<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MPR: Amendemen UUD Bukan Solusi Instan untuk Setiap Masalah!</title><description>Amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bukanlah sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa. Amendemen harus melibatkan banyak partisipasi masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163793/ketua-mpr-amendemen-uud-bukan-solusi-instan-untuk-setiap-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163793/ketua-mpr-amendemen-uud-bukan-solusi-instan-untuk-setiap-masalah"/><item><title>Ketua MPR: Amendemen UUD Bukan Solusi Instan untuk Setiap Masalah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163793/ketua-mpr-amendemen-uud-bukan-solusi-instan-untuk-setiap-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/18/337/3163793/ketua-mpr-amendemen-uud-bukan-solusi-instan-untuk-setiap-masalah</guid><pubDate>Senin 18 Agustus 2025 21:37 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/18/337/3163793/mpr-p0ed_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR: Amendemen UUD Bukan Solusi Instan untuk Setiap Masalah!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/18/337/3163793/mpr-p0ed_large.jpg</image><title>Ketua MPR: Amendemen UUD Bukan Solusi Instan untuk Setiap Masalah!</title></images><description>JAKARTA - Amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bukanlah sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa. Amendemen harus melibatkan banyak partisipasi masyarakat.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dalam pidatonya di Peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 MPR, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/8/2025) malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amendemen bukanlah solusi instan untuk setiap masalah,&amp;quot; kata Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.&#13;
&#13;
Muzani menilai bahwa mengubah UUD 1945 dibutuhkan proses panjang dan harus menjaga transparansi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kaitan ini, kata dia, masyarakat harus mengetahui setiap langkah dan alasan di balik usulan perubahan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ia juga harus partisipatif. Seluruh elemen bangsa, dari akademisi, tokoh masyarakat hingga rakyat bisa terlibat dalam proses amandement tersebut. Ia juga berdasarkan konsensus yang luas,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Muzani menekankan perubahan UUD 1945 tidak boleh didasarkan kepada keinginan sekelompok orang atau segelintir orang. Namun, harus kesepakatan seluruh elemen bangsa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;Harus mencerminkan kesepakatan dari semua elemen bangsa,&amp;quot; ujar politikus senior Partai Gerindra tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bukanlah sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa. Amendemen harus melibatkan banyak partisipasi masyarakat.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dalam pidatonya di Peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 MPR, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/8/2025) malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Amendemen bukanlah solusi instan untuk setiap masalah,&amp;quot; kata Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.&#13;
&#13;
Muzani menilai bahwa mengubah UUD 1945 dibutuhkan proses panjang dan harus menjaga transparansi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kaitan ini, kata dia, masyarakat harus mengetahui setiap langkah dan alasan di balik usulan perubahan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ia juga harus partisipatif. Seluruh elemen bangsa, dari akademisi, tokoh masyarakat hingga rakyat bisa terlibat dalam proses amandement tersebut. Ia juga berdasarkan konsensus yang luas,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Muzani menekankan perubahan UUD 1945 tidak boleh didasarkan kepada keinginan sekelompok orang atau segelintir orang. Namun, harus kesepakatan seluruh elemen bangsa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;Harus mencerminkan kesepakatan dari semua elemen bangsa,&amp;quot; ujar politikus senior Partai Gerindra tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
