<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Denyut Kehidupan Warga Kampung Pemulung Pondok Benda</title><description>Namun, mimpi itu tidak lagi sekadar wacana, sebab berbagai pihak mulai berempati datang membawa dukungan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/28/338/3166031/mengintip-denyut-kehidupan-warga-kampung-pemulung-pondok-benda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/28/338/3166031/mengintip-denyut-kehidupan-warga-kampung-pemulung-pondok-benda"/><item><title>Mengintip Denyut Kehidupan Warga Kampung Pemulung Pondok Benda</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/28/338/3166031/mengintip-denyut-kehidupan-warga-kampung-pemulung-pondok-benda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/28/338/3166031/mengintip-denyut-kehidupan-warga-kampung-pemulung-pondok-benda</guid><pubDate>Kamis 28 Agustus 2025 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/28/338/3166031/sampah-dzKi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengintip Denyut Kehidupan Warga Kampung Pemulung Pondok Benda</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/28/338/3166031/sampah-dzKi_large.jpg</image><title>Mengintip Denyut Kehidupan Warga Kampung Pemulung Pondok Benda</title></images><description>TANGSEL- Sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) menempati Kampung Pemulung di Jalan Bratasena, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Puluhan keluarga tersebut bermimpi tempat tinggal mereka dijadikan sebagai kampung wisata berdaya.&#13;
&#13;
Namun, mimpi itu tidak lagi sekadar wacana, sebab berbagai pihak mulai berempati datang membawa dukungan.&#13;
&#13;
Seperti kelompok KKN mahasiswa, tim kesehatan, Baznas, bahkan hingga aktivis Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kota Tangsel.&#13;
&#13;
Bagi warga sekitar, dukungan yang diberikan itu telah memecut motivasi mereka untuk bisa melangkah lebih jauh dari sekadar bertahan hidup.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada cek kesehatan, ada sosialisasi BPJS (ketenagakerjaan), macem-macem. Kita ikut seneng ya, karena ternyata banyak yang peduli&amp;nbsp; dengan keberadaan kita di sini,&amp;rdquo; kata Ica, seorang ibu di Kampung Pemulung, Kamis (28/8/2025).&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua RT06/05,Pondok Benda, Tangsel, Tatang, mengatakan,&amp;nbsp;seluruh warganya merasakan dampak positif atas aksi sosial dari berbagai kalangan yang datang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap kegiatan ini bukan hanya sesaat. Kalau bisa terus berlanjut, manfaatnya besar sekali untuk warga,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Hal senada juga diutarakan Ketua Jaker Tangsel, Doni Marhendro. Dia mengapresiasi kolaborasi banyak pihak antara mahasiswa, tim kesehatan, dan Baznas yang memberi semangat baru bagi warga Kampung Pemulung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Program ini membuka peluang kolaborasi jangka panjang antara masyarakat, perguruan tinggi, komunitas sosial, dan pemerintah. Ini pondasi penting untuk menjadikan Kampung Pemulung sebagai kawasan wisata berbasis pemberdayaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pihaknya juga mendorong penelitian literasi budaya. Menurutnya, masing-masing wilayah memiliki nilai sejarah yang bisa diangkat untuk menarik potensi wisata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pondok Benda punya sejarah yang bisa diangkat. Dengan literasi budaya, potensi wisata akan semakin kuat,&amp;rdquo; tutup Doni.&#13;
&#13;
Dengan adanya kegiatan tersebut, kini warga Kampung Pemulung tak lagi hanya melihat masa depan mereka dari tumpukan barang bekas. Tetapi juga berkembang merambah aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga literasi budaya.&#13;
</description><content:encoded>TANGSEL- Sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) menempati Kampung Pemulung di Jalan Bratasena, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Puluhan keluarga tersebut bermimpi tempat tinggal mereka dijadikan sebagai kampung wisata berdaya.&#13;
&#13;
Namun, mimpi itu tidak lagi sekadar wacana, sebab berbagai pihak mulai berempati datang membawa dukungan.&#13;
&#13;
Seperti kelompok KKN mahasiswa, tim kesehatan, Baznas, bahkan hingga aktivis Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kota Tangsel.&#13;
&#13;
Bagi warga sekitar, dukungan yang diberikan itu telah memecut motivasi mereka untuk bisa melangkah lebih jauh dari sekadar bertahan hidup.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada cek kesehatan, ada sosialisasi BPJS (ketenagakerjaan), macem-macem. Kita ikut seneng ya, karena ternyata banyak yang peduli&amp;nbsp; dengan keberadaan kita di sini,&amp;rdquo; kata Ica, seorang ibu di Kampung Pemulung, Kamis (28/8/2025).&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua RT06/05,Pondok Benda, Tangsel, Tatang, mengatakan,&amp;nbsp;seluruh warganya merasakan dampak positif atas aksi sosial dari berbagai kalangan yang datang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap kegiatan ini bukan hanya sesaat. Kalau bisa terus berlanjut, manfaatnya besar sekali untuk warga,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Hal senada juga diutarakan Ketua Jaker Tangsel, Doni Marhendro. Dia mengapresiasi kolaborasi banyak pihak antara mahasiswa, tim kesehatan, dan Baznas yang memberi semangat baru bagi warga Kampung Pemulung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Program ini membuka peluang kolaborasi jangka panjang antara masyarakat, perguruan tinggi, komunitas sosial, dan pemerintah. Ini pondasi penting untuk menjadikan Kampung Pemulung sebagai kawasan wisata berbasis pemberdayaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pihaknya juga mendorong penelitian literasi budaya. Menurutnya, masing-masing wilayah memiliki nilai sejarah yang bisa diangkat untuk menarik potensi wisata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pondok Benda punya sejarah yang bisa diangkat. Dengan literasi budaya, potensi wisata akan semakin kuat,&amp;rdquo; tutup Doni.&#13;
&#13;
Dengan adanya kegiatan tersebut, kini warga Kampung Pemulung tak lagi hanya melihat masa depan mereka dari tumpukan barang bekas. Tetapi juga berkembang merambah aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga literasi budaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
