<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masuk dalam 17+8 Tuntutan Rakyat, TNI: Kami Hormati</title><description>Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengapresiasi adanya 17+8 Tuntutan Rakyat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/05/337/3168014/masuk-dalam-17-8-tuntutan-rakyat-tni-kami-hormati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/05/337/3168014/masuk-dalam-17-8-tuntutan-rakyat-tni-kami-hormati"/><item><title>Masuk dalam 17+8 Tuntutan Rakyat, TNI: Kami Hormati</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/05/337/3168014/masuk-dalam-17-8-tuntutan-rakyat-tni-kami-hormati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/05/337/3168014/masuk-dalam-17-8-tuntutan-rakyat-tni-kami-hormati</guid><pubDate>Jum'at 05 September 2025 23:44 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/05/337/3168014/tni-JGpq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/05/337/3168014/tni-JGpq_large.jpg</image><title>Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengapresiasi adanya 17+8 Tuntutan Rakyat. Tercatat, terdapat empat tuntutan untuk TNI dalam jangka pendek dan satu dalam jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;TNI sangat mengapresiasi beberapa tuntutan maupun masukan 17+8 yang untuk TNI, baik dalam jangka waktu seminggu maupun setahun,&amp;quot; kata Freddy, Jumat (5/9/2025).&#13;
&#13;
Dalam konteks kerangka hukum dan demokrasi di Indonesia, TNI menegaskan pihaknya sangat menghormati aspirasi masyarakat. Sebab, dalam setiap kebijakan, TNI selalu mengedepankan supremasi sipil.&#13;
&#13;
&amp;quot;TNI sangat menjunjung tinggi dan menghormati supremasi sipil. Apa pun yang diputuskan, apa pun kebijakan yang diberikan kepada TNI, itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh kehormatan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi beredar tuntutan rakyat yang ditujukan kepada pemerintah dan DPR. Tuntutan ini terdiri dari 17 poin jangka pendek dan 8 poin jangka panjang.&#13;
&#13;
Adapun 17+8 tuntutan ini dirilis oleh akun Instagram @malakaproject.id. Yakni, 17 tuntutan jangka pendek memiliki deadline 5 September 2025 dan 8 tuntutan jangka panjang memiliki deadline 31 Agustus 2026&#13;
&#13;
&#13;
17 Tuntutan Jangka Pendek (Deadline: 5 September 2025):&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aparat lainnya selama demonstrasi 28&amp;ndash;30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).&#13;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Publikasikan transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).&#13;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK).&#13;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.&#13;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.&#13;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.&#13;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.&#13;
10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia.&#13;
11.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM.&#13;
12.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;TNI segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.&#13;
13.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.&#13;
14.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.&#13;
15.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, nakes, dan mitra ojol) di seluruh Indonesia.&#13;
16.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak.&#13;
17.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.&#13;
&#13;
8 Tuntutan Jangka Panjang (Deadline: 31 Agustus 2026):&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Reformasi besar-besaran DPR, audit publik, larangan mantan koruptor jadi caleg, dan penghapusan hak istimewa.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Reformasi partai politik dan penguatan peran oposisi dalam sistem demokrasi.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil dan batalkan kenaikan pajak yang membebani rakyat.&#13;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sahkan UU Perampasan Aset Koruptor, dan perkuat KPK serta UU Tipikor.&#13;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Reformasi Polri agar profesional dan humanis, serta revisi UU Kepolisian.&#13;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penarikan total TNI dari proyek sipil, serta revisi UU TNI.&#13;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perkuat Komnas HAM dan lembaga pengawas seperti Ombudsman dan Kompolnas.&#13;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Evaluasi menyeluruh kebijakan ekonomi, termasuk PSN, UU Cipta Kerja, dan perlindungan terhadap masyarakat adat serta lingkungan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengapresiasi adanya 17+8 Tuntutan Rakyat. Tercatat, terdapat empat tuntutan untuk TNI dalam jangka pendek dan satu dalam jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;TNI sangat mengapresiasi beberapa tuntutan maupun masukan 17+8 yang untuk TNI, baik dalam jangka waktu seminggu maupun setahun,&amp;quot; kata Freddy, Jumat (5/9/2025).&#13;
&#13;
Dalam konteks kerangka hukum dan demokrasi di Indonesia, TNI menegaskan pihaknya sangat menghormati aspirasi masyarakat. Sebab, dalam setiap kebijakan, TNI selalu mengedepankan supremasi sipil.&#13;
&#13;
&amp;quot;TNI sangat menjunjung tinggi dan menghormati supremasi sipil. Apa pun yang diputuskan, apa pun kebijakan yang diberikan kepada TNI, itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh kehormatan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi beredar tuntutan rakyat yang ditujukan kepada pemerintah dan DPR. Tuntutan ini terdiri dari 17 poin jangka pendek dan 8 poin jangka panjang.&#13;
&#13;
Adapun 17+8 tuntutan ini dirilis oleh akun Instagram @malakaproject.id. Yakni, 17 tuntutan jangka pendek memiliki deadline 5 September 2025 dan 8 tuntutan jangka panjang memiliki deadline 31 Agustus 2026&#13;
&#13;
&#13;
17 Tuntutan Jangka Pendek (Deadline: 5 September 2025):&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aparat lainnya selama demonstrasi 28&amp;ndash;30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).&#13;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Publikasikan transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).&#13;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK).&#13;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.&#13;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.&#13;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.&#13;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.&#13;
10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia.&#13;
11.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM.&#13;
12.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;TNI segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.&#13;
13.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.&#13;
14.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.&#13;
15.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, nakes, dan mitra ojol) di seluruh Indonesia.&#13;
16.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak.&#13;
17.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.&#13;
&#13;
8 Tuntutan Jangka Panjang (Deadline: 31 Agustus 2026):&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Reformasi besar-besaran DPR, audit publik, larangan mantan koruptor jadi caleg, dan penghapusan hak istimewa.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Reformasi partai politik dan penguatan peran oposisi dalam sistem demokrasi.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil dan batalkan kenaikan pajak yang membebani rakyat.&#13;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sahkan UU Perampasan Aset Koruptor, dan perkuat KPK serta UU Tipikor.&#13;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Reformasi Polri agar profesional dan humanis, serta revisi UU Kepolisian.&#13;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penarikan total TNI dari proyek sipil, serta revisi UU TNI.&#13;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perkuat Komnas HAM dan lembaga pengawas seperti Ombudsman dan Kompolnas.&#13;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Evaluasi menyeluruh kebijakan ekonomi, termasuk PSN, UU Cipta Kerja, dan perlindungan terhadap masyarakat adat serta lingkungan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
