<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HPJI Gelar Insight Talk 2025, Bahas Bisnis Jalan Tol&amp;nbsp;di Masa Volatilitas Ekonomi</title><description>HPJI yang didukung oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. gelar Insight Talk 2025 sebagai wadah untuk berbagi pengetahuan secara berkala terkait pengembangan bisnis jalan tol di masa volatilitas ekonomi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/23/340/3164918/hpji-gelar-insight-talk-2025-bahas-bisnis-jalan-tol-nbsp-di-masa-volatilitas-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/23/340/3164918/hpji-gelar-insight-talk-2025-bahas-bisnis-jalan-tol-nbsp-di-masa-volatilitas-ekonomi"/><item><title>HPJI Gelar Insight Talk 2025, Bahas Bisnis Jalan Tol&amp;nbsp;di Masa Volatilitas Ekonomi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/23/340/3164918/hpji-gelar-insight-talk-2025-bahas-bisnis-jalan-tol-nbsp-di-masa-volatilitas-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/23/340/3164918/hpji-gelar-insight-talk-2025-bahas-bisnis-jalan-tol-nbsp-di-masa-volatilitas-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 23 Agustus 2025 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Anindita Trinoviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/23/340/3164918/jasa_marga_insight_talk-3Dkd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">HPJI&amp;nbsp;bersama Jasa Marga gelar Insight&amp;nbsp;Talk 2025. (Foto: dok Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/23/340/3164918/jasa_marga_insight_talk-3Dkd_large.jpg</image><title>HPJI&amp;nbsp;bersama Jasa Marga gelar Insight&amp;nbsp;Talk 2025. (Foto: dok Jasa Marga)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) melalui Bidang II Investasi&amp;nbsp;dan Pembiayaan Jalan yang&amp;nbsp;didukung oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyelenggarakan Insight&amp;nbsp;Talk 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Agenda bertemakan&amp;nbsp;&amp;ldquo;Menguatkan Pilar Ekonomi Lewat Infrastruktur: Membangun Bisnis Jalan&amp;nbsp;Tol Tangguh di Masa Volatilitas Perekonomian&amp;rdquo;&amp;nbsp;ini digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC),&amp;nbsp;pada 20&amp;ndash;21 Agustus 2025.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
HPJI sebagai salah satu organisasi profesi yang membidangi investasi, pengembangan, serta&amp;nbsp;konstruksi jalan dan jembatan di tanah air, mengelar Insight Talk 2025 sebagai wadah&amp;nbsp;Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) serta berbagi pengetahuan secara berkala&amp;nbsp;dengan profesional, akademisi, dan masyarakat umum terkait pengembangan bisnis jalan tol di&amp;nbsp;masa volatilitas ekonomi saat ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU)&amp;nbsp; yang diwakili oleh Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Ni Komang Rasminiati, Direktur Jenderal&amp;nbsp; Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra, Kepala Badan Pengatur&amp;nbsp;Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU yang diwakili oleh Anggota BPJT Unsur Pemangku&amp;nbsp;Kepentingan Sonny Sulaksono Wibowo, dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono&amp;nbsp;Junoasmono.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Turut hadir Direktur Utama Jasa Marga Rivan A&amp;nbsp;Purwantono, Direktur Pengembangan Usaha&amp;nbsp;Jasa Marga M. Agus Setiawan, Direktur Operasi dan Layanan Jasa Marga Fitri Wiyanti, Direktur&amp;nbsp;Human Capital dan&amp;nbsp;Transformasi Jasa Marga Yoga Tri Anggoro, Ketua HPJI Hedy Rahadian,&amp;nbsp;Sekretaris Jenderal HPJI Heddy Rohandi Agah, jajaran pengurus HPJI, serta para peserta yang&amp;nbsp;hadir dari berbagai latar belakang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Utama Jasa Marga&amp;nbsp;Rivan A&amp;nbsp;Purwantono membuka acara dengan pidato bertajuk&amp;nbsp;&amp;ldquo;Peran Pengusaha Jalan Tol dalam Menghadapi Tantangan Bisnis di Masa Volatilitas Ekonomi&amp;rdquo;.