<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter</title><description>Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali meletus dahsyat. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih, dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 200??&quot;1.000 meter di atas puncak kawah pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 12.00??&quot;18.00 WITA. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162828/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-muntahkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162828/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-muntahkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter"/><item><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162828/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-muntahkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/14/340/3162828/gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-muntahkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter</guid><pubDate>Kamis 14 Agustus 2025 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Apolinaris Lake</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/14/340/3162828/gunung_lewotobi-xROd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Lewotobi Laki Laki meletus (Foto: PVMBG) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/14/340/3162828/gunung_lewotobi-xROd_large.jpg</image><title>Gunung Lewotobi Laki Laki meletus (Foto: PVMBG) </title></images><description>FLORES TIMUR &amp;ndash; Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali meletus dahsyat. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih, dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 200&amp;ndash;1.000 meter di atas puncak kawah pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 12.00&amp;ndash;18.00 WITA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gunung tersebut tampak jelas dengan tingkat kabut 0&amp;ndash;1. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yosef Suryanto, mengungkapkan telah terjadi endapan lava ke arah barat&amp;ndash;barat laut sejauh 3.800 meter dari pusat erupsi, serta endapan lava ke arah timur laut sejauh 4.340 meter.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selama erupsi berlangsung, cuaca dilaporkan cerah dan berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah barat daya serta suhu udara berkisar antara 23&amp;ndash;23,7&amp;deg;C. PVMBG juga mencatat aktivitas kegempaan sebagai berikut:&#13;
&#13;
- Hembusan: Jumlah 1, amplitudo 2,9 mm, durasi 41 detik&#13;
- Tremor non-harmonik: Jumlah 10, amplitudo 2,9&amp;ndash;4,4 mm, durasi 68&amp;ndash;198 detik&#13;
- Tremor harmonik: Jumlah 1, amplitudo 7,4 mm, durasi 69 detik&#13;
- Low frequency: Jumlah 1, amplitudo 7,4 mm, durasi 30 detik&#13;
- Tektonik jauh: Jumlah 3, amplitudo 7,4&amp;ndash;29,6 mm, S-P 12&amp;ndash;13,6 detik, durasi 40&amp;ndash;130 detik&#13;
&#13;
Saat laporan ini dibuat, erupsi masih terus terjadi dan status Gunung Lewotobi Laki-Laki berada di Level III (Siaga). Melihat kondisi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki serta pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 km dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi untuk masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote,&amp;rdquo; ujar pernyataan resmi PVMBG.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, PVMBG menekankan pentingnya menggunakan masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik terhadap sistem pernapasan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, di Bandung.&#13;
&#13;
PVMBG juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat untuk memberikan informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.&#13;
</description><content:encoded>FLORES TIMUR &amp;ndash; Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali meletus dahsyat. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih, dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 200&amp;ndash;1.000 meter di atas puncak kawah pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 12.00&amp;ndash;18.00 WITA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gunung tersebut tampak jelas dengan tingkat kabut 0&amp;ndash;1. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yosef Suryanto, mengungkapkan telah terjadi endapan lava ke arah barat&amp;ndash;barat laut sejauh 3.800 meter dari pusat erupsi, serta endapan lava ke arah timur laut sejauh 4.340 meter.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selama erupsi berlangsung, cuaca dilaporkan cerah dan berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah barat daya serta suhu udara berkisar antara 23&amp;ndash;23,7&amp;deg;C. PVMBG juga mencatat aktivitas kegempaan sebagai berikut:&#13;
&#13;
- Hembusan: Jumlah 1, amplitudo 2,9 mm, durasi 41 detik&#13;
- Tremor non-harmonik: Jumlah 10, amplitudo 2,9&amp;ndash;4,4 mm, durasi 68&amp;ndash;198 detik&#13;
- Tremor harmonik: Jumlah 1, amplitudo 7,4 mm, durasi 69 detik&#13;
- Low frequency: Jumlah 1, amplitudo 7,4 mm, durasi 30 detik&#13;
- Tektonik jauh: Jumlah 3, amplitudo 7,4&amp;ndash;29,6 mm, S-P 12&amp;ndash;13,6 detik, durasi 40&amp;ndash;130 detik&#13;
&#13;
Saat laporan ini dibuat, erupsi masih terus terjadi dan status Gunung Lewotobi Laki-Laki berada di Level III (Siaga). Melihat kondisi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki serta pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 km dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi untuk masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote,&amp;rdquo; ujar pernyataan resmi PVMBG.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, PVMBG menekankan pentingnya menggunakan masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik terhadap sistem pernapasan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, di Bandung.&#13;
&#13;
PVMBG juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat untuk memberikan informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
