<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Korban Gempa Afghanistan Kembali Bertambah, 1.457 Orang Tewas dan 3.400 Lainnya Terluka</title><description>Penggalian korban yang terkubur di bawah reruntuhan masih berlangsung.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/04/18/3167688/jumlah-korban-gempa-afghanistan-kembali-bertambah-1-457-orang-tewas-dan-3-400-lainnya-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/04/18/3167688/jumlah-korban-gempa-afghanistan-kembali-bertambah-1-457-orang-tewas-dan-3-400-lainnya-terluka"/><item><title>Jumlah Korban Gempa Afghanistan Kembali Bertambah, 1.457 Orang Tewas dan 3.400 Lainnya Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/04/18/3167688/jumlah-korban-gempa-afghanistan-kembali-bertambah-1-457-orang-tewas-dan-3-400-lainnya-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/04/18/3167688/jumlah-korban-gempa-afghanistan-kembali-bertambah-1-457-orang-tewas-dan-3-400-lainnya-terluka</guid><pubDate>Kamis 04 September 2025 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/04/18/3167688/kerusakan_akibat_gempa_di_afghanistan-ECnW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerusakan akibat gempa di Afghanistan. (Foto: X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/04/18/3167688/kerusakan_akibat_gempa_di_afghanistan-ECnW_large.jpg</image><title>Kerusakan akibat gempa di Afghanistan. (Foto: X)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Operasi pencarian korban gempa bumi di Afghanistan masih berlanjut hingga Rabu (3/9/2025) malam, dengan semakin banyak jenazah yang digali dari bawah reruntuhan bangunan. Pemerintahan Taliban mengatakan bahwa jumlah korban tewas telah melebihi 1.457 orang, namun angka pastinya belum dapat dipastikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gempa pertama berkekuatan 6 skala Richter (SR), salah satu yang paling mematikan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir, mengakibatkan kerusakan dan kehancuran luas di Provinsi Kunar dan Nangarhar pada Minggu (31/8/2025). Gempa terjadi pada kedalaman dangkal 10 km (6 mil).&#13;
&#13;
Gempa kedua berkekuatan 5,5 SR terjadi pada Selasa (2/9/2025), menyebabkan kepanikan dan mengganggu upaya penyelamatan akibat batu-batu yang meluncur menuruni gunung serta memutus jalan menuju desa-desa di daerah terpencil.&#13;
&#13;
Sekitar 3.400 orang lainnya terluka dan lebih dari 6.700 rumah hancur, menurut pihak berwenang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa dapat bertambah karena masih banyak orang terjebak di bawah reruntuhan seiring berjalannya waktu yang semakin menipis bagi para penyintas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebutuhan kemanusiaan &amp;quot;sangat besar dan berkembang pesat&amp;quot;, kata Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga 84.000 orang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, dengan ribuan mengungsi,&amp;quot; tambah kelompok tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.&#13;
&#13;
Seluruh rumah tangga musnah di beberapa desa di Provinsi Kunar. Para penyintas yang putus asa mencari anggota keluarga dengan mengayak puing-puing, membawa jenazah menggunakan tandu anyaman, serta menggali kuburan dengan beliung sambil menunggu bantuan tiba.&#13;
&#13;
Tayangan visual dari Reuters TV menunjukkan truk-truk, beberapa sarat dengan karung tepung dan yang lain membawa sekop, melakukan perjalanan ke desa-desa terpencil di lereng yang lebih tinggi. Pihak berwenang juga menerjunkan puluhan pasukan komando melalui udara di lokasi yang tidak dapat didarati helikopter.&#13;
&#13;
Sumber daya untuk upaya penyelamatan dan bantuan di Afghanistan sangat terbatas, yang semakin menyulitkan pencarian serta penyaluran bantuan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Operasi pencarian korban gempa bumi di Afghanistan masih berlanjut hingga Rabu (3/9/2025) malam, dengan semakin banyak jenazah yang digali dari bawah reruntuhan bangunan. Pemerintahan Taliban mengatakan bahwa jumlah korban tewas telah melebihi 1.457 orang, namun angka pastinya belum dapat dipastikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gempa pertama berkekuatan 6 skala Richter (SR), salah satu yang paling mematikan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir, mengakibatkan kerusakan dan kehancuran luas di Provinsi Kunar dan Nangarhar pada Minggu (31/8/2025). Gempa terjadi pada kedalaman dangkal 10 km (6 mil).&#13;
&#13;
Gempa kedua berkekuatan 5,5 SR terjadi pada Selasa (2/9/2025), menyebabkan kepanikan dan mengganggu upaya penyelamatan akibat batu-batu yang meluncur menuruni gunung serta memutus jalan menuju desa-desa di daerah terpencil.&#13;
&#13;
Sekitar 3.400 orang lainnya terluka dan lebih dari 6.700 rumah hancur, menurut pihak berwenang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa dapat bertambah karena masih banyak orang terjebak di bawah reruntuhan seiring berjalannya waktu yang semakin menipis bagi para penyintas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebutuhan kemanusiaan &amp;quot;sangat besar dan berkembang pesat&amp;quot;, kata Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga 84.000 orang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, dengan ribuan mengungsi,&amp;quot; tambah kelompok tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.&#13;
&#13;
Seluruh rumah tangga musnah di beberapa desa di Provinsi Kunar. Para penyintas yang putus asa mencari anggota keluarga dengan mengayak puing-puing, membawa jenazah menggunakan tandu anyaman, serta menggali kuburan dengan beliung sambil menunggu bantuan tiba.&#13;
&#13;
Tayangan visual dari Reuters TV menunjukkan truk-truk, beberapa sarat dengan karung tepung dan yang lain membawa sekop, melakukan perjalanan ke desa-desa terpencil di lereng yang lebih tinggi. Pihak berwenang juga menerjunkan puluhan pasukan komando melalui udara di lokasi yang tidak dapat didarati helikopter.&#13;
&#13;
Sumber daya untuk upaya penyelamatan dan bantuan di Afghanistan sangat terbatas, yang semakin menyulitkan pencarian serta penyaluran bantuan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
