<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Anak Rusia Ikuti Latihan Militer, Bawa Senjata Asli</title><description>Mereka bergantian berlari dan merangkak tengkurap di atas pasir dan air dangkal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/24/18/3165063/puluhan-anak-rusia-ikuti-latihan-militer-bawa-senjata-asli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/24/18/3165063/puluhan-anak-rusia-ikuti-latihan-militer-bawa-senjata-asli"/><item><title>Puluhan Anak Rusia Ikuti Latihan Militer, Bawa Senjata Asli</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/24/18/3165063/puluhan-anak-rusia-ikuti-latihan-militer-bawa-senjata-asli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/24/18/3165063/puluhan-anak-rusia-ikuti-latihan-militer-bawa-senjata-asli</guid><pubDate>Minggu 24 Agustus 2025 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/24/18/3165063/anak_anak_rusia_latihan_militer-zORK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Puluhan Anak Rusia Ikuti Latihan Militer, Bawa Senjata Asli (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/24/18/3165063/anak_anak_rusia_latihan_militer-zORK_large.jpg</image><title>Puluhan Anak Rusia Ikuti Latihan Militer, Bawa Senjata Asli (Reuters)</title></images><description>ROSTOV - Anak-anak di Rusia mengikuti latihan ala militer. Mereka mengenakan seragam, replika mainan, bahkan ada pula yang membawa senjata asli.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Latihan Militer&#13;
&#13;
Dengan teriakan semangat dari instruktur militer, 83 anak berusia 8-17 tahun mengikuti &amp;quot;pawai rute&amp;quot; di tepi Sungai Don. Mereka bergantian berlari dan merangkak tengkurap di atas pasir dan air dangkal.&#13;
&#13;
Banyak yang mengenakan seragam kamuflase. Beberapa membawa senjata asli, sementara yang lain memegang replika mainan.&#13;
&#13;
Latihan ini diawasi tentara yang pernah ikut serta dalam perang di Ukraina. Latihan ini merupakan bagian dari tren di Rusia untuk mendidik bahkan anak-anak kecil keterampilan guna mempersiapkan mereka untuk dinas militer di masa depan.&#13;
&#13;
Salah satu peserta termuda, Ivan Glushchenko yang berusia 8 tahun, menjawab bagian mana yang paling berkesan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana kami melempar granat tangan dan menembakkan peluru tiruan,&amp;quot; katanya, melansir Reuters, Minggu (24/8/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Anak-anak itu adalah bagian dari sekelompok kadet yang dipimpin suku Cossack di wilayah Rostov, dekat perbatasan dengan Ukraina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengapa saya di sini? Karena saya ingin mengaitkan masa depan saya dengan dinas militer. (Saya ingin) mengabdi pada negara dan setia pada tujuan saya sampai akhir,&amp;quot; kata salah satu anak laki-laki yang lebih tua, Anton.&#13;
&#13;
Anak laki-laki lain, David, mengatakan &amp;quot;pawai rute&amp;quot; telah memungkinkannya menguji batas kemampuannya sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini memungkinkan saya untuk mengetahui seberapa kuat tekad saya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Para kritikus, seperti organisasi hak-hak anak independen &amp;quot;Ne Norma&amp;quot;, mengatakan melatih anak-anak muda seperti di militer dan mengajari mereka di sekolah cara menangani senjata dan membuat drone militer merupakan bentuk indoktrinasi dan propaganda.&#13;
&#13;
Pihak berwenang Rusia mengatakan, pendidikan semacam ini berfungsi untuk menanamkan patriotisme yang sehat dan membangun ketahanan nasional.&#13;
&#13;
Di antara para instruktur di Rostov adalah Alexander Shopin, seorang tentara Rusia yang terluka di Ukraina dan sedang menunggu operasi. Putri keduanya adalah salah satu peserta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan pertama kalinya saya ikut serta dalam pawai rute ini. Saya menyukainya &amp;ndash; bisa menularkan pengalaman saya kepada anak-anak. Anda bisa melihat bagaimana mereka membentuk sebuah keluarga,&amp;quot; kata Shopin.&#13;
&#13;
Ia mengatakan putrinya menikmatinya, meskipun ia merasa kesulitan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berlari sebagai bagian dari tim dan tidak mengecewakan teman-temannya &amp;ndash; inilah yang ia sukai.&amp;quot;&#13;
&#13;
