<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono Akan Perbanyak Jembatan Buka-Tutup untuk Normalisasi Sungai Jakarta</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana memperbanyak pembangunan jembatan buka-tutup seperti Jembatan Antar Kampung (JAK) Gandaria, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah akses masuk alat berat saat pengerukan kali kecil tanpa mengganggu mobilitas warga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/20/338/3164218/pramono-akan-perbanyak-jembatan-buka-tutup-untuk-normalisasi-sungai-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/20/338/3164218/pramono-akan-perbanyak-jembatan-buka-tutup-untuk-normalisasi-sungai-jakarta"/><item><title>Pramono Akan Perbanyak Jembatan Buka-Tutup untuk Normalisasi Sungai Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/20/338/3164218/pramono-akan-perbanyak-jembatan-buka-tutup-untuk-normalisasi-sungai-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/20/338/3164218/pramono-akan-perbanyak-jembatan-buka-tutup-untuk-normalisasi-sungai-jakarta</guid><pubDate>Rabu 20 Agustus 2025 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/20/338/3164218/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-6ce2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/20/338/3164218/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-6ce2_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana memperbanyak pembangunan jembatan buka-tutup seperti Jembatan Antar Kampung (JAK) Gandaria, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah akses masuk alat berat saat pengerukan kali kecil tanpa mengganggu mobilitas warga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama untuk jembatan di Gandaria, kebetulan sebelum pembangunan dimulai memang sudah berkonsultasi dengan kami. Ke depan, di Jakarta akan dibangun jembatan-jembatan seperti itu,&amp;quot; kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa dibuat? Agar ekskavator kecil bisa masuk ke sungai-sungai di kawasan padat penduduk. Dengan demikian, pengerukan yang sekarang dilakukan di Tanah Abang, Gandaria, dan wilayah lain bisa berjalan lancar. Karena itu, jumlah jembatan semacam ini akan kami perbanyak,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pernah mengusulkan pembangunan jembatan buka-tutup untuk mempermudah normalisasi sungai. Menurutnya, keberadaan jembatan permanen kerap menghambat masuknya alat berat ke aliran sungai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, seharusnya seluruh wilayah diperhatikan. Hanya saja tingkat kesulitannya berbeda-beda. Ini yang pernah saya sampaikan ke Kadis SDA. Misalnya di wilayah kecil, alat berat untuk mengeruk sungai sulit sekali masuk. Itu kendalanya,&amp;quot; ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Senin (11/8).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rano menambahkan, banyaknya jembatan di atas aliran sungai Jakarta membuat mobilitas alat berat semakin terbatas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anda bisa bayangkan, alat berat (beko) untuk masuk saja sudah susah. Kalau mau digeser, harus pindah lagi. Itu juga jadi kendala. Makanya, saya usulkan jembatan yang bisa buka-tutup. Bukan bercanda, tapi memang solusinya begitu,&amp;quot; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana memperbanyak pembangunan jembatan buka-tutup seperti Jembatan Antar Kampung (JAK) Gandaria, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah akses masuk alat berat saat pengerukan kali kecil tanpa mengganggu mobilitas warga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama untuk jembatan di Gandaria, kebetulan sebelum pembangunan dimulai memang sudah berkonsultasi dengan kami. Ke depan, di Jakarta akan dibangun jembatan-jembatan seperti itu,&amp;quot; kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa dibuat? Agar ekskavator kecil bisa masuk ke sungai-sungai di kawasan padat penduduk. Dengan demikian, pengerukan yang sekarang dilakukan di Tanah Abang, Gandaria, dan wilayah lain bisa berjalan lancar. Karena itu, jumlah jembatan semacam ini akan kami perbanyak,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pernah mengusulkan pembangunan jembatan buka-tutup untuk mempermudah normalisasi sungai. Menurutnya, keberadaan jembatan permanen kerap menghambat masuknya alat berat ke aliran sungai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, seharusnya seluruh wilayah diperhatikan. Hanya saja tingkat kesulitannya berbeda-beda. Ini yang pernah saya sampaikan ke Kadis SDA. Misalnya di wilayah kecil, alat berat untuk mengeruk sungai sulit sekali masuk. Itu kendalanya,&amp;quot; ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Senin (11/8).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rano menambahkan, banyaknya jembatan di atas aliran sungai Jakarta membuat mobilitas alat berat semakin terbatas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anda bisa bayangkan, alat berat (beko) untuk masuk saja sudah susah. Kalau mau digeser, harus pindah lagi. Itu juga jadi kendala. Makanya, saya usulkan jembatan yang bisa buka-tutup. Bukan bercanda, tapi memang solusinya begitu,&amp;quot; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
