<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Ungkap Iming-iming Uang ke Peserta Demo Ricuh, Nominal Rp62.500&amp;ndash;Rp200.000</title><description>Polda Metro Jaya mengungkap adanya iming-iming uang yang diberikan kepada peserta demo yang berujung kericuhan di Jakarta.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167280/polisi-ungkap-iming-iming-uang-ke-peserta-demo-ricuh-nominal-rp62-500-ndash-rp200-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167280/polisi-ungkap-iming-iming-uang-ke-peserta-demo-ricuh-nominal-rp62-500-ndash-rp200-000"/><item><title>Polisi Ungkap Iming-iming Uang ke Peserta Demo Ricuh, Nominal Rp62.500&amp;ndash;Rp200.000</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167280/polisi-ungkap-iming-iming-uang-ke-peserta-demo-ricuh-nominal-rp62-500-ndash-rp200-000</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/03/337/3167280/polisi-ungkap-iming-iming-uang-ke-peserta-demo-ricuh-nominal-rp62-500-ndash-rp200-000</guid><pubDate>Rabu 03 September 2025 07:59 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/03/337/3167280/demo-rzgH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebagian massa aksi demo yang berbuat anarkis terima bayaran/Foto: OKezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/03/337/3167280/demo-rzgH_large.jpg</image><title>Sebagian massa aksi demo yang berbuat anarkis terima bayaran/Foto: OKezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Polda Metro Jaya mengungkap adanya iming-iming uang yang diberikan kepada peserta demo yang berujung kericuhan di Jakarta. Kisaran nominalnya mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memberikan iming-iming imbalan uang dengan rentang nominal Rp62.500 hingga Rp200 ribu bagi anak-anak dan dewasa yang mau hadir melakukan aksi,&amp;quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Rabu (3/9/2025).&#13;
&#13;
Ade Ary belum merinci siapa pemberi iming-iming tersebut. Ia mengatakan hal itu masih dalam pemeriksaan mendalam oleh penyidik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ada juga beberapa pihak yang masih dilakukan pendalaman,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, polisi menetapkan enam orang tersangka dalam kasus ini, yakni Direktur Lokataru Foundation Delpedro, MS, SH, KA, RAP, dan FL.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi menuturkan Delpedro berperan melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar tidak takut mengikuti aksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama DMR, admin akun Instagram LF. Peran tersangka DMR adalah melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk aksi kita lawan bersama,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian tersangka kedua MS dengan akun Instagram @BPP. Peran MS juga melakukan kolaborasi dengan beberapa akun Instagram lainnya untuk ajakan pengrusakan,&amp;quot; sambung dia.&#13;
&#13;
Pelaku ketiga berinisial SH, admin Instagram @GM, berperan melakukan kolaborasi akun Instagram untuk ajakan pengrusakan. Selanjutnya pelaku keempat KA dengan akun Instagram @AMP yang berperan serupa SH.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tersangka kelima RAP, admin akun IG @RAP, perannya adalah tutorial pembuatan bom molotov dan berperan sebagai koordinator kurir bom molotov di lapangan dari akun Instagram tersebut,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudari FL, admin akun medsos inisial T dengan nama akun @FG, perannya menyiarkan langsung dan mengajak jadi live, serta mengajak pelajar turun pada 25 Agustus 2025. Pelajar sebagian adalah anak,&amp;quot; jelas dia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Polda Metro Jaya mengungkap adanya iming-iming uang yang diberikan kepada peserta demo yang berujung kericuhan di Jakarta. Kisaran nominalnya mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memberikan iming-iming imbalan uang dengan rentang nominal Rp62.500 hingga Rp200 ribu bagi anak-anak dan dewasa yang mau hadir melakukan aksi,&amp;quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Rabu (3/9/2025).&#13;
&#13;
Ade Ary belum merinci siapa pemberi iming-iming tersebut. Ia mengatakan hal itu masih dalam pemeriksaan mendalam oleh penyidik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ada juga beberapa pihak yang masih dilakukan pendalaman,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, polisi menetapkan enam orang tersangka dalam kasus ini, yakni Direktur Lokataru Foundation Delpedro, MS, SH, KA, RAP, dan FL.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi menuturkan Delpedro berperan melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar tidak takut mengikuti aksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama DMR, admin akun Instagram LF. Peran tersangka DMR adalah melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk aksi kita lawan bersama,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian tersangka kedua MS dengan akun Instagram @BPP. Peran MS juga melakukan kolaborasi dengan beberapa akun Instagram lainnya untuk ajakan pengrusakan,&amp;quot; sambung dia.&#13;
&#13;
Pelaku ketiga berinisial SH, admin Instagram @GM, berperan melakukan kolaborasi akun Instagram untuk ajakan pengrusakan. Selanjutnya pelaku keempat KA dengan akun Instagram @AMP yang berperan serupa SH.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tersangka kelima RAP, admin akun IG @RAP, perannya adalah tutorial pembuatan bom molotov dan berperan sebagai koordinator kurir bom molotov di lapangan dari akun Instagram tersebut,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudari FL, admin akun medsos inisial T dengan nama akun @FG, perannya menyiarkan langsung dan mengajak jadi live, serta mengajak pelajar turun pada 25 Agustus 2025. Pelajar sebagian adalah anak,&amp;quot; jelas dia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
