lakinya berinisial FZN yang berusia 13 tahun.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Devrat Aolia Arfan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Devrat menyebutkan, perbuatan asusila itu terjadi pada Februari 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadiannya pada Februari 2025, selesai kegiatan belajar mengajar, korban ini diminta untuk tinggal (tidak boleh pulang) oleh oknum guru,&amp;quot; ujarnya, Rabu (13/8/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, kata Devrat, korban diarahkan untuk masuk ke sebuah ruangan. Disana, hanya ada oknum guru dan korban, posisi ruangan telah dikunci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ruangan itu berisi guru honorer dan korban, ruangan itu dikunci kemudian oknum honorer melakukan pelecehan seksual terhadap korban,&amp;quot; kata dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas kejadian tersebut, korban mengalami trauma hingga akhirnya berani menceritakan kepada orang tua yang selanjutnya melapor ke pihak kepolisian&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadiannya pada Februari 2025 lalu, namun baru dilaporkan pada Juli 2025,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Devrat menuturkan, kasus tersebut telah masuk dalam proses penyidikan. Sampai saat ini pihaknya telah memeriksa 5 orang saksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah saksi sudah diperiksa ada 5 orang dari orang tua, korban, dan teman yang pada saat itu hadir dalam kegiatan sebelum pulang,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
