<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Setinggi 1.500 Meter, Warga Diminta Waspada</title><description>Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 05.59 WITA. Tinggi kolom abu teramati mencapai ±1.000 hingga 1.500 meter di atas puncak (±2.384 meter di atas permukaan laut), condong ke arah barat daya. Warna kolom abu kelabu dengan intensitas tebal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/24/340/3165042/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-setinggi-1-500-meter-warga-diminta-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/24/340/3165042/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-setinggi-1-500-meter-warga-diminta-waspada"/><item><title>Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Setinggi 1.500 Meter, Warga Diminta Waspada</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/24/340/3165042/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-setinggi-1-500-meter-warga-diminta-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/24/340/3165042/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-setinggi-1-500-meter-warga-diminta-waspada</guid><pubDate>Minggu 24 Agustus 2025 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Joni Nura</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/24/340/3165042/gunung_lewotobi_laki_laki_erupsi-Lpu8_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/24/340/3165042/gunung_lewotobi_laki_laki_erupsi-Lpu8_large.png</image><title>Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
NUSA TENGGARA TIMUR &amp;ndash; Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 05.59 WITA. Tinggi kolom abu teramati mencapai &amp;plusmn;1.000 hingga 1.500 meter di atas puncak (&amp;plusmn;2.384 meter di atas permukaan laut), condong ke arah barat daya. Warna kolom abu kelabu dengan intensitas tebal.&#13;
&#13;
Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4,4 mm dan durasi &amp;plusmn;2 menit 33 detik. Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada Level III (Siaga).&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar gunung dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.&#13;
&#13;
Warga terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari risiko gangguan pernapasan. Status Level III atau Siaga menegaskan, bahwa masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki harus selalu waspada.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
NUSA TENGGARA TIMUR &amp;ndash; Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi pada Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 05.59 WITA. Tinggi kolom abu teramati mencapai &amp;plusmn;1.000 hingga 1.500 meter di atas puncak (&amp;plusmn;2.384 meter di atas permukaan laut), condong ke arah barat daya. Warna kolom abu kelabu dengan intensitas tebal.&#13;
&#13;
Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 4,4 mm dan durasi &amp;plusmn;2 menit 33 detik. Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada Level III (Siaga).&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar gunung dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.&#13;
&#13;
Warga terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari risiko gangguan pernapasan. Status Level III atau Siaga menegaskan, bahwa masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki harus selalu waspada.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
