<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mustafa Al Barghouti Tolak Relokasi Warga Palestina ke Indonesia, Ini Alasannya</title><description>Tokoh nasional Palestina, Mustafa Al Barghouti, menolak keras wacana relokasi 2.000 warga Palestina ke Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut justru dapat memudahkan misi Israel untuk mengosongkan Gaza dari penduduk aslinya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167244/mustafa-al-barghouti-tolak-relokasi-warga-palestina-ke-indonesia-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167244/mustafa-al-barghouti-tolak-relokasi-warga-palestina-ke-indonesia-ini-alasannya"/><item><title>Mustafa Al Barghouti Tolak Relokasi Warga Palestina ke Indonesia, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167244/mustafa-al-barghouti-tolak-relokasi-warga-palestina-ke-indonesia-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167244/mustafa-al-barghouti-tolak-relokasi-warga-palestina-ke-indonesia-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 03 September 2025 00:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/02/337/3167244/tokoh_nasional_palestina_mustafa_al_barghouti-q1es_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tokoh nasional Palestina Mustafa Al Barghouti (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/02/337/3167244/tokoh_nasional_palestina_mustafa_al_barghouti-q1es_large.jpg</image><title>Tokoh nasional Palestina Mustafa Al Barghouti (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Tokoh nasional Palestina, Mustafa Al Barghouti, menolak keras wacana relokasi 2.000 warga Palestina ke Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut justru dapat memudahkan misi Israel untuk mengosongkan Gaza dari penduduk aslinya.&#13;
&#13;
Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers bertajuk &amp;ldquo;Situasi Terkini Palestina &amp;ndash; Genosida dan Siasat Migrasi Paksa&amp;rdquo; di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana Anda hanya peduli kehidupan 2.000 orang untuk dievakuasi ke luar, sementara jutaan orang di dalam tidak diperhatikan. Cara membantu Palestina bukan dengan cara kekanak-kanakan, bukan dengan memberi kesempatan mereka keluar,&amp;rdquo; tegas Mustafa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, relokasi justru akan menguntungkan Israel. &amp;ldquo;Ketika itu terjadi, maka akan memudahkan misi Israel mengosongkan Gaza dari rakyatnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mustafa menegaskan, pengalaman puluhan tahun menunjukkan bahwa 7,5 juta pengungsi Palestina di luar negeri tidak bisa kembali ke tanah kelahiran mereka. &amp;ldquo;Israel tidak akan mengizinkan itu terjadi,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai perbandingan, Mustafa balik bertanya kepada publik Indonesia. &amp;ldquo;Maukah kalian warga Indonesia yang terluka akibat perang, dipindahkan ke Vietnam?&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Klarifikasi Pemerintah Indonesia&#13;
&#13;
Sebelumnya, Istana membantah wacana relokasi permanen. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah hanya berencana memberikan perawatan medis bagi warga Palestina yang terluka, bukan memindahkan mereka secara permanen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah tidak merelokasi warga Palestina. Kita hanya mau mengobati mereka yang cedera parah di Indonesia, lalu setelah sembuh dikembalikan ke negaranya,&amp;rdquo; kata Hasan di Jakarta Pusat, Sabtu (17/5).&#13;
&#13;
Hasan memastikan proses itu pun membutuhkan banyak persetujuan, baik dari otoritas Palestina maupun negara-negara sekitar. &amp;ldquo;Itu pun perlu banyak syarat. Dan mereka tidak akan menetap permanen di Indonesia,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Tokoh nasional Palestina, Mustafa Al Barghouti, menolak keras wacana relokasi 2.000 warga Palestina ke Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut justru dapat memudahkan misi Israel untuk mengosongkan Gaza dari penduduk aslinya.&#13;
&#13;
Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers bertajuk &amp;ldquo;Situasi Terkini Palestina &amp;ndash; Genosida dan Siasat Migrasi Paksa&amp;rdquo; di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana Anda hanya peduli kehidupan 2.000 orang untuk dievakuasi ke luar, sementara jutaan orang di dalam tidak diperhatikan. Cara membantu Palestina bukan dengan cara kekanak-kanakan, bukan dengan memberi kesempatan mereka keluar,&amp;rdquo; tegas Mustafa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, relokasi justru akan menguntungkan Israel. &amp;ldquo;Ketika itu terjadi, maka akan memudahkan misi Israel mengosongkan Gaza dari rakyatnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mustafa menegaskan, pengalaman puluhan tahun menunjukkan bahwa 7,5 juta pengungsi Palestina di luar negeri tidak bisa kembali ke tanah kelahiran mereka. &amp;ldquo;Israel tidak akan mengizinkan itu terjadi,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai perbandingan, Mustafa balik bertanya kepada publik Indonesia. &amp;ldquo;Maukah kalian warga Indonesia yang terluka akibat perang, dipindahkan ke Vietnam?&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Klarifikasi Pemerintah Indonesia&#13;
&#13;
Sebelumnya, Istana membantah wacana relokasi permanen. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah hanya berencana memberikan perawatan medis bagi warga Palestina yang terluka, bukan memindahkan mereka secara permanen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah tidak merelokasi warga Palestina. Kita hanya mau mengobati mereka yang cedera parah di Indonesia, lalu setelah sembuh dikembalikan ke negaranya,&amp;rdquo; kata Hasan di Jakarta Pusat, Sabtu (17/5).&#13;
&#13;
Hasan memastikan proses itu pun membutuhkan banyak persetujuan, baik dari otoritas Palestina maupun negara-negara sekitar. &amp;ldquo;Itu pun perlu banyak syarat. Dan mereka tidak akan menetap permanen di Indonesia,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
