<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ricuh Demo di Jakarta, Pemprov DKI: 469 Dirawat di Rumah Sakit dan 1 Orang Tewas</title><description>Sementara, pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di lima wilayah Jakarta.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/01/338/3166822/ricuh-demo-di-jakarta-pemprov-dki-469-dirawat-di-rumah-sakit-dan-1-orang-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/01/338/3166822/ricuh-demo-di-jakarta-pemprov-dki-469-dirawat-di-rumah-sakit-dan-1-orang-tewas"/><item><title>Ricuh Demo di Jakarta, Pemprov DKI: 469 Dirawat di Rumah Sakit dan 1 Orang Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/01/338/3166822/ricuh-demo-di-jakarta-pemprov-dki-469-dirawat-di-rumah-sakit-dan-1-orang-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/01/338/3166822/ricuh-demo-di-jakarta-pemprov-dki-469-dirawat-di-rumah-sakit-dan-1-orang-tewas</guid><pubDate>Senin 01 September 2025 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/01/338/3166822/viral-yCGh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ricuh Demo di Jakarta, Pemprov DKI: &amp;nbsp;469 Dirawat di Rumah Sakit dan 1 Orang Tewas/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/01/338/3166822/viral-yCGh_large.jpg</image><title>Ricuh Demo di Jakarta, Pemprov DKI: &amp;nbsp;469 Dirawat di Rumah Sakit dan 1 Orang Tewas/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat ratusan orang dirawat setelah menjadi korban imbas aksi unjuk rasa di sejumlah titik. Aksi massa tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum.&#13;
&#13;
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebutkan, berdasarkan laporan hingga Minggu (31/8) pukul 7.00 WIB, tercatat sebanyak 469 orang telah mendapat pelayanan kesehatan, dengan rincian 371 pasien rawat jalan, 97 pasien rawat inap, dan 1 orang meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenis keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani antara lain konjungtivis (198 kasus), luka terbuka atau vulnus (42 kasus), sesak napas atau dyspnea (42 kasus), serta sejumlah trauma fisik, patah tulang, cedera kepala dan keluhan medis lainnya,&amp;quot; kata Ani Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Sementara, pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di lima wilayah Jakarta, di antaranya RS Hermina Kemayoran, RS Kramat 128, RSAL Mintohardjo, RSPAD Gatot Soebroto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya&amp;nbsp;RS Polri, RSUD Koja, RSUD Budhi Asih, RS Pelni, dan RS Pusat Pertamina. Rujukan juga dilakukan ke sejumlah puskesmas di wilayah terdekat.&#13;
&#13;
Dinkes DKI menurunkan 24 unit ambulans, serta tenaga kesehatan yang terdiri dari 7 dokter, 59 perawat, dan 7 pengemudi ambulans. Hal ini untuk memastikan penanganan korban secara cepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ambulans ditempatkan di titik-titik strategis seperti Senen, Kwitang/Mako Brimob, Tugu Tani, Otista, Pos RSPAD, Pos Karanganyar, Pos Green Pramuka City, Pos Hermina Kemayoran, Pos Islam Cempaka Putih, Halte Petamburan, Slipi, DPR/MPR, Tanjung Priok, GBK (Pintu 10), Polres Jakarta Utara, dan Flyover Slipi,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengimbau kepada seluruh petugas kesehatan agar tetap memperhatikan keamanan diri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm dan kacamata pelindung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menjadi wujud komitmen kami dalam menjaga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan memastikan seluruh korban terdampak mendapat penanganan medis dengan cepat, aman, dan tepat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat ratusan orang dirawat setelah menjadi korban imbas aksi unjuk rasa di sejumlah titik. Aksi massa tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum.&#13;
&#13;
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebutkan, berdasarkan laporan hingga Minggu (31/8) pukul 7.00 WIB, tercatat sebanyak 469 orang telah mendapat pelayanan kesehatan, dengan rincian 371 pasien rawat jalan, 97 pasien rawat inap, dan 1 orang meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenis keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani antara lain konjungtivis (198 kasus), luka terbuka atau vulnus (42 kasus), sesak napas atau dyspnea (42 kasus), serta sejumlah trauma fisik, patah tulang, cedera kepala dan keluhan medis lainnya,&amp;quot; kata Ani Senin (1/9/2025).&#13;
&#13;
Sementara, pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di lima wilayah Jakarta, di antaranya RS Hermina Kemayoran, RS Kramat 128, RSAL Mintohardjo, RSPAD Gatot Soebroto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya&amp;nbsp;RS Polri, RSUD Koja, RSUD Budhi Asih, RS Pelni, dan RS Pusat Pertamina. Rujukan juga dilakukan ke sejumlah puskesmas di wilayah terdekat.&#13;
&#13;
Dinkes DKI menurunkan 24 unit ambulans, serta tenaga kesehatan yang terdiri dari 7 dokter, 59 perawat, dan 7 pengemudi ambulans. Hal ini untuk memastikan penanganan korban secara cepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ambulans ditempatkan di titik-titik strategis seperti Senen, Kwitang/Mako Brimob, Tugu Tani, Otista, Pos RSPAD, Pos Karanganyar, Pos Green Pramuka City, Pos Hermina Kemayoran, Pos Islam Cempaka Putih, Halte Petamburan, Slipi, DPR/MPR, Tanjung Priok, GBK (Pintu 10), Polres Jakarta Utara, dan Flyover Slipi,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengimbau kepada seluruh petugas kesehatan agar tetap memperhatikan keamanan diri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm dan kacamata pelindung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini menjadi wujud komitmen kami dalam menjaga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan memastikan seluruh korban terdampak mendapat penanganan medis dengan cepat, aman, dan tepat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