&amp;nbsp;Ia menegaskan pentingnya pengelolaan usaha jalan tol yang tangguh, adaptif, serta responsif&amp;nbsp;terhadap perubahan situasi ekonomi global maupun domestik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bisnis jalan tol adalah bisnis&amp;nbsp;jangka panjang. Dengan ketidakpastian ekonomi saat ini, kami dituntut untuk bukan hanya&amp;nbsp;menjaga stabilitas operasional, tetapi juga mampu menyiapkan strategi yang antisipatif, sehingga&amp;nbsp;jalan tol tetap menjadi tulang punggung konektivitas nasional,&amp;rdquo; ujar Rivan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rivan juga menekankan pentingnya kegiatan ini tidak hanya sebagai forum berbagi pengetahuan,&amp;nbsp;tetapi juga sebagai langkah nyata dalam memperkuat kompetensi profesional di bidang&amp;nbsp;pengusahaan dan pengelolaan jalan tol. Menurut Rivan, peningkatan kapabilitas sumber daya&amp;nbsp;manusia merupakan fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan industri jalan tol di&amp;nbsp;Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini tidak hanya sekadar acara yang diisi dengan kontribusi para narasumber, tetapi juga&amp;nbsp; menjadi bagian dari pembekalan sertifikasi yang sangat penting untuk peningkatan kapabilitas&amp;nbsp;dan mengakselerasi kompetensi di bidang pengusahaan maupun pengelolaan jalan tol,&amp;rdquo; ucap&amp;nbsp;Rivan.&#13;
&#13;
Acara&amp;nbsp;secara resmi dibuka oleh Sekretaris BPJT Kementerian PU Ni Komang&amp;nbsp;Rasminiati, yang menekankan bahwa forum ini diharapkan dapat menjadi wadah strategis untuk&amp;nbsp;memperkuat kolaborasi lintas lembaga dan pelaku usaha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tema Insight Talk kali ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan infrastruktur jalan tol&amp;nbsp; di Indonesia karena memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses bisnis jalan tol, mulai&amp;nbsp; dari perencanaan, pembangunan, hingga pengoperasian, termasuk kebijakan yang berlaku serta&amp;nbsp; aspek pembiayaan infrastruktur. Diskusi yang berlangsung hari ini diharapkan menjadi wadah&amp;nbsp; diskusi dan kolaborasi bagi para stakeholder terkait untuk meningkatkan iklim bisnis jalan tol di&amp;nbsp; masa konektivitas ekonomi saat ini,&amp;rdquo; kata&amp;nbsp;Komang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keynote Speech disampaikan oleh Ketua Umum HPJI, Hedy Rahadian dengan tema &amp;ldquo;Penguatan&amp;nbsp; Pilar Ekonomi melalui Pengembangan Infrastruktur Jalan Tol dan Penguatan Kompetensi Sumber&amp;nbsp; Daya Manusia (SDM) Jalan Indonesia&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Hedy menjelaskan bahwa&amp;nbsp;penguatan bisnis jalan tol tidak hanya dapat diukur dari sisi investasi, tetapi juga harus ditopang&amp;nbsp;dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu mengelola infrastruktur&amp;nbsp; secara efisien dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;HPJI memandang pentingnya peran SDM yang andal untuk&amp;nbsp;memastikan keberlangsungan investasi jalan tol. Tanpa SDM yang adatif dan kompeten, sulit bagi&amp;nbsp;kita untuk menghadapi gejolak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan&amp;nbsp;infrastruktur,&amp;quot; tutur&amp;nbsp;Hedy.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diskusi panel hari pertama diisi oleh sejumlah pejabat Kementerian PU dan jajaran manajemen&amp;nbsp;Jasa Marga. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur, Rachman Arief Dienaputra&amp;nbsp;memaparkan mengenai&amp;nbsp;kebijakan dan skema pembiayaan jalan tol di Indonesia dengan menekankan perlunya instrumen&amp;nbsp; pendanaan jangka panjang yang dapat memperkuat kelayakan investasi.&#13;
