<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahsyat! Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai 8.000 Meter</title><description>Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Kolom abu teramati membumbung setinggi ±8.000 meter di atas puncak atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut, Senin (18/8/2025) sekira pukul 02.21 WITA.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163574/dahsyat-gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-kolom-abu-capai-8-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163574/dahsyat-gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-kolom-abu-capai-8-000-meter"/><item><title>Dahsyat! Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai 8.000 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163574/dahsyat-gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-kolom-abu-capai-8-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163574/dahsyat-gunung-lewotobi-laki-laki-meletus-kolom-abu-capai-8-000-meter</guid><pubDate>Senin 18 Agustus 2025 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Joni Nura</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/18/337/3163574/gunung_lewotobi_laki_laki_erupsi-eC2P_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/18/337/3163574/gunung_lewotobi_laki_laki_erupsi-eC2P_large.jpg</image><title>Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
NTT - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Kolom abu teramati membumbung setinggi &amp;plusmn;8.000 meter di atas puncak atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut, Senin (18/8/2025) sekira pukul 02.21 WITA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Abu vulkanik berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Berdasarkan catatan seismogram, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sementara 5 menit 21 detik.&#13;
&#13;
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan adanya dentuman keras selama erupsi. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level IV (Awas). Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta sektoral barat, utara, dan timur laut sejauh 7 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah mempercayai isu atau informasi dari sumber yang tidak jelas.&#13;
&#13;
Selain erupsi, masyarakat di sekitar lereng gunung juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama jika terjadi hujan deras. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain: Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.&#13;
&#13;
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, PVMBG merekomendasikan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mencegah bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
NTT - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Kolom abu teramati membumbung setinggi &amp;plusmn;8.000 meter di atas puncak atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut, Senin (18/8/2025) sekira pukul 02.21 WITA.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Abu vulkanik berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Berdasarkan catatan seismogram, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sementara 5 menit 21 detik.&#13;
&#13;
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan adanya dentuman keras selama erupsi. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level IV (Awas). Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta sektoral barat, utara, dan timur laut sejauh 7 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah mempercayai isu atau informasi dari sumber yang tidak jelas.&#13;
&#13;
Selain erupsi, masyarakat di sekitar lereng gunung juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama jika terjadi hujan deras. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain: Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.&#13;
&#13;
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, PVMBG merekomendasikan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mencegah bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
