<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringati HUT Ke-80 RI, Kartika Soekarno Foundation Perkuat Komitmen untuk Kesehatan Ibu-Anak</title><description>Kartika Soekarno Foundation (KSF) di usia ke-80 kemerdekaan Indonesia, tidak hanya memperkuat komitmennya terhadap kesehatan ibu dan anak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3163841/peringati-hut-ke-80-ri-kartika-soekarno-foundation-perkuat-komitmen-untuk-kesehatan-ibu-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3163841/peringati-hut-ke-80-ri-kartika-soekarno-foundation-perkuat-komitmen-untuk-kesehatan-ibu-anak"/><item><title>Peringati HUT Ke-80 RI, Kartika Soekarno Foundation Perkuat Komitmen untuk Kesehatan Ibu-Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3163841/peringati-hut-ke-80-ri-kartika-soekarno-foundation-perkuat-komitmen-untuk-kesehatan-ibu-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3163841/peringati-hut-ke-80-ri-kartika-soekarno-foundation-perkuat-komitmen-untuk-kesehatan-ibu-anak</guid><pubDate>Selasa 19 Agustus 2025 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/19/337/3163841/kartika_soekarno_foundation-CTXo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartika Soekarno Foundation perkuat komitmen untuk kesehatan ibu-anak (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/19/337/3163841/kartika_soekarno_foundation-CTXo_large.jpg</image><title>Kartika Soekarno Foundation perkuat komitmen untuk kesehatan ibu-anak (Foto: Dok)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kartika Soekarno Foundation (KSF) di usia ke-80 kemerdekaan Indonesia, tidak hanya memperkuat komitmennya terhadap kesehatan ibu dan anak. Namun, juga menyoroti pentingnya memahami sejarah perjuangan kemerdekaan secara utuh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tahun ini menjadi momen khusus bagi yayasan yang didirikan Kartika Soekarno, putri bungsu Proklamator RI Soekarno, untuk merefleksikan makna kemerdekaan yang sesungguhnya.&#13;
&#13;
Pendiri KSF, Kartika Soekarno, menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan bangsa. &amp;ldquo;Ayah saya, Bung Karno, adalah salah satu bapak pendiri bangsa yang perjuangannya sering disalahtafsirkan. Sama seperti kisah kemerdekaan kita yang penuh dengan lapisan sejarah yang belum sepenuhnya terungkap,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip Selasa (19/8/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengalaman pribadi Kartika yang tumbuh dengan warisan sejarah kompleks &amp;mdash; ayahnya seorang proklamator, sementara suaminya berkebangsaan Belanda &amp;mdash; membentuk perspektif unik yayasan ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa memahami sejarah secara jujur adalah dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik,&amp;rdquo; tambah Kartika.&#13;
&#13;
Memasuki era baru, KSF memperkenalkan ketua yayasan yang baru, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, yang bergabung sejak 2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Visi kami tetap konsisten: meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesehatan ibu-anak, karena inilah fondasi bangsa yang kuat,&amp;rdquo; ujar Susaningtyas.&#13;
&#13;
Di bawah kepemimpinannya, KSF akan akan menjalankan sejumlah program meliputi:&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperluas program gizi dan kesehatan dasar di daerah terpencil.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mengembangkan pusat pelatihan keterampilan bagi perempuan.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperkuat edukasi pendidikan dan juga kesehatan.&#13;
&#13;
KSF pun melihat paralel antara perjuangan kemerdekaan dahulu dengan tantangan kesehatan saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu kita berjuang melawan penjajahan fisik, sekarang kita berjuang melawan &amp;#39;penjajahan&amp;#39; baru berupa ketidakadilan kesehatan dan pendidikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Yayasan KSF diketahui mencatat pencapaian signifikan, yakni menjangkau 133.840 anak di 11 provinsi; Menurunkan angka stunting hingga 25% di daerah intervensi; Membentuk 350 kader kesehatan perempuan.&#13;
&#13;
Kartika Soekarno menekankan, kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga dari belenggu ketidaktahuan dan ketidakadilan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Perjuangan ayah saya dan para pahlawan kita akan sia-sia jika kita masih melihat anak-anak Indonesia menderita gizi buruk atau perempuan tidak mendapatkan hak kesehatan yang layak,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
KSF berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi internasional, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah revolusi kita yang belum selesai,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
KSF didirikan pada 1998 dan berfokus pada pemberdayaan perempuan dan kesehatan ibu-anak melalui pendekatan berbasis masyarakat dan kearifan lokal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kartika Soekarno Foundation (KSF) di usia ke-80 kemerdekaan Indonesia, tidak hanya memperkuat komitmennya terhadap kesehatan ibu dan anak. Namun, juga menyoroti pentingnya memahami sejarah perjuangan kemerdekaan secara utuh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tahun ini menjadi momen khusus bagi yayasan yang didirikan Kartika Soekarno, putri bungsu Proklamator RI Soekarno, untuk merefleksikan makna kemerdekaan yang sesungguhnya.&#13;
&#13;
Pendiri KSF, Kartika Soekarno, menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan bangsa. &amp;ldquo;Ayah saya, Bung Karno, adalah salah satu bapak pendiri bangsa yang perjuangannya sering disalahtafsirkan. Sama seperti kisah kemerdekaan kita yang penuh dengan lapisan sejarah yang belum sepenuhnya terungkap,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip Selasa (19/8/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengalaman pribadi Kartika yang tumbuh dengan warisan sejarah kompleks &amp;mdash; ayahnya seorang proklamator, sementara suaminya berkebangsaan Belanda &amp;mdash; membentuk perspektif unik yayasan ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa memahami sejarah secara jujur adalah dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik,&amp;rdquo; tambah Kartika.&#13;
&#13;
Memasuki era baru, KSF memperkenalkan ketua yayasan yang baru, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, yang bergabung sejak 2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Visi kami tetap konsisten: meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesehatan ibu-anak, karena inilah fondasi bangsa yang kuat,&amp;rdquo; ujar Susaningtyas.&#13;
&#13;
Di bawah kepemimpinannya, KSF akan akan menjalankan sejumlah program meliputi:&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperluas program gizi dan kesehatan dasar di daerah terpencil.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mengembangkan pusat pelatihan keterampilan bagi perempuan.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memperkuat edukasi pendidikan dan juga kesehatan.&#13;
&#13;
KSF pun melihat paralel antara perjuangan kemerdekaan dahulu dengan tantangan kesehatan saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu kita berjuang melawan penjajahan fisik, sekarang kita berjuang melawan &amp;#39;penjajahan&amp;#39; baru berupa ketidakadilan kesehatan dan pendidikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Yayasan KSF diketahui mencatat pencapaian signifikan, yakni menjangkau 133.840 anak di 11 provinsi; Menurunkan angka stunting hingga 25% di daerah intervensi; Membentuk 350 kader kesehatan perempuan.&#13;
&#13;
Kartika Soekarno menekankan, kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga dari belenggu ketidaktahuan dan ketidakadilan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Perjuangan ayah saya dan para pahlawan kita akan sia-sia jika kita masih melihat anak-anak Indonesia menderita gizi buruk atau perempuan tidak mendapatkan hak kesehatan yang layak,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
KSF berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi internasional, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah revolusi kita yang belum selesai,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
KSF didirikan pada 1998 dan berfokus pada pemberdayaan perempuan dan kesehatan ibu-anak melalui pendekatan berbasis masyarakat dan kearifan lokal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
