<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedagang Pulsa Ditangkap Aparat Gabungan karena Nyambi Jual Obat Terlarang</title><description>Petugas gabungan menggerebek seorang pedagang pulsa berinisial PP di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/23/338/3164910/pedagang-pulsa-ditangkap-aparat-gabungan-karena-nyambi-jual-obat-terlarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/23/338/3164910/pedagang-pulsa-ditangkap-aparat-gabungan-karena-nyambi-jual-obat-terlarang"/><item><title>Pedagang Pulsa Ditangkap Aparat Gabungan karena Nyambi Jual Obat Terlarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/23/338/3164910/pedagang-pulsa-ditangkap-aparat-gabungan-karena-nyambi-jual-obat-terlarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/23/338/3164910/pedagang-pulsa-ditangkap-aparat-gabungan-karena-nyambi-jual-obat-terlarang</guid><pubDate>Sabtu 23 Agustus 2025 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/23/338/3164910/grebek-vlie_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas gabungan menggerebek seorang pedagang pulsa/Foto: Arie Sandita-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/23/338/3164910/grebek-vlie_large.jpg</image><title>Petugas gabungan menggerebek seorang pedagang pulsa/Foto: Arie Sandita-Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Petugas gabungan menggerebek seorang pedagang pulsa berinisial PP di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.&amp;nbsp;Penggerebekan itu didasari keresahan warga dengan dugaan peredaran obat-obatan terlarang.&#13;
&#13;
Camat Jagakarsa, Santoso, mengatakan awalnya warga mengadu tentang adanya dugaan peredaran obat terlarang. Atas laporan tersebut, Satpol PP, Babinkamtibmas, FKDM, LMK, Puskesmas, hingga tokoh masyarakat mendatangi lokasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat dilakukan penggerebekan di kios penjual pulsa, kedapatan (pelaku) menjual obat-obatan terlarang tanpa resep dokter,&amp;quot; ujar Santoso kepada wartawan, Sabtu (23/8/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, penertiban obat-obatan terlarang tanpa izin di wilayah Jagakarsa itu mengacu pada Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pedagang pulsa itu lantas dilarang untuk kembali menjual obat-obatan tanpa resep dokter di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada ratusan barang bukti obat-obatan terlarang yang langsung dimusnahkan di tempat. Pedagangnya didata, diimbau, dan dilarang agar tidak kembali berjualan obat tanpa resep dokter itu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kepada petugas, pelaku mengaku baru berdagang pulsa dan obat-obatan tersebut. Santoso pun meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan kasus serupa di wilayah Jagakarsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Obat terlarang yang dijual tanpa resep dokter itu bisa berdampak negatif, apalagi sampai disalahgunakan oleh remaja yang tidak tahu asal mengonsumsi saja obat itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dalam penggerebekan itu, petugas gabungan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:&#13;
&#13;
Tramadol: 597 tablet&#13;
THP: 236 tablet&#13;
Diazepam 5 mg: 16 tablet&#13;
Metifenidat 10 mg: 10 tablet&#13;
Alprazolam 0,5 mg: 22 tablet&#13;
Alprazolam 1 mg: 87 tablet&#13;
Clonazepam 2 mg: 13 tablet&#13;
Lorazepam 2 mg: 16 tablet&#13;
Estazolam 2 mg: 14 tablet&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Petugas gabungan menggerebek seorang pedagang pulsa berinisial PP di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.&amp;nbsp;Penggerebekan itu didasari keresahan warga dengan dugaan peredaran obat-obatan terlarang.&#13;
&#13;
Camat Jagakarsa, Santoso, mengatakan awalnya warga mengadu tentang adanya dugaan peredaran obat terlarang. Atas laporan tersebut, Satpol PP, Babinkamtibmas, FKDM, LMK, Puskesmas, hingga tokoh masyarakat mendatangi lokasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat dilakukan penggerebekan di kios penjual pulsa, kedapatan (pelaku) menjual obat-obatan terlarang tanpa resep dokter,&amp;quot; ujar Santoso kepada wartawan, Sabtu (23/8/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, penertiban obat-obatan terlarang tanpa izin di wilayah Jagakarsa itu mengacu pada Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pedagang pulsa itu lantas dilarang untuk kembali menjual obat-obatan tanpa resep dokter di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada ratusan barang bukti obat-obatan terlarang yang langsung dimusnahkan di tempat. Pedagangnya didata, diimbau, dan dilarang agar tidak kembali berjualan obat tanpa resep dokter itu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kepada petugas, pelaku mengaku baru berdagang pulsa dan obat-obatan tersebut. Santoso pun meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan kasus serupa di wilayah Jagakarsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Obat terlarang yang dijual tanpa resep dokter itu bisa berdampak negatif, apalagi sampai disalahgunakan oleh remaja yang tidak tahu asal mengonsumsi saja obat itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dalam penggerebekan itu, petugas gabungan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:&#13;
&#13;
Tramadol: 597 tablet&#13;
THP: 236 tablet&#13;
Diazepam 5 mg: 16 tablet&#13;
Metifenidat 10 mg: 10 tablet&#13;
Alprazolam 0,5 mg: 22 tablet&#13;
Alprazolam 1 mg: 87 tablet&#13;
Clonazepam 2 mg: 13 tablet&#13;
Lorazepam 2 mg: 16 tablet&#13;
Estazolam 2 mg: 14 tablet&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
