<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! Komisi VIII DPR Sepakat RUU Haji dan Umrah Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan</title><description>Komisi VIII DPR RI menyetujui Revisi Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, untuk dibawa ke rapat Paripurna DPR guna disahkan menjadi undang-undang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/25/337/3165245/tok-komisi-viii-dpr-sepakat-ruu-haji-dan-umrah-dibawa-ke-paripurna-untuk-disahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/25/337/3165245/tok-komisi-viii-dpr-sepakat-ruu-haji-dan-umrah-dibawa-ke-paripurna-untuk-disahkan"/><item><title>Tok! Komisi VIII DPR Sepakat RUU Haji dan Umrah Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/25/337/3165245/tok-komisi-viii-dpr-sepakat-ruu-haji-dan-umrah-dibawa-ke-paripurna-untuk-disahkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/25/337/3165245/tok-komisi-viii-dpr-sepakat-ruu-haji-dan-umrah-dibawa-ke-paripurna-untuk-disahkan</guid><pubDate>Senin 25 Agustus 2025 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/25/337/3165245/komisi_viii_dpr_sepakat_ruu_haji_dan_umrah_dibawa_ke_paripurna-LXNP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisi VIII DPR Sepakat RUU Haji dan Umrah Dibawa ke Paripurna  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/25/337/3165245/komisi_viii_dpr_sepakat_ruu_haji_dan_umrah_dibawa_ke_paripurna-LXNP_large.jpg</image><title>Komisi VIII DPR Sepakat RUU Haji dan Umrah Dibawa ke Paripurna  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Komisi VIII DPR RI menyetujui Revisi Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, untuk dibawa ke rapat Paripurna DPR guna disahkan menjadi undang-undang.&#13;
&#13;
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat kerja Komisi VIII DPR terkait Pembicaraan Tingkat I bersama Panitia Kerja (Panja) RUU Haji dan Umrah, Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah dapat diterima dan disetujui Perubahan Ketiga atas UU No. 8 Tahun 2019 ke pembahasan selanjutnya?&amp;rdquo; tanya Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang. Pertanyaan itu langsung dijawab dengan seruan &amp;ldquo;setuju&amp;rdquo; oleh seluruh peserta rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seluruh fraksi di DPR menyatakan sepakat, demikian juga dengan pemerintah yang diwakili Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa poin dalam RUU ini sempat menjadi perhatian Panja Komisi VIII DPR, antara lain:&#13;
&#13;
1. Tim Petugas Haji Daerah (TPHD)&#13;
&#13;
Panja sepakat tidak menghapus TPHD. Hanya saja, kuotanya akan dikurangi dan dibatasi agar tidak lagi mengambil jatah dari kuota haji reguler.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi jangan ada anggapan kuota haji daerah dihapus, tidak, hanya dibatasi,&amp;rdquo; tegas Marwan.&#13;
&#13;
2. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU)&#13;
&#13;
KBIHU tetap dipertahankan. Panja menekankan agar KBIHU mengelola jamaah sesuai aturan Arab Saudi, yakni jamaah dalam satu kloter tidak boleh tercampur dengan jamaah lain di luar sistem siskohat.&#13;
&#13;
3. Pembagian Kuota Jamaah Haji&#13;
&#13;
RUU menetapkan porsi kuota jamaah haji khusus sebesar 8%, sementara jamaah haji reguler mendapat 92% dari total kuota yang diberikan.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Komisi VIII DPR RI menyetujui Revisi Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, untuk dibawa ke rapat Paripurna DPR guna disahkan menjadi undang-undang.&#13;
&#13;
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat kerja Komisi VIII DPR terkait Pembicaraan Tingkat I bersama Panitia Kerja (Panja) RUU Haji dan Umrah, Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apakah dapat diterima dan disetujui Perubahan Ketiga atas UU No. 8 Tahun 2019 ke pembahasan selanjutnya?&amp;rdquo; tanya Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang. Pertanyaan itu langsung dijawab dengan seruan &amp;ldquo;setuju&amp;rdquo; oleh seluruh peserta rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seluruh fraksi di DPR menyatakan sepakat, demikian juga dengan pemerintah yang diwakili Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Beberapa poin dalam RUU ini sempat menjadi perhatian Panja Komisi VIII DPR, antara lain:&#13;
&#13;
1. Tim Petugas Haji Daerah (TPHD)&#13;
&#13;
Panja sepakat tidak menghapus TPHD. Hanya saja, kuotanya akan dikurangi dan dibatasi agar tidak lagi mengambil jatah dari kuota haji reguler.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi jangan ada anggapan kuota haji daerah dihapus, tidak, hanya dibatasi,&amp;rdquo; tegas Marwan.&#13;
&#13;
2. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU)&#13;
&#13;
KBIHU tetap dipertahankan. Panja menekankan agar KBIHU mengelola jamaah sesuai aturan Arab Saudi, yakni jamaah dalam satu kloter tidak boleh tercampur dengan jamaah lain di luar sistem siskohat.&#13;
&#13;
3. Pembagian Kuota Jamaah Haji&#13;
&#13;
RUU menetapkan porsi kuota jamaah haji khusus sebesar 8%, sementara jamaah haji reguler mendapat 92% dari total kuota yang diberikan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
