<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Massa Leluasa Jarah Rumah Sahroni hingga Sri Mulyani? TNI Buka Suara</title><description>Tandyo menegaskan pihaknya taat konstitusi. Sehingga, TNI bergerak ketika ada permintaan perbantuan pengamanan, salah satunya dari Polri.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/01/337/3166888/kenapa-massa-leluasa-jarah-rumah-sahroni-hingga-sri-mulyani-tni-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/01/337/3166888/kenapa-massa-leluasa-jarah-rumah-sahroni-hingga-sri-mulyani-tni-buka-suara"/><item><title>Kenapa Massa Leluasa Jarah Rumah Sahroni hingga Sri Mulyani? TNI Buka Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/01/337/3166888/kenapa-massa-leluasa-jarah-rumah-sahroni-hingga-sri-mulyani-tni-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/01/337/3166888/kenapa-massa-leluasa-jarah-rumah-sahroni-hingga-sri-mulyani-tni-buka-suara</guid><pubDate>Senin 01 September 2025 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/01/337/3166888/tni-DLKw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Foto: Felldy Utama/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/01/337/3166888/tni-DLKw_large.jpg</image><title>Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Foto: Felldy Utama/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita membantah isu yang menyebut institusinya melakukan pembiaran ketika massa melakukan penjarahan di sejumlah rumah anggota DPR RI, seperti Ahmad Sahroni,&amp;nbsp;&amp;nbsp;Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Surya Utama alias Uya Kuya dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.&amp;nbsp;Massa dengan leluasa menjarah barang berharga milik para pejabat.&#13;
&#13;
Tandyo menyatakan TNI belum menerima perintah untuk melakukan pengamanan saat penjarahan terjadi pada 30 Agustus 2025. &amp;quot;Kita selalu diminta dulu kan baru turun. Makanya pada saat tanggal 30 dipanggil Presiden, kan mungkin ada permintaan. Mungkin tanggal 31 kita turun,&amp;quot; kata Tandyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tandyo menegaskan pihaknya taat konstitusi. Sehingga, TNI bergerak ketika ada permintaan perbantuan pengamanan, salah satunya dari Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita taat konstitusi. Ada permintaan tidak? Itu. Ada permintaan tidak?&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sampaikan kita taat konstitusi ya. Konstitusi bicara seperti itu. Kita kan perbantuan. Jelas ya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia juga menepis jika TNI disebut telah melakukan cipta kondisi dengan adanya serangkaian peristiwa yang terjadi. &amp;quot;Saya kira apa kemampuan TNI untuk mencipta kondisi. Kita kan di belakang terus, di belakang Polri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita membantah isu yang menyebut institusinya melakukan pembiaran ketika massa melakukan penjarahan di sejumlah rumah anggota DPR RI, seperti Ahmad Sahroni,&amp;nbsp;&amp;nbsp;Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Surya Utama alias Uya Kuya dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.&amp;nbsp;Massa dengan leluasa menjarah barang berharga milik para pejabat.&#13;
&#13;
Tandyo menyatakan TNI belum menerima perintah untuk melakukan pengamanan saat penjarahan terjadi pada 30 Agustus 2025. &amp;quot;Kita selalu diminta dulu kan baru turun. Makanya pada saat tanggal 30 dipanggil Presiden, kan mungkin ada permintaan. Mungkin tanggal 31 kita turun,&amp;quot; kata Tandyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tandyo menegaskan pihaknya taat konstitusi. Sehingga, TNI bergerak ketika ada permintaan perbantuan pengamanan, salah satunya dari Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita taat konstitusi. Ada permintaan tidak? Itu. Ada permintaan tidak?&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sampaikan kita taat konstitusi ya. Konstitusi bicara seperti itu. Kita kan perbantuan. Jelas ya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia juga menepis jika TNI disebut telah melakukan cipta kondisi dengan adanya serangkaian peristiwa yang terjadi. &amp;quot;Saya kira apa kemampuan TNI untuk mencipta kondisi. Kita kan di belakang terus, di belakang Polri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
