<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nadiem Tersangka Korupsi Laptop, Jimly Asshidiqie: Kejagung Sudah Kantongi Alat Bukti!</title><description>Jimly mengingatkan para pejabat politik yang mendapat amanah harus belajar mengelola dan memimpin birokrasi yang amanah. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/06/337/3168152/nadiem-tersangka-korupsi-laptop-jimly-asshidiqie-kejagung-sudah-kantongi-alat-bukti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/06/337/3168152/nadiem-tersangka-korupsi-laptop-jimly-asshidiqie-kejagung-sudah-kantongi-alat-bukti"/><item><title>Nadiem Tersangka Korupsi Laptop, Jimly Asshidiqie: Kejagung Sudah Kantongi Alat Bukti!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/06/337/3168152/nadiem-tersangka-korupsi-laptop-jimly-asshidiqie-kejagung-sudah-kantongi-alat-bukti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/06/337/3168152/nadiem-tersangka-korupsi-laptop-jimly-asshidiqie-kejagung-sudah-kantongi-alat-bukti</guid><pubDate>Sabtu 06 September 2025 17:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/06/337/3168152/kejagung-0M9C_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nadiem Tersangka Korupsi Laptop, Jimly Asshidiqie: Kejagung Sudah Kantongi Alat Bukti!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/06/337/3168152/kejagung-0M9C_large.jpg</image><title>Nadiem Tersangka Korupsi Laptop, Jimly Asshidiqie: Kejagung Sudah Kantongi Alat Bukti!</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, angkat bicara soal penetapan mantan&amp;nbsp;Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis chromebook.&#13;
&#13;
Jimly&amp;nbsp;mengingatkan para pejabat politik yang mendapat amanah harus belajar mengelola dan memimpin birokrasi yang amanah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus Nadiem Makarim ini, kata Jimly, harus menjadi pelajaran bahwa ketika menduduki jabatan harus bekerja sebaik-baiknya untuk melayani kepentingan umum. Dia juga menolak penetapan tersangka Nadiem ini dikaitkan dengan persoalan politik masa lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu ilmu kiralogi (ilmu kira-kira) gak usah didengerin. Langkah Kejagung ini lurus saja. Jangan semua digoreng (dituduh) politis,&amp;rdquo; ujar Jimly, Sabtu (6/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, penyidik kejaksaan saat menetapkan seorang tersangka sudah memiliki alat bukti yang kuat. &amp;ldquo;Jangan sebagai pengamat dari luar sok tahu. Hanya pakai ilmu kira-kira,&amp;rdquo; ucap Jimly.&#13;
&#13;
Oleh karena itu kata dia, jika Nadiem merasa ada hal yang salah dalam penetapan tersangkanya, maka tinggal dibuktikan saja di pengadilan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini informasi kan sudah sangat terbuka. Buktikan saja nanti di pengadilan, yang terbuka dan transparan. Enggak usah dianalisa ke politik, dan sebagainya,&amp;rdquo; ujar Jimly.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskannya, masyarakat seringkali baru tahu sesuatu setelah ribut-ribut. Salah satu contohnya kenaikan PBB hampir 250 persen di Pati, Jawa Tengah. Dengan demikian, lanjut dia, evaluasinya harus menyeluruh karena ternyata terjadi di banyak wilayah di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ributnya ini karena kesombongan dari Bupati Pati . Angkuh. Namun setelah diungkap ternyata di seluruh Indonesia sama, bahkan ada yang naiknya seribu persen, 300 persen,&amp;rdquo; tutup Jimly.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, angkat bicara soal penetapan mantan&amp;nbsp;Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis chromebook.&#13;
&#13;
Jimly&amp;nbsp;mengingatkan para pejabat politik yang mendapat amanah harus belajar mengelola dan memimpin birokrasi yang amanah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus Nadiem Makarim ini, kata Jimly, harus menjadi pelajaran bahwa ketika menduduki jabatan harus bekerja sebaik-baiknya untuk melayani kepentingan umum. Dia juga menolak penetapan tersangka Nadiem ini dikaitkan dengan persoalan politik masa lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu ilmu kiralogi (ilmu kira-kira) gak usah didengerin. Langkah Kejagung ini lurus saja. Jangan semua digoreng (dituduh) politis,&amp;rdquo; ujar Jimly, Sabtu (6/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, penyidik kejaksaan saat menetapkan seorang tersangka sudah memiliki alat bukti yang kuat. &amp;ldquo;Jangan sebagai pengamat dari luar sok tahu. Hanya pakai ilmu kira-kira,&amp;rdquo; ucap Jimly.&#13;
&#13;
Oleh karena itu kata dia, jika Nadiem merasa ada hal yang salah dalam penetapan tersangkanya, maka tinggal dibuktikan saja di pengadilan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini informasi kan sudah sangat terbuka. Buktikan saja nanti di pengadilan, yang terbuka dan transparan. Enggak usah dianalisa ke politik, dan sebagainya,&amp;rdquo; ujar Jimly.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskannya, masyarakat seringkali baru tahu sesuatu setelah ribut-ribut. Salah satu contohnya kenaikan PBB hampir 250 persen di Pati, Jawa Tengah. Dengan demikian, lanjut dia, evaluasinya harus menyeluruh karena ternyata terjadi di banyak wilayah di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ributnya ini karena kesombongan dari Bupati Pati . Angkuh. Namun setelah diungkap ternyata di seluruh Indonesia sama, bahkan ada yang naiknya seribu persen, 300 persen,&amp;rdquo; tutup Jimly.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