Setelah pelatihan, beberapa anak tampak bersemangat. &amp;quot;Saya hampir mati!&amp;quot; seru seorang gadis remaja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita berhasil berlari tiga kali!&amp;quot; kata temannya sambil memeluknya.&#13;
&#13;
Instruktur Vladimir Yanenko mengatakan anak-anak mendapatkan &amp;quot;pemahaman dan pengetahuan&amp;quot; dari pengalaman tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelatihan patriotik sangat penting,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka tidak mau nongkrong di gang-gang belakang. Jauh lebih menyenangkan bagi mereka di sini.&amp;quot;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>ROSTOV - Anak-anak di Rusia mengikuti latihan ala militer. Mereka mengenakan seragam, replika mainan, bahkan ada pula yang membawa senjata asli.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Latihan Militer&#13;
&#13;
Dengan teriakan semangat dari instruktur militer, 83 anak berusia 8-17 tahun mengikuti &amp;quot;pawai rute&amp;quot; di tepi Sungai Don. Mereka bergantian berlari dan merangkak tengkurap di atas pasir dan air dangkal.&#13;
&#13;
Banyak yang mengenakan seragam kamuflase. Beberapa membawa senjata asli, sementara yang lain memegang replika mainan.&#13;
&#13;
Latihan ini diawasi tentara yang pernah ikut serta dalam perang di Ukraina. Latihan ini merupakan bagian dari tren di Rusia untuk mendidik bahkan anak-anak kecil keterampilan guna mempersiapkan mereka untuk dinas militer di masa depan.&#13;
&#13;
Salah satu peserta termuda, Ivan Glushchenko yang berusia 8 tahun, menjawab bagian mana yang paling berkesan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana kami melempar granat tangan dan menembakkan peluru tiruan,&amp;quot; katanya, melansir Reuters, Minggu (24/8/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Anak-anak itu adalah bagian dari sekelompok kadet yang dipimpin suku Cossack di wilayah Rostov, dekat perbatasan dengan Ukraina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengapa saya di sini? Karena saya ingin mengaitkan masa depan saya dengan dinas militer. (Saya ingin) mengabdi pada negara dan setia pada tujuan saya sampai akhir,&amp;quot; kata salah satu anak laki-laki yang lebih tua, Anton.&#13;
&#13;
Anak laki-laki lain, David, mengatakan &amp;quot;pawai rute&amp;quot; telah memungkinkannya menguji batas kemampuannya sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini memungkinkan saya untuk mengetahui seberapa kuat tekad saya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Para kritikus, seperti organisasi hak-hak anak independen &amp;quot;Ne Norma&amp;quot;, mengatakan melatih anak-anak muda seperti di militer dan mengajari mereka di sekolah cara menangani senjata dan membuat drone militer merupakan bentuk indoktrinasi dan propaganda.&#13;
&#13;
Pihak berwenang Rusia mengatakan, pendidikan semacam ini berfungsi untuk menanamkan patriotisme yang sehat dan membangun ketahanan nasional.&#13;
&#13;
Di antara para instruktur di Rostov adalah Alexander Shopin, seorang tentara Rusia yang terluka di Ukraina dan sedang menunggu operasi. Putri keduanya adalah salah satu peserta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini bukan pertama kalinya saya ikut serta dalam pawai rute ini. Saya menyukainya &amp;ndash; bisa menularkan pengalaman saya kepada anak-anak. Anda bisa melihat bagaimana mereka membentuk sebuah keluarga,&amp;quot; kata Shopin.&#13;
&#13;
Ia mengatakan putrinya menikmatinya, meskipun ia merasa kesulitan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Berlari sebagai bagian dari tim dan tidak mengecewakan teman-temannya &amp;ndash; inilah yang ia sukai.&amp;quot;&#13;
&#13;
Setelah pelatihan, beberapa anak tampak bersemangat. &amp;quot;Saya hampir mati!&amp;quot; seru seorang gadis remaja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita berhasil berlari tiga kali!&amp;quot; kata temannya sambil memeluknya.&#13;
&#13;
Instruktur Vladimir Yanenko mengatakan anak-anak mendapatkan &amp;quot;pemahaman dan pengetahuan&amp;quot; dari pengalaman tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelatihan patriotik sangat penting,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka tidak mau nongkrong di gang-gang belakang. Jauh lebih menyenangkan bagi mereka di sini.&amp;quot;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
