<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat! Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Status Naik Jadi Awas</title><description>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur menjadi Level IV (Awas).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/16/340/3163232/gawat-gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-status-naik-jadi-awas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/16/340/3163232/gawat-gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-status-naik-jadi-awas"/><item><title>Gawat! Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Status Naik Jadi Awas</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/16/340/3163232/gawat-gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-status-naik-jadi-awas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/16/340/3163232/gawat-gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-status-naik-jadi-awas</guid><pubDate>Sabtu 16 Agustus 2025 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Joni Nura</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/16/340/3163232/lewotobi-80hL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Level IV (Awas)/Foto: PVMBG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/16/340/3163232/lewotobi-80hL_large.jpg</image><title>Status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Level IV (Awas)/Foto: PVMBG</title></images><description>FLORES TIMUR - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) per Sabtu, (16/8/2025) pukul 08.00 WITA. Kenaikan status paling akhir ini dipicu peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), gunung api ini telah mengalami letusan dengan tinggi kolom abu mencapai 800-900 meter dari puncak. Selain itu, guguran juga teramati, meskipun jarak dan arah luncuran tidak dapat teramati secara visual.&#13;
&#13;
Data kegempaan yang tercatat dari 8 hingga 15 Agustus 2025 menunjukkan adanya peningkatan bertahap. Terekam 7 kali gempa letusan, 4 kali gempa guguran, 43 kali gempa hembusan, dan 215 kali gempa tremor non-harmonik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data kegempaan menunjukkan peningkatan bertahap di kedalaman dangkal, mengindikasikan adanya tekanan yang tertahan di dalam gunung,&amp;quot; ujar laporan tersebut.&#13;
&#13;
Selain kegempaan, pemantauan deformasi dengan tiltmeter juga menunjukkan adanya pengembungan yang cukup besar pada tubuh gunung, yang berpotensi memicu erupsi eksplosif. Data GNSS juga memperlihatkan kenaikan rata-rata posisi vertikal, menandakan pergerakan suplai magma menuju bagian yang lebih dangkal.&#13;
&#13;
Menanggapi kenaikan status ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 km dan sektoral barat daya-timur laut 7 km dari pusat erupsi. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.&#13;
&#13;
Bagi warga yang terdampak hujan abu, disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>FLORES TIMUR - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) per Sabtu, (16/8/2025) pukul 08.00 WITA. Kenaikan status paling akhir ini dipicu peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), gunung api ini telah mengalami letusan dengan tinggi kolom abu mencapai 800-900 meter dari puncak. Selain itu, guguran juga teramati, meskipun jarak dan arah luncuran tidak dapat teramati secara visual.&#13;
&#13;
Data kegempaan yang tercatat dari 8 hingga 15 Agustus 2025 menunjukkan adanya peningkatan bertahap. Terekam 7 kali gempa letusan, 4 kali gempa guguran, 43 kali gempa hembusan, dan 215 kali gempa tremor non-harmonik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data kegempaan menunjukkan peningkatan bertahap di kedalaman dangkal, mengindikasikan adanya tekanan yang tertahan di dalam gunung,&amp;quot; ujar laporan tersebut.&#13;
&#13;
Selain kegempaan, pemantauan deformasi dengan tiltmeter juga menunjukkan adanya pengembungan yang cukup besar pada tubuh gunung, yang berpotensi memicu erupsi eksplosif. Data GNSS juga memperlihatkan kenaikan rata-rata posisi vertikal, menandakan pergerakan suplai magma menuju bagian yang lebih dangkal.&#13;
&#13;
Menanggapi kenaikan status ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 km dan sektoral barat daya-timur laut 7 km dari pusat erupsi. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.&#13;
&#13;
Bagi warga yang terdampak hujan abu, disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