&#13;
Anggota Badan&amp;nbsp;Pengatur Jalan Tol Unsur Pemangku Kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo&amp;nbsp;melanjutkan&amp;nbsp; pembahasan dengan topik kebijakan jalan tol berbasis nilai tambah dan integrasi layanan, yang&amp;nbsp; menurutnya menjadi kunci agar jalan tol dapat bersinergi dengan pembangunan wilayah dan&amp;nbsp;mendukung daya saing nasional.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kementerian&amp;nbsp;PU, Triono Junoasmono&amp;nbsp;menekankan peran pemerintah dalam mendorong pembangunan&amp;nbsp;infrastruktur berkelanjutan yang inklusif, sementara Direktur Operasi Jasa Marga&amp;nbsp;Fitri Wiyanti&amp;nbsp;memaparkan strategi manajemen pengoperasian jalan tol yang berfokus pada kualitas pelayanan&amp;nbsp;dan efisiensi operasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masih di hari pertama, peserta diajak melakukan kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command&amp;nbsp;Center, pusat kendali operasi jalan tol yang dilengkapi sistem pemantauan lalu lintas modern.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kesempatan ini, Direktur Teknologi Informasi PT Jasamarga Tollroad Operator, Shandy&amp;nbsp;Maulana Haris, memaparkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam&amp;nbsp;pengoperasian jalan tol.&#13;
&#13;
Shandy menjelaskan bagaimana teknologi ini membantu meningkatkan&amp;nbsp; kecepatan pengambilan keputusan, memperkuat sistem prediksi lalu lintas, dan memperbaiki&amp;nbsp; respons layanan bagi pengguna jalan tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hari kedua dilanjutkan dengan Insight Talk yang berfokus pada pengembangan bisnis konsesi&amp;nbsp;dan manajemen aset jalan tol. Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga&amp;nbsp;M&amp;nbsp;Agus&amp;nbsp;Setiawan&amp;nbsp;menguraikan strategi pengembangan bisnis konsesi sekaligus prospektif jalan tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Topik ini dilanjutkan dengan paparan dari Direktur Operasi PT Jasamarga Tollroad Maintenance&amp;nbsp;Adhi Kristiawan, yang menjelaskan manajemen preservasi jalan tol sebagai upaya menjaga&amp;nbsp;kualitas infrastruktur agar tetap layak digunakan sepanjang umur konsesi. Direktur Proyek&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Konstruksi dan&amp;nbsp;Pengembangan Bisnis PT Jasamarga Tollroad Maintenance&amp;nbsp;Linda Pakpahan,&amp;nbsp;kemudian menyoroti optimalisasi teknologi dalam preservasi, termasuk penggunaan sistem&amp;nbsp; Hawkeye dan Bridge Inspection untuk memantau kondisi jalan dan jembatan secara real-time,&amp;nbsp;sehingga efisiensi pemeliharaan dapat tercapai.&#13;
&#13;
