<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa M5,8 Poso Bertambah Jadi 2 Orang</title><description>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut, berdasarkan perkembangan data di lapangan, korban meninggal dunia akibat gempa Poso bertambah satu orang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3164057/bnpb-korban-meninggal-akibat-gempa-m5-8-poso-bertambah-jadi-2-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3164057/bnpb-korban-meninggal-akibat-gempa-m5-8-poso-bertambah-jadi-2-orang"/><item><title>BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa M5,8 Poso Bertambah Jadi 2 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3164057/bnpb-korban-meninggal-akibat-gempa-m5-8-poso-bertambah-jadi-2-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/19/337/3164057/bnpb-korban-meninggal-akibat-gempa-m5-8-poso-bertambah-jadi-2-orang</guid><pubDate>Selasa 19 Agustus 2025 22:43 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/19/337/3164057/kepala_bnpb_letjen_tni_suharyanto-P3WH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/19/337/3164057/kepala_bnpb_letjen_tni_suharyanto-P3WH_large.jpg</image><title>Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (foto: dok BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut, berdasarkan perkembangan data di lapangan, korban meninggal dunia akibat gempa Poso bertambah satu orang.&#13;
&#13;
Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8), dan berdampak pada sejumlah bangunan, salah satunya sebuah gereja yang saat itu tengah menggelar ibadah pagi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga total korban meninggal dunia kini berjumlah dua orang,&amp;quot; kata Suharyanto, Selasa (19/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Diketahui korban meninggal dunia sebelumnya dalam kondisi kritis dan sempat dirawat di RSUD Poso,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto menjelaskan, saat gempa terjadi para jemaat tengah mengikuti ibadah pagi. Sejumlah jemaat tertimpa material kayu dan batako dari bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi. &amp;quot;Untuk luka berat tercatat sembilan orang dan luka ringan 32 orang,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Pemerintah Daerah melalui Bupati Poso Verna G.M. Inkiriwang menetapkan status tanggap darurat pascagempa di Kabupaten Poso. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan No. 100.3.3.2/0580/2025 tentang status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 24 hari, terhitung 18 Agustus hingga 31 Agustus 2025. Keputusan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam penanganan darurat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Verna juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mempertimbangkan masukan dari BNPB mengenai penguatan struktur bangunan, salah satunya dengan melapisi tembok menggunakan kawat anyam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerusakan bangunan yang luas, runtuhnya struktur, hingga jatuhnya korban jiwa hampir selalu berasal dari rumah-rumah yang tidak memenuhi kaidah bangunan tahan gempa. Ini menjadi pemantik bahwa membangun rumah bukan sekadar urusan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keselamatan,&amp;quot; ujar Verna.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut, berdasarkan perkembangan data di lapangan, korban meninggal dunia akibat gempa Poso bertambah satu orang.&#13;
&#13;
Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8), dan berdampak pada sejumlah bangunan, salah satunya sebuah gereja yang saat itu tengah menggelar ibadah pagi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga total korban meninggal dunia kini berjumlah dua orang,&amp;quot; kata Suharyanto, Selasa (19/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Diketahui korban meninggal dunia sebelumnya dalam kondisi kritis dan sempat dirawat di RSUD Poso,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto menjelaskan, saat gempa terjadi para jemaat tengah mengikuti ibadah pagi. Sejumlah jemaat tertimpa material kayu dan batako dari bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi. &amp;quot;Untuk luka berat tercatat sembilan orang dan luka ringan 32 orang,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Pemerintah Daerah melalui Bupati Poso Verna G.M. Inkiriwang menetapkan status tanggap darurat pascagempa di Kabupaten Poso. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan No. 100.3.3.2/0580/2025 tentang status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 24 hari, terhitung 18 Agustus hingga 31 Agustus 2025. Keputusan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam penanganan darurat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Verna juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mempertimbangkan masukan dari BNPB mengenai penguatan struktur bangunan, salah satunya dengan melapisi tembok menggunakan kawat anyam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerusakan bangunan yang luas, runtuhnya struktur, hingga jatuhnya korban jiwa hampir selalu berasal dari rumah-rumah yang tidak memenuhi kaidah bangunan tahan gempa. Ini menjadi pemantik bahwa membangun rumah bukan sekadar urusan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keselamatan,&amp;quot; ujar Verna.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
