<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kompolnas Gali Dugaan Affan Kurniawan Didorong Sebelum Dilindas Rantis Brimob</title><description>Komisioner Kompolnas Choirul Anam akan mendalami viralnya narasi atau video pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang diduga didorong sebelum dilindas Rantis Brimob.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/04/338/3167623/kompolnas-gali-dugaan-affan-kurniawan-didorong-sebelum-dilindas-rantis-brimob</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/04/338/3167623/kompolnas-gali-dugaan-affan-kurniawan-didorong-sebelum-dilindas-rantis-brimob"/><item><title>Kompolnas Gali Dugaan Affan Kurniawan Didorong Sebelum Dilindas Rantis Brimob</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/04/338/3167623/kompolnas-gali-dugaan-affan-kurniawan-didorong-sebelum-dilindas-rantis-brimob</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/04/338/3167623/kompolnas-gali-dugaan-affan-kurniawan-didorong-sebelum-dilindas-rantis-brimob</guid><pubDate>Kamis 04 September 2025 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/04/338/3167623/choirul-jASJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam/Foto: Danandaya Arya Putra-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/04/338/3167623/choirul-jASJ_large.jpg</image><title>Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam/Foto: Danandaya Arya Putra-Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam mengaku akan mendalami viralnya narasi atau video pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang diduga didorong sebelum dilindas Rantis Brimob.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Anam sebelum menghadiri sidang Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) terhadap Bripka Rohmad (R), sopir Rantis Brimob. Bripka R menjalani sidang etik di Gedung Transnational Crime Coordination Centre (TNCC) Mabes Polri, Kamis (4/9/2025).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, dugaan Affan didorong orang tak dikenal memang sulit dibahas dalam sidang KKEP. Alasannya sidang KKEP hanya bertujuan menilai apakah anggota melanggar etik saat menjalankan tugasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dalam konteks KKEP, kami tidak bisa masuk dalam ruang itu. Karena ada mekanisme formal ya, ada matriks, ada pembela, ada penuntut,&amp;rdquo; kata Anam di depan Gedung TNCC, Mabes Polri, Kamis (4/9/2025).&#13;
&#13;
Pendalaman peristiwa dugaan terhadap Affan akan ditelusuri di luar sidang KKEP. Ia mengaku hal tersebut juga sedang didalami oleh Kompolnas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam kesempatan lain, memang kami sedang mendalami itu, tapi tidak dalam kerangka KKEP. Karena KKEP kami tidak bisa masuk,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, untuk mendalami dugaan peristiwa tersebut, Kompolnas akan mempelajari rekaman CCTV yang beredar di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;CCTV yang beredar dan CCTV yang tidak beredar,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam mengaku akan mendalami viralnya narasi atau video pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang diduga didorong sebelum dilindas Rantis Brimob.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Anam sebelum menghadiri sidang Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) terhadap Bripka Rohmad (R), sopir Rantis Brimob. Bripka R menjalani sidang etik di Gedung Transnational Crime Coordination Centre (TNCC) Mabes Polri, Kamis (4/9/2025).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, dugaan Affan didorong orang tak dikenal memang sulit dibahas dalam sidang KKEP. Alasannya sidang KKEP hanya bertujuan menilai apakah anggota melanggar etik saat menjalankan tugasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dalam konteks KKEP, kami tidak bisa masuk dalam ruang itu. Karena ada mekanisme formal ya, ada matriks, ada pembela, ada penuntut,&amp;rdquo; kata Anam di depan Gedung TNCC, Mabes Polri, Kamis (4/9/2025).&#13;
&#13;
Pendalaman peristiwa dugaan terhadap Affan akan ditelusuri di luar sidang KKEP. Ia mengaku hal tersebut juga sedang didalami oleh Kompolnas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam kesempatan lain, memang kami sedang mendalami itu, tapi tidak dalam kerangka KKEP. Karena KKEP kami tidak bisa masuk,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, untuk mendalami dugaan peristiwa tersebut, Kompolnas akan mempelajari rekaman CCTV yang beredar di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;CCTV yang beredar dan CCTV yang tidak beredar,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