Diskusi hari kedua ditutup dengan paparan dari&amp;nbsp;Direktur Bisnis Fasilitas Jalan Tol PT Jasamarga Related Business, Bimo Esmunantyo, yang&amp;nbsp;mengulas potensi bisnis rest area sebagai pusat layanan terpadu yang tidak hanya menopang&amp;nbsp;kebutuhan pengguna jalan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sepanjang koridor&amp;nbsp; jalan tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, sesi panel ini memberikan wawasan yang komprehensif bagi peserta&amp;nbsp;tentang berbagai aspek bisnis jalan tol. Diharapkan, pemahaman ini akan mendorong kolaborasi&amp;nbsp;yang lebih kuat di antara para pemangku kepentingan untuk mencapai keberlanjutan bisnis jalan&amp;nbsp;tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui rangkaian Insight Talk 2025, seluruh narasumber sepakat bahwa ketahanan bisnis jalan&amp;nbsp;tol di tengah volatilitas ekonomi hanya dapat dicapai dengan kombinasi kebijakan pendanaan&amp;nbsp;yang mendukung, strategi investasi yang adaptif, pemanfaatan teknologi inovatif, dan&amp;nbsp;peningkatan kapasitas sumber daya manusia.&#13;
&#13;
HPJI bersama Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai katalis dalam membangun ekosistem jalan tol yang&amp;nbsp;efisien, tangguh, dan berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) melalui Bidang II Investasi&amp;nbsp;dan Pembiayaan Jalan yang&amp;nbsp;didukung oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyelenggarakan Insight&amp;nbsp;Talk 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Agenda bertemakan&amp;nbsp;&amp;ldquo;Menguatkan Pilar Ekonomi Lewat Infrastruktur: Membangun Bisnis Jalan&amp;nbsp;Tol Tangguh di Masa Volatilitas Perekonomian&amp;rdquo;&amp;nbsp;ini digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC),&amp;nbsp;pada 20&amp;ndash;21 Agustus 2025.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
HPJI sebagai salah satu organisasi profesi yang membidangi investasi, pengembangan, serta&amp;nbsp;konstruksi jalan dan jembatan di tanah air, mengelar Insight Talk 2025 sebagai wadah&amp;nbsp;Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) serta berbagi pengetahuan secara berkala&amp;nbsp;dengan profesional, akademisi, dan masyarakat umum terkait pengembangan bisnis jalan tol di&amp;nbsp;masa volatilitas ekonomi saat ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU)&amp;nbsp; yang diwakili oleh Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Ni Komang Rasminiati, Direktur Jenderal&amp;nbsp; Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra, Kepala Badan Pengatur&amp;nbsp;Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU yang diwakili oleh Anggota BPJT Unsur Pemangku&amp;nbsp;Kepentingan Sonny Sulaksono Wibowo, dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono&amp;nbsp;Junoasmono.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Turut hadir Direktur Utama Jasa Marga Rivan A&amp;nbsp;Purwantono, Direktur Pengembangan Usaha&amp;nbsp;Jasa Marga M. Agus Setiawan, Direktur Operasi dan Layanan Jasa Marga Fitri Wiyanti, Direktur&amp;nbsp;Human Capital dan&amp;nbsp;Transformasi Jasa Marga Yoga Tri Anggoro, Ketua HPJI Hedy Rahadian,&amp;nbsp;Sekretaris Jenderal HPJI Heddy Rohandi Agah, jajaran pengurus HPJI, serta para peserta yang&amp;nbsp;hadir dari berbagai latar belakang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Utama Jasa Marga&amp;nbsp;Rivan A&amp;nbsp;Purwantono membuka acara dengan pidato bertajuk&amp;nbsp;&amp;ldquo;Peran Pengusaha Jalan Tol dalam Menghadapi Tantangan Bisnis di Masa Volatilitas Ekonomi&amp;rdquo;.