<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komisi XI DPR Usulkan Penurunan Tarif PPN Jadi 10 Persen</title><description>Dikatakan Misbakhun, kebijakan fiskal ini penting agar rakyat kecil benar-benar merasakan keringanan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/31/337/3166747/komisi-xi-dpr-usulkan-penurunan-tarif-ppn-jadi-10-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/08/31/337/3166747/komisi-xi-dpr-usulkan-penurunan-tarif-ppn-jadi-10-persen"/><item><title>Komisi XI DPR Usulkan Penurunan Tarif PPN Jadi 10 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/08/31/337/3166747/komisi-xi-dpr-usulkan-penurunan-tarif-ppn-jadi-10-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/08/31/337/3166747/komisi-xi-dpr-usulkan-penurunan-tarif-ppn-jadi-10-persen</guid><pubDate>Minggu 31 Agustus 2025 22:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/31/337/3166747/dpr-2O6Z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/31/337/3166747/dpr-2O6Z_large.jpg</image><title>Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengusulkan penurunan tarif PPN dari 11 persen menjadi 10 persen. Usulan ini sebagai langkah nyata untuk meringankan beban rakyat.&#13;
&#13;
Dikatakan Misbakhun, kebijakan fiskal ini penting agar rakyat kecil benar-benar merasakan keringanan. Hal ini sejalan dengan semangat kuat Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan penderitaan masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebuah keinginan Bapak Presiden yang sangat sederhana, namun memiliki makna dalam dan tujuan mulia. Harus ada kebijakan agar beban pajak rakyat kecil lebih diringankan pada situasi sekarang,&amp;quot; ujarnya, Minggu (31/8/2025).&#13;
&#13;
Ketum Depinas Soksi ini menambahkan, konsumsi masyarakat harus terus dijaga agar daya beli tetap kuat. Karena itu, DPR siap mendukung setiap kebijakan yang bisa mempertahankan kekuatan konsumsi rakyat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, ia mengusulkan agar beberapa produk turunan pertanian yang sudah terkena PPN diberi tarif delapan persen. Langkah ini sekaligus memperkuat hilirisasi serta mendukung industrialisasi sektor pertanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu bisa menguatkan hilirisasi dan industrialisasi sektor pertanian. Langkah ini pasti memberi dampak tekanan pada penerimaan negara,&amp;rdquo; kata Misbakhun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, menurutnya, penurunan PPN dari 11 persen menjadi 10 persen tidak akan berdampak signifikan. Ia menilai pengurangan ini dapat tertutupi oleh kenaikan volume transaksi ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tarif PPN yang lebih rendah akan mendorong konsumsi masyarakat dan permintaan barang. Kondisi ini akan ikut mendongkrak produktivitas di sektor riil,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengusulkan penurunan tarif PPN dari 11 persen menjadi 10 persen. Usulan ini sebagai langkah nyata untuk meringankan beban rakyat.&#13;
&#13;
Dikatakan Misbakhun, kebijakan fiskal ini penting agar rakyat kecil benar-benar merasakan keringanan. Hal ini sejalan dengan semangat kuat Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan penderitaan masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebuah keinginan Bapak Presiden yang sangat sederhana, namun memiliki makna dalam dan tujuan mulia. Harus ada kebijakan agar beban pajak rakyat kecil lebih diringankan pada situasi sekarang,&amp;quot; ujarnya, Minggu (31/8/2025).&#13;
&#13;
Ketum Depinas Soksi ini menambahkan, konsumsi masyarakat harus terus dijaga agar daya beli tetap kuat. Karena itu, DPR siap mendukung setiap kebijakan yang bisa mempertahankan kekuatan konsumsi rakyat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahkan, ia mengusulkan agar beberapa produk turunan pertanian yang sudah terkena PPN diberi tarif delapan persen. Langkah ini sekaligus memperkuat hilirisasi serta mendukung industrialisasi sektor pertanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu bisa menguatkan hilirisasi dan industrialisasi sektor pertanian. Langkah ini pasti memberi dampak tekanan pada penerimaan negara,&amp;rdquo; kata Misbakhun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, menurutnya, penurunan PPN dari 11 persen menjadi 10 persen tidak akan berdampak signifikan. Ia menilai pengurangan ini dapat tertutupi oleh kenaikan volume transaksi ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tarif PPN yang lebih rendah akan mendorong konsumsi masyarakat dan permintaan barang. Kondisi ini akan ikut mendongkrak produktivitas di sektor riil,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
