<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Staf Khusus Jaksa Agung Ditangkap!</title><description>Devon Hogan Flanagan, Staf Khusus Jaksa Agung Rhode Island ditangkap polisi karena masuk tanpa izin. Ia mengaku sebagai Jaksa Agung dan mengancam petugas. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/21/18/3164428/staf-khusus-jaksa-agung-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/21/18/3164428/staf-khusus-jaksa-agung-ditangkap"/><item><title>Staf Khusus Jaksa Agung Ditangkap!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/21/18/3164428/staf-khusus-jaksa-agung-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/21/18/3164428/staf-khusus-jaksa-agung-ditangkap</guid><pubDate>Kamis 21 Agustus 2025 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Zen Teguh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/21/18/3164428/stafsus_jagung-ncTd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stafsus Jaksa Agung Rhode Island, AS, Devon Hogan Flanagan ditangkap polisi di luar sebuah restoran. (Foto: Okezone/ilustrasi).</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/21/18/3164428/stafsus_jagung-ncTd_large.jpg</image><title>Stafsus Jaksa Agung Rhode Island, AS, Devon Hogan Flanagan ditangkap polisi di luar sebuah restoran. (Foto: Okezone/ilustrasi).</title></images><description>RHODE ISLAND&amp;ndash; Rekaman video menunjukkan staf khusus Jaksa Agung ditangkap aparat kepolisian viral di media sosial, Kamis (21/8/2025). Staf perempuan yang juga seorang jaksa itu kini sedang dalam penyelidikan.&#13;
&#13;
Devon Flanagan, asisten khusus Jaksa Agung Negara Bagian Rhode Island, Amerika Serikat, Peter Neronha, ditangkap di luar restoran oleh kepolisian Newport pada 14 Agustus lalu. Menurut penegak hukum, dia dituduh masuk tanpa izin.&#13;
&#13;
Namun masalah mencuat ketika Flanagan tahu polisi yang menangkapnya menyalakan kamera yang menempel pada tubuh mereka. Saat direkam, dia pun murka dan memerintahkan agar kamera itu dimatikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya Jaksa Agung. Saya Jaksa Agung,&amp;quot; kata dia berulang kali, sebagaimana dilaporkan AP.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika petugas mengatakan Flanagan dan orang-orang yang bersamanya masuk tanpa izin, hal itu seketika disangkal. &amp;quot;Kami tidak masuk tanpa izin. Anda belum memberi tahu kami bahwa kami masuk tanpa izin,&amp;quot; ucap Flanagan emosional.&#13;
&#13;
Investigasi Internal&#13;
&#13;
Meski mengaku sebagai Jaksa Agung, polisi tak peduli. Mereka tetap memasukkan jaksa itu ke mobil patroli. Pada momen ini ucapan Flanagan yang terekam kamera jadi sorotan. &amp;ldquo;Sobat, kau akan menyesali ini. Kau akan menyesalinya.&amp;quot;&#13;
&#13;
Kejaksaan Agung Rhode Island mengakui Flanagan sebagai staf mereka. Dia telah bekerja di kantor hukum tertinggi negara bagian tersebut selama hampir 7 tahun dan saat ini ditugaskan di unit banding divisi kriminal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru bicara Kejaksaan Agung mengatakan mereka sedang meninjau insiden tersebut dan menolak berkomentar lebih lanjut, dengan alasan alasan personal. Sementara itu dalam wawancara dengan WPRO Jaksa Agung Peter Neronha mengatakan Flanagan &amp;quot;akan mengambil beberapa langkah&amp;quot; untuk menangani penangkapan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk meminta maaf kepada kepolisian Newport,&amp;rdquo; ujarnya. Kendati demikian Neronha menegaskan belum ada keputusan yang diambil terkait disiplin anak buahnya itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lihat, dia menempatkan saya dalam posisi yang buruk. Dia mempermalukan dirinya sendiri, mempermalukan dirinya sendiri, memperlakukan Departemen Kepolisian Newport dengan buruk,&amp;quot; kata Neronha.&#13;
</description><content:encoded>RHODE ISLAND&amp;ndash; Rekaman video menunjukkan staf khusus Jaksa Agung ditangkap aparat kepolisian viral di media sosial, Kamis (21/8/2025). Staf perempuan yang juga seorang jaksa itu kini sedang dalam penyelidikan.&#13;
&#13;
Devon Flanagan, asisten khusus Jaksa Agung Negara Bagian Rhode Island, Amerika Serikat, Peter Neronha, ditangkap di luar restoran oleh kepolisian Newport pada 14 Agustus lalu. Menurut penegak hukum, dia dituduh masuk tanpa izin.&#13;
&#13;
Namun masalah mencuat ketika Flanagan tahu polisi yang menangkapnya menyalakan kamera yang menempel pada tubuh mereka. Saat direkam, dia pun murka dan memerintahkan agar kamera itu dimatikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya Jaksa Agung. Saya Jaksa Agung,&amp;quot; kata dia berulang kali, sebagaimana dilaporkan AP.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika petugas mengatakan Flanagan dan orang-orang yang bersamanya masuk tanpa izin, hal itu seketika disangkal. &amp;quot;Kami tidak masuk tanpa izin. Anda belum memberi tahu kami bahwa kami masuk tanpa izin,&amp;quot; ucap Flanagan emosional.&#13;
&#13;
Investigasi Internal&#13;
&#13;
Meski mengaku sebagai Jaksa Agung, polisi tak peduli. Mereka tetap memasukkan jaksa itu ke mobil patroli. Pada momen ini ucapan Flanagan yang terekam kamera jadi sorotan. &amp;ldquo;Sobat, kau akan menyesali ini. Kau akan menyesalinya.&amp;quot;&#13;
&#13;
Kejaksaan Agung Rhode Island mengakui Flanagan sebagai staf mereka. Dia telah bekerja di kantor hukum tertinggi negara bagian tersebut selama hampir 7 tahun dan saat ini ditugaskan di unit banding divisi kriminal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru bicara Kejaksaan Agung mengatakan mereka sedang meninjau insiden tersebut dan menolak berkomentar lebih lanjut, dengan alasan alasan personal. Sementara itu dalam wawancara dengan WPRO Jaksa Agung Peter Neronha mengatakan Flanagan &amp;quot;akan mengambil beberapa langkah&amp;quot; untuk menangani penangkapan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk meminta maaf kepada kepolisian Newport,&amp;rdquo; ujarnya. Kendati demikian Neronha menegaskan belum ada keputusan yang diambil terkait disiplin anak buahnya itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lihat, dia menempatkan saya dalam posisi yang buruk. Dia mempermalukan dirinya sendiri, mempermalukan dirinya sendiri, memperlakukan Departemen Kepolisian Newport dengan buruk,&amp;quot; kata Neronha.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