&amp;nbsp;Ia menegaskan pentingnya pengelolaan usaha jalan tol yang tangguh, adaptif, serta responsif&amp;nbsp;terhadap perubahan situasi ekonomi global maupun domestik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bisnis jalan tol adalah bisnis&amp;nbsp;jangka panjang. Dengan ketidakpastian ekonomi saat ini, kami dituntut untuk bukan hanya&amp;nbsp;menjaga stabilitas operasional, tetapi juga mampu menyiapkan strategi yang antisipatif, sehingga&amp;nbsp;jalan tol tetap menjadi tulang punggung konektivitas nasional,&amp;rdquo; ujar Rivan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rivan juga menekankan pentingnya kegiatan ini tidak hanya sebagai forum berbagi pengetahuan,&amp;nbsp;tetapi juga sebagai langkah nyata dalam memperkuat kompetensi profesional di bidang&amp;nbsp;pengusahaan dan pengelolaan jalan tol. Menurut Rivan, peningkatan kapabilitas sumber daya&amp;nbsp;manusia merupakan fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan industri jalan tol di&amp;nbsp;Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini tidak hanya sekadar acara yang diisi dengan kontribusi para narasumber, tetapi juga&amp;nbsp; menjadi bagian dari pembekalan sertifikasi yang sangat penting untuk peningkatan kapabilitas&amp;nbsp;dan mengakselerasi kompetensi di bidang pengusahaan maupun pengelolaan jalan tol,&amp;rdquo; ucap&amp;nbsp;Rivan.&#13;
&#13;
Acara&amp;nbsp;secara resmi dibuka oleh Sekretaris BPJT Kementerian PU Ni Komang&amp;nbsp;Rasminiati, yang menekankan bahwa forum ini diharapkan dapat menjadi wadah strategis untuk&amp;nbsp;memperkuat kolaborasi lintas lembaga dan pelaku usaha.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tema Insight Talk kali ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan infrastruktur jalan tol&amp;nbsp; di Indonesia karena memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses bisnis jalan tol, mulai&amp;nbsp; dari perencanaan, pembangunan, hingga pengoperasian, termasuk kebijakan yang berlaku serta&amp;nbsp; aspek pembiayaan infrastruktur. Diskusi yang berlangsung hari ini diharapkan menjadi wadah&amp;nbsp; diskusi dan kolaborasi bagi para stakeholder terkait untuk meningkatkan iklim bisnis jalan tol di&amp;nbsp; masa konektivitas ekonomi saat ini,&amp;rdquo; kata&amp;nbsp;Komang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keynote Speech disampaikan oleh Ketua Umum HPJI, Hedy Rahadian dengan tema &amp;ldquo;Penguatan&amp;nbsp; Pilar Ekonomi melalui Pengembangan Infrastruktur Jalan Tol dan Penguatan Kompetensi Sumber&amp;nbsp; Daya Manusia (SDM) Jalan Indonesia&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Hedy menjelaskan bahwa&amp;nbsp;penguatan bisnis jalan tol tidak hanya dapat diukur dari sisi investasi, tetapi juga harus ditopang&amp;nbsp;dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu mengelola infrastruktur&amp;nbsp; secara efisien dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;HPJI memandang pentingnya peran SDM yang andal untuk&amp;nbsp;memastikan keberlangsungan investasi jalan tol. Tanpa SDM yang adatif dan kompeten, sulit bagi&amp;nbsp;kita untuk menghadapi gejolak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan&amp;nbsp;infrastruktur,&amp;quot; tutur&amp;nbsp;Hedy.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diskusi panel hari pertama diisi oleh sejumlah pejabat Kementerian PU dan jajaran manajemen&amp;nbsp;Jasa Marga. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur, Rachman Arief Dienaputra&amp;nbsp;memaparkan mengenai&amp;nbsp;kebijakan dan skema pembiayaan jalan tol di Indonesia dengan menekankan perlunya instrumen&amp;nbsp; pendanaan jangka panjang yang dapat memperkuat kelayakan investasi.&#13;
&#13;
