<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Nasaruddin: Literasi Wakaf Kita Masih Rendah</title><description>Kemenag ingin memastikan pendidikan Islam tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga semakin maju dan memiliki daya saing tinggi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/17/337/3163441/menag-nasaruddin-literasi-wakaf-kita-masih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/17/337/3163441/menag-nasaruddin-literasi-wakaf-kita-masih-rendah"/><item><title>Menag Nasaruddin: Literasi Wakaf Kita Masih Rendah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/17/337/3163441/menag-nasaruddin-literasi-wakaf-kita-masih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/17/337/3163441/menag-nasaruddin-literasi-wakaf-kita-masih-rendah</guid><pubDate>Minggu 17 Agustus 2025 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/17/337/3163441/pemerintah-e69g_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Nasaruddin: Literasi Wakaf Kita Masih Rendah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/17/337/3163441/pemerintah-e69g_large.jpg</image><title>Menag Nasaruddin: Literasi Wakaf Kita Masih Rendah</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Gerakan Wakaf Pendidikan Islam sebagai implementasi Asta Protas (Program Prioritas) untuk mendorong kemandirian dan pemberdayaan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menargetkan, gerakan tersebut dapat menghimpun dana wakaf hingga Rp1 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Agama akan membuktikan bahwa kita bukan hanya bisa berdakwah mengenai orang melakukan kebaikan tetapi juga sekaligus membuktikan mulai dari dirinya sendiri,&amp;rdquo; ujar Menag di Jakarta, dikutip Minggu&amp;nbsp;(17/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di lingkungan Kementerian Agama untuk melakukan wakaf produktif. Insya Allah minimum akan mengumpulkan Rp1 triliun,&amp;quot;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, wakaf memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam. Pembangunan sektor pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran negara, namun juga partisipasi publik melalui instrumen syariah yang produktif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gerakan Wakaf Pendidikan Islam ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam,&amp;quot;ucapnya.&#13;
&#13;
Melalui Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Kemenag ingin memastikan pendidikan Islam tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga semakin maju dan memiliki daya saing tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita butuh kurikulum tentang Wakaf, ini kenapa? Karena masalah wakaf kita terkendala literasi masyarakat masih rendah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau bicara sejarah (di zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang populer itu sedekah, bukan zakat atau wakaf,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menambahkan, gerakan ini juga dalam menjalankan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 Amanat untuk Kementerian Agama yakni mendorong peran badan pengumpul dana umat pengentasan kemiskinan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Potensi zakat sangat besar di pendidikan Islam. Ada jumlah waqif (orang yang berwakaf) yang besar di pendidikan Islam yang terdiri dari peserta didik, tenaga pendidikan (tendik) dan non-tendik,&amp;quot;tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Gerakan Wakaf Pendidikan Islam sebagai implementasi Asta Protas (Program Prioritas) untuk mendorong kemandirian dan pemberdayaan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menargetkan, gerakan tersebut dapat menghimpun dana wakaf hingga Rp1 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Agama akan membuktikan bahwa kita bukan hanya bisa berdakwah mengenai orang melakukan kebaikan tetapi juga sekaligus membuktikan mulai dari dirinya sendiri,&amp;rdquo; ujar Menag di Jakarta, dikutip Minggu&amp;nbsp;(17/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di lingkungan Kementerian Agama untuk melakukan wakaf produktif. Insya Allah minimum akan mengumpulkan Rp1 triliun,&amp;quot;sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, wakaf memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam. Pembangunan sektor pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran negara, namun juga partisipasi publik melalui instrumen syariah yang produktif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gerakan Wakaf Pendidikan Islam ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam,&amp;quot;ucapnya.&#13;
&#13;
Melalui Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Kemenag ingin memastikan pendidikan Islam tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga semakin maju dan memiliki daya saing tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita butuh kurikulum tentang Wakaf, ini kenapa? Karena masalah wakaf kita terkendala literasi masyarakat masih rendah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau bicara sejarah (di zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang populer itu sedekah, bukan zakat atau wakaf,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menambahkan, gerakan ini juga dalam menjalankan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 Amanat untuk Kementerian Agama yakni mendorong peran badan pengumpul dana umat pengentasan kemiskinan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Potensi zakat sangat besar di pendidikan Islam. Ada jumlah waqif (orang yang berwakaf) yang besar di pendidikan Islam yang terdiri dari peserta didik, tenaga pendidikan (tendik) dan non-tendik,&amp;quot;tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
