<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Tantang Kader PDIP: Saya Juga Baca &amp;#039;Indonesia Menggugat&amp;#039; Bung Karno</title><description>Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa dirinya tidak kalah dalam memahami pemikiran para pendiri bangsa, bahkan jika dibandingkan dengan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/28/337/3166006/prabowo-tantang-kader-pdip-saya-juga-baca-039-indonesia-menggugat-039-bung-karno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/28/337/3166006/prabowo-tantang-kader-pdip-saya-juga-baca-039-indonesia-menggugat-039-bung-karno"/><item><title>Prabowo Tantang Kader PDIP: Saya Juga Baca &amp;#039;Indonesia Menggugat&amp;#039; Bung Karno</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/28/337/3166006/prabowo-tantang-kader-pdip-saya-juga-baca-039-indonesia-menggugat-039-bung-karno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/28/337/3166006/prabowo-tantang-kader-pdip-saya-juga-baca-039-indonesia-menggugat-039-bung-karno</guid><pubDate>Kamis 28 Agustus 2025 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/28/337/3166006/presiden_prabowo_subianto-3rnW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/28/337/3166006/presiden_prabowo_subianto-3rnW_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa dirinya tidak kalah dalam memahami pemikiran para pendiri bangsa, bahkan jika dibandingkan dengan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).&#13;
&#13;
Dalam pidatonya saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025), Prabowo mengungkapkan bahwa ia menyimpan dan membingkai pidato legendaris Presiden Soekarno berjudul Indonesia Menggugat di rumahnya di Hambalang, Bogor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya maaf, maaf Mas Ario Bima. Saya ini bukan anggota PDIP, tetapi saya pernah baca tulisan-tulisan Bung Karno. Tidak kalah sama orang PDIP. Jangan-jangan orang PDIP enggak pernah baca. Saya baca Indonesia Menggugat, bahkan pidatonya saya bingkai dan pajang di rumah saya,&amp;quot; kata Prabowo sambil tersenyum, menyapa Aria Bima, politisi PDIP yang hadir dalam acara tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan, bahwa pidato tersebut sangat kuat karena menyebut secara rinci bagaimana penjajah mengambil kekayaan Indonesia selama ratusan tahun, lengkap dengan komoditas yang dijarah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam pidato itu, beliau sebut kekayaan kita diambil ratusan tahun. Beliau sebut komoditas-komoditas, karet berapa, teh berapa, kopi berapa, timah berapa, ada semua. Mas Ario pernah baca kan Indonesia Menggugat? Pernah? Nanti saya uji lho isinya,&amp;quot; ujar Prabowo berseloroh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945, yang ia anggap sebagai &amp;ldquo;rancang bangun&amp;rdquo; bangsa Indonesia. Ia menyebut khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 sebagai &amp;ldquo;pasal-pasal pengaman&amp;rdquo; bagi ekonomi dan keadilan sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya perhatikan negara-negara yang sedang maju luar biasa. Mereka semua punya pasal-pasal pengaman. Pasal 33 dan 34 di UUD kita itu sangat menjawab masalah. Ringkas, tetapi sangat kuat,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menyindir sejumlah kalangan intelektual yang menganggap pemikiran Bung Karno, Bung Hatta, Prof. Soepomo, hingga Mohamad Yamin sudah tidak relevan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ada orang-orang pintar yang punya gelar tinggi, saya yakin sebagian dari mereka menganggap pendiri-pendiri bangsa sudah tidak relevan. Padahal mereka mengalami penjajahan langsung, mereka mengerti imperialisme. Anak-anak sekarang mungkin tidak paham,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia kemudian menyinggung sejarah diskriminasi kolonial yang pernah dialami bangsa Indonesia, termasuk adanya papan larangan masuk bagi pribumi dan anjing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulu kita, pribumi, dipandang lebih rendah dari hewan. Ini nyata. Ada papan-papan bertuliskan &amp;#39;Verboden voor honden en inlander&amp;#39; anjing dan pribumi dilarang masuk. Di India juga ada, &amp;#39;No Dogs or Indians&amp;#39;. Di Shanghai, China, juga begitu: &amp;#39;No Dogs or Chinese&amp;#39;,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, pengalaman pahit itulah yang membentuk cara pandang dan perjuangan para pendiri bangsa. Ia pun mengajak semua pihak untuk tetap menghormati dan mempelajari pemikiran para tokoh bangsa tersebut.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa dirinya tidak kalah dalam memahami pemikiran para pendiri bangsa, bahkan jika dibandingkan dengan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).&#13;
&#13;
Dalam pidatonya saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025), Prabowo mengungkapkan bahwa ia menyimpan dan membingkai pidato legendaris Presiden Soekarno berjudul Indonesia Menggugat di rumahnya di Hambalang, Bogor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya maaf, maaf Mas Ario Bima. Saya ini bukan anggota PDIP, tetapi saya pernah baca tulisan-tulisan Bung Karno. Tidak kalah sama orang PDIP. Jangan-jangan orang PDIP enggak pernah baca. Saya baca Indonesia Menggugat, bahkan pidatonya saya bingkai dan pajang di rumah saya,&amp;quot; kata Prabowo sambil tersenyum, menyapa Aria Bima, politisi PDIP yang hadir dalam acara tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan, bahwa pidato tersebut sangat kuat karena menyebut secara rinci bagaimana penjajah mengambil kekayaan Indonesia selama ratusan tahun, lengkap dengan komoditas yang dijarah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam pidato itu, beliau sebut kekayaan kita diambil ratusan tahun. Beliau sebut komoditas-komoditas, karet berapa, teh berapa, kopi berapa, timah berapa, ada semua. Mas Ario pernah baca kan Indonesia Menggugat? Pernah? Nanti saya uji lho isinya,&amp;quot; ujar Prabowo berseloroh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945, yang ia anggap sebagai &amp;ldquo;rancang bangun&amp;rdquo; bangsa Indonesia. Ia menyebut khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 sebagai &amp;ldquo;pasal-pasal pengaman&amp;rdquo; bagi ekonomi dan keadilan sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya perhatikan negara-negara yang sedang maju luar biasa. Mereka semua punya pasal-pasal pengaman. Pasal 33 dan 34 di UUD kita itu sangat menjawab masalah. Ringkas, tetapi sangat kuat,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menyindir sejumlah kalangan intelektual yang menganggap pemikiran Bung Karno, Bung Hatta, Prof. Soepomo, hingga Mohamad Yamin sudah tidak relevan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ada orang-orang pintar yang punya gelar tinggi, saya yakin sebagian dari mereka menganggap pendiri-pendiri bangsa sudah tidak relevan. Padahal mereka mengalami penjajahan langsung, mereka mengerti imperialisme. Anak-anak sekarang mungkin tidak paham,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia kemudian menyinggung sejarah diskriminasi kolonial yang pernah dialami bangsa Indonesia, termasuk adanya papan larangan masuk bagi pribumi dan anjing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulu kita, pribumi, dipandang lebih rendah dari hewan. Ini nyata. Ada papan-papan bertuliskan &amp;#39;Verboden voor honden en inlander&amp;#39; anjing dan pribumi dilarang masuk. Di India juga ada, &amp;#39;No Dogs or Indians&amp;#39;. Di Shanghai, China, juga begitu: &amp;#39;No Dogs or Chinese&amp;#39;,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, pengalaman pahit itulah yang membentuk cara pandang dan perjuangan para pendiri bangsa. Ia pun mengajak semua pihak untuk tetap menghormati dan mempelajari pemikiran para tokoh bangsa tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
