<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Sambut Kementerian Haji: Pelayanan Lebih Fokus &amp;amp; Pengawasan Lebih Jelas</title><description>KPK menyambut positif terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. KPK menilai kementerian tersebut membuat penanganan pelaksanaan ibadah ke Tanah Suci akan lebih fokus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/29/337/3166236/kpk-sambut-kementerian-haji-pelayanan-lebih-fokus-amp-pengawasan-lebih-jelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/29/337/3166236/kpk-sambut-kementerian-haji-pelayanan-lebih-fokus-amp-pengawasan-lebih-jelas"/><item><title>KPK Sambut Kementerian Haji: Pelayanan Lebih Fokus &amp;amp; Pengawasan Lebih Jelas</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/29/337/3166236/kpk-sambut-kementerian-haji-pelayanan-lebih-fokus-amp-pengawasan-lebih-jelas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/29/337/3166236/kpk-sambut-kementerian-haji-pelayanan-lebih-fokus-amp-pengawasan-lebih-jelas</guid><pubDate>Jum'at 29 Agustus 2025 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/29/337/3166236/asep-Zleq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu/Foto: Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/29/337/3166236/asep-Zleq_large.jpg</image><title>Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu/Foto: Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. KPK menilai kementerian tersebut membuat penanganan pelaksanaan ibadah ke Tanah Suci akan lebih fokus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kami tentunya menyambut baik adanya kementerian baru yang digagas oleh pemerintah eksekutif, kemudian juga disetujui oleh wakil rakyat kita yang terhormat di DPR, sehingga akan dibentuk kementerian baru ini,&amp;quot; kata Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dikutip Jumat (28/8/2025).&#13;
&#13;
Asep menyatakan, terbentuknya kementerian tersebut akan lebih fokus dalam penanganan segala hal yang terkait dengan pelaksanaan ibadah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentunya, kalau dibentuk kementerian baru, akan lebih fokus mengurusi itu saja. Khusus mengurusi tentang haji ini. Mulai dari masalah penempatan di sana, kemudian makannya atau kateringnya, lalu terkait transportasinya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait bagaimana pengelolaan dana hajinya, karena di sini ada juga pengelolaan dana haji, ada badan haji, dan lain-lain. Jadi, tentunya akan lebih fokus&amp;mdash;kita harapkan seperti itu. Sehingga pelayanan haji ke depan menjadi lebih baik lagi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Penyelenggara (BP) Haji resmi menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Hal itu menyusul disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menjadi Undang-Undang (UU) oleh DPR.&#13;
&#13;
Keputusan itu diambil dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025&amp;ndash;2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami minta persetujuan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, apakah dapat disetujui menjadi undang-undang,&amp;quot; kata Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat pengambilan keputusan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; jawab seluruh anggota dewan yang hadir.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. KPK menilai kementerian tersebut membuat penanganan pelaksanaan ibadah ke Tanah Suci akan lebih fokus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, kami tentunya menyambut baik adanya kementerian baru yang digagas oleh pemerintah eksekutif, kemudian juga disetujui oleh wakil rakyat kita yang terhormat di DPR, sehingga akan dibentuk kementerian baru ini,&amp;quot; kata Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dikutip Jumat (28/8/2025).&#13;
&#13;
Asep menyatakan, terbentuknya kementerian tersebut akan lebih fokus dalam penanganan segala hal yang terkait dengan pelaksanaan ibadah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentunya, kalau dibentuk kementerian baru, akan lebih fokus mengurusi itu saja. Khusus mengurusi tentang haji ini. Mulai dari masalah penempatan di sana, kemudian makannya atau kateringnya, lalu terkait transportasinya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait bagaimana pengelolaan dana hajinya, karena di sini ada juga pengelolaan dana haji, ada badan haji, dan lain-lain. Jadi, tentunya akan lebih fokus&amp;mdash;kita harapkan seperti itu. Sehingga pelayanan haji ke depan menjadi lebih baik lagi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Penyelenggara (BP) Haji resmi menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Hal itu menyusul disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menjadi Undang-Undang (UU) oleh DPR.&#13;
&#13;
Keputusan itu diambil dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025&amp;ndash;2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami minta persetujuan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, apakah dapat disetujui menjadi undang-undang,&amp;quot; kata Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat pengambilan keputusan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; jawab seluruh anggota dewan yang hadir.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
