<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gedung Astra Dekat Mako Brimob Kwitang Dibakar Massa</title><description>Massa juga membakar Gedung Astra Credit Companies (ACC) yang terletak tidak jauh dari Mako Brimob.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/29/338/3166341/breaking-news-gedung-astra-dekat-mako-brimob-kwitang-dibakar-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/29/338/3166341/breaking-news-gedung-astra-dekat-mako-brimob-kwitang-dibakar-massa"/><item><title>Breaking News! Gedung Astra Dekat Mako Brimob Kwitang Dibakar Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/29/338/3166341/breaking-news-gedung-astra-dekat-mako-brimob-kwitang-dibakar-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/29/338/3166341/breaking-news-gedung-astra-dekat-mako-brimob-kwitang-dibakar-massa</guid><pubDate>Jum'at 29 Agustus 2025 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/29/338/3166341/viral-z3K1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Astra Dekat Mako Brimob Kwitang Dibakar Massa/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/29/338/3166341/viral-z3K1_large.jpg</image><title>Gedung Astra Dekat Mako Brimob Kwitang Dibakar Massa/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Suasana di sekitar markas Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, masih panas. Massa yang sempat bubar sebelum pukul 12.00 WIB, kembali mendatangi markas pasukan elite Polri tersebut, Jumat (29/8/2025).&#13;
&#13;
Bahkan, massa juga membakar Gedung Astra Credit Companies (ACC) yang terletak tidak jauh dari Mako Brimob.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, tampak kepulan asap dan api terlihat dari dalam Gedung. Massa pun terlihat berkumpul di luar Gedung. Beberapa ada yang mencoba mendekat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan untuk memadamkan api. Namun petugas damkar tidak bisa memadamkan kobaran api karena polisi masih menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim memastikan, tujuh orang oknum Brimob yang terlibat dalam kasus tewasnya driver ojek online Affan Kurniawan yang dilindas rantis terbukti melanggar kode etik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka akan ditempatkan khusus di Divpropam Polri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;7 orang terduga pelanggar kami tetapkan, dipastikan bahwa terduga pelanggar telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian,&amp;rdquo; kata Abdul Karim saat konferensi pers di Mabes Polri.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Suasana di sekitar markas Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, masih panas. Massa yang sempat bubar sebelum pukul 12.00 WIB, kembali mendatangi markas pasukan elite Polri tersebut, Jumat (29/8/2025).&#13;
&#13;
Bahkan, massa juga membakar Gedung Astra Credit Companies (ACC) yang terletak tidak jauh dari Mako Brimob.&#13;
&#13;
Pantauan Okezone di lokasi, tampak kepulan asap dan api terlihat dari dalam Gedung. Massa pun terlihat berkumpul di luar Gedung. Beberapa ada yang mencoba mendekat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan untuk memadamkan api. Namun petugas damkar tidak bisa memadamkan kobaran api karena polisi masih menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim memastikan, tujuh orang oknum Brimob yang terlibat dalam kasus tewasnya driver ojek online Affan Kurniawan yang dilindas rantis terbukti melanggar kode etik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka akan ditempatkan khusus di Divpropam Polri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;7 orang terduga pelanggar kami tetapkan, dipastikan bahwa terduga pelanggar telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian,&amp;rdquo; kata Abdul Karim saat konferensi pers di Mabes Polri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
