<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keindahan Asrama Sagara, Taman Misterius di Rimba Kerajaan Majapahit</title><description>Beberapa bangunan di antara Candi Kagenengan dan Asrama Sagara menjadi perhatian Prapanca. Candi Kagenengan bahkan dibahas khusus dalam Nagarakretagama, mengenai keindahan candi makam yang berada di selatan candi Buddha.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/21/337/3164336/keindahan-asrama-sagara-taman-misterius-di-rimba-kerajaan-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/21/337/3164336/keindahan-asrama-sagara-taman-misterius-di-rimba-kerajaan-majapahit"/><item><title>Keindahan Asrama Sagara, Taman Misterius di Rimba Kerajaan Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/21/337/3164336/keindahan-asrama-sagara-taman-misterius-di-rimba-kerajaan-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/21/337/3164336/keindahan-asrama-sagara-taman-misterius-di-rimba-kerajaan-majapahit</guid><pubDate>Kamis 21 Agustus 2025 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/21/337/3164336/peninggalan_kerajaan_majapahit_di_era_raja_hayam_wuruk_salah_satunya_berupa_kawasan_candi_sumberawan-JmIK_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Peninggalan Kerajaan Majapahit di era Raja Hayam Wuruk salah satunya berupa kawasan Candi Sumberawan (foto: Okezone/Avirista)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/21/337/3164336/peninggalan_kerajaan_majapahit_di_era_raja_hayam_wuruk_salah_satunya_berupa_kawasan_candi_sumberawan-JmIK_large.png</image><title>Peninggalan Kerajaan Majapahit di era Raja Hayam Wuruk salah satunya berupa kawasan Candi Sumberawan (foto: Okezone/Avirista)</title></images><description>KEHIDUPAN sehari-hari Kerajaan Majapahit digambarkan dengan sangat detail oleh Mpu Prapanca, termasuk sejumlah bangunan yang kini sudah hilang.&#13;
&#13;
Beberapa bangunan di antara Candi Kagenengan dan Asrama Sagara menjadi perhatian Prapanca. Candi Kagenengan bahkan dibahas khusus dalam Nagarakretagama, mengenai keindahan candi makam yang berada di selatan candi Buddha.&#13;
&#13;
Candi ini, menurut catatan Prapanca, sempat mengalami kerusakan dan diperbaiki oleh Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu. Sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya &amp;quot;Tafsir Sejarah Nagarakretagama&amp;quot; menyebutkan bahwa candi ini merupakan pemberkahan yang dilakukan oleh pendeta Jnyanawidi, dan dikenal dengan nama Wisesapura.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain Candi Kagenengan, ada satu bangunan menyerupai asrama yang digambarkan oleh Prapanca, bernama Asrama Sagara, yang konon berada di wilayah Majapahit. Pupuh 32 Nagarakretagama menceritakan keindahan asrama ini:&#13;
&#13;
1. Terletak di tengah hutan rimba, di dalam taman yang rimbun.&#13;
&#13;
2. Memiliki pemandian penuh lukisan dongeng, berpagar batu tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Halaman bertepi selokan dipenuhi bunga-bunga seperti naga, andung, karawira, kayu mas, menur, dan kayu puring.&#13;
&#13;
4. Kelapa gading kuning menjuntai di sudut, menambah pesona yang mengharu-biru pandangan.&#13;
&#13;
Asrama Sagara digambarkan berselimut hijau dari dalam dan luar, memberi kesan disiplin yang tinggi bagi para penghuninya&amp;mdash;para pertapa laki-laki, perempuan, tua, dan muda. Mereka digambarkan bijak, luput dari cela dan papa, seolah-olah asrama itu adalah Siwaloka.&#13;
&#13;
Prapanca bahkan menuturkan kesedihan Asrama Sagara saat ditinggalkan oleh Sri Nata Hayam Wuruk, menunjukkan kepiawaian Mpu Prapanca sebagai seorang penyair dan pencatat sejarah.&#13;
</description><content:encoded>KEHIDUPAN sehari-hari Kerajaan Majapahit digambarkan dengan sangat detail oleh Mpu Prapanca, termasuk sejumlah bangunan yang kini sudah hilang.&#13;
&#13;
Beberapa bangunan di antara Candi Kagenengan dan Asrama Sagara menjadi perhatian Prapanca. Candi Kagenengan bahkan dibahas khusus dalam Nagarakretagama, mengenai keindahan candi makam yang berada di selatan candi Buddha.&#13;
&#13;
Candi ini, menurut catatan Prapanca, sempat mengalami kerusakan dan diperbaiki oleh Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu. Sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya &amp;quot;Tafsir Sejarah Nagarakretagama&amp;quot; menyebutkan bahwa candi ini merupakan pemberkahan yang dilakukan oleh pendeta Jnyanawidi, dan dikenal dengan nama Wisesapura.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain Candi Kagenengan, ada satu bangunan menyerupai asrama yang digambarkan oleh Prapanca, bernama Asrama Sagara, yang konon berada di wilayah Majapahit. Pupuh 32 Nagarakretagama menceritakan keindahan asrama ini:&#13;
&#13;
1. Terletak di tengah hutan rimba, di dalam taman yang rimbun.&#13;
&#13;
2. Memiliki pemandian penuh lukisan dongeng, berpagar batu tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Halaman bertepi selokan dipenuhi bunga-bunga seperti naga, andung, karawira, kayu mas, menur, dan kayu puring.&#13;
&#13;
4. Kelapa gading kuning menjuntai di sudut, menambah pesona yang mengharu-biru pandangan.&#13;
&#13;
Asrama Sagara digambarkan berselimut hijau dari dalam dan luar, memberi kesan disiplin yang tinggi bagi para penghuninya&amp;mdash;para pertapa laki-laki, perempuan, tua, dan muda. Mereka digambarkan bijak, luput dari cela dan papa, seolah-olah asrama itu adalah Siwaloka.&#13;
&#13;
Prapanca bahkan menuturkan kesedihan Asrama Sagara saat ditinggalkan oleh Sri Nata Hayam Wuruk, menunjukkan kepiawaian Mpu Prapanca sebagai seorang penyair dan pencatat sejarah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