Anggota Badan&amp;nbsp;Pengatur Jalan Tol Unsur Pemangku Kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo&amp;nbsp;melanjutkan&amp;nbsp; pembahasan dengan topik kebijakan jalan tol berbasis nilai tambah dan integrasi layanan, yang&amp;nbsp; menurutnya menjadi kunci agar jalan tol dapat bersinergi dengan pembangunan wilayah dan&amp;nbsp;mendukung daya saing nasional.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kementerian&amp;nbsp;PU, Triono Junoasmono&amp;nbsp;menekankan peran pemerintah dalam mendorong pembangunan&amp;nbsp;infrastruktur berkelanjutan yang inklusif, sementara Direktur Operasi Jasa Marga&amp;nbsp;Fitri Wiyanti&amp;nbsp;memaparkan strategi manajemen pengoperasian jalan tol yang berfokus pada kualitas pelayanan&amp;nbsp;dan efisiensi operasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Masih di hari pertama, peserta diajak melakukan kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command&amp;nbsp;Center, pusat kendali operasi jalan tol yang dilengkapi sistem pemantauan lalu lintas modern.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kesempatan ini, Direktur Teknologi Informasi PT Jasamarga Tollroad Operator, Shandy&amp;nbsp;Maulana Haris, memaparkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam&amp;nbsp;pengoperasian jalan tol.&#13;
&#13;
Shandy menjelaskan bagaimana teknologi ini membantu meningkatkan&amp;nbsp; kecepatan pengambilan keputusan, memperkuat sistem prediksi lalu lintas, dan memperbaiki&amp;nbsp; respons layanan bagi pengguna jalan tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hari kedua dilanjutkan dengan Insight Talk yang berfokus pada pengembangan bisnis konsesi&amp;nbsp;dan manajemen aset jalan tol. Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga&amp;nbsp;M&amp;nbsp;Agus&amp;nbsp;Setiawan&amp;nbsp;menguraikan strategi pengembangan bisnis konsesi sekaligus prospektif jalan tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Topik ini dilanjutkan dengan paparan dari Direktur Operasi PT Jasamarga Tollroad Maintenance&amp;nbsp;Adhi Kristiawan, yang menjelaskan manajemen preservasi jalan tol sebagai upaya menjaga&amp;nbsp;kualitas infrastruktur agar tetap layak digunakan sepanjang umur konsesi. Direktur Proyek&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Konstruksi dan&amp;nbsp;Pengembangan Bisnis PT Jasamarga Tollroad Maintenance&amp;nbsp;Linda Pakpahan,&amp;nbsp;kemudian menyoroti optimalisasi teknologi dalam preservasi, termasuk penggunaan sistem&amp;nbsp; Hawkeye dan Bridge Inspection untuk memantau kondisi jalan dan jembatan secara real-time,&amp;nbsp;sehingga efisiensi pemeliharaan dapat tercapai.&#13;
&#13;
Diskusi hari kedua ditutup dengan paparan dari&amp;nbsp;Direktur Bisnis Fasilitas Jalan Tol PT Jasamarga Related Business, Bimo Esmunantyo, yang&amp;nbsp;mengulas potensi bisnis rest area sebagai pusat layanan terpadu yang tidak hanya menopang&amp;nbsp;kebutuhan pengguna jalan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sepanjang koridor&amp;nbsp; jalan tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, sesi panel ini memberikan wawasan yang komprehensif bagi peserta&amp;nbsp;tentang berbagai aspek bisnis jalan tol. Diharapkan, pemahaman ini akan mendorong kolaborasi&amp;nbsp;yang lebih kuat di antara para pemangku kepentingan untuk mencapai keberlanjutan bisnis jalan&amp;nbsp;tol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui rangkaian Insight Talk 2025, seluruh narasumber sepakat bahwa ketahanan bisnis jalan&amp;nbsp;tol di tengah volatilitas ekonomi hanya dapat dicapai dengan kombinasi kebijakan pendanaan&amp;nbsp;yang mendukung, strategi investasi yang adaptif, pemanfaatan teknologi inovatif, dan&amp;nbsp;peningkatan kapasitas sumber daya manusia.&#13;
&#13;
HPJI bersama Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai katalis dalam membangun ekosistem jalan tol yang&amp;nbsp;efisien, tangguh, dan berkelanjutan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
