<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendikdasmen Terbitkan Edaran Cegah Pelajar Ikut Demo</title><description>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu?? ti menyoroti adanya pelajar yang ikut dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah beberapa waktu lalu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/07/337/3168230/mendikdasmen-terbitkan-edaran-cegah-pelajar-ikut-demo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/07/337/3168230/mendikdasmen-terbitkan-edaran-cegah-pelajar-ikut-demo"/><item><title>Mendikdasmen Terbitkan Edaran Cegah Pelajar Ikut Demo</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/07/337/3168230/mendikdasmen-terbitkan-edaran-cegah-pelajar-ikut-demo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/07/337/3168230/mendikdasmen-terbitkan-edaran-cegah-pelajar-ikut-demo</guid><pubDate>Minggu 07 September 2025 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/07/337/3168230/demo-TS5c_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/07/337/3168230/demo-TS5c_large.jpg</image><title>Demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&amp;rsquo;ti menyoroti adanya pelajar yang ikut dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah beberapa waktu lalu. Ia mengaku telah mengeluarkan edaran kepada pemerintah daerah (pemda) untuk mencegah pelajar ikut turun ke jalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah kita sampaikan edaran itu ke kepala dinas provinsi maupun kabupaten/kota,&amp;quot; kata Mu&amp;rsquo;ti, dikutip Minggu (7/9/2025).&#13;
&#13;
Mu&amp;rsquo;ti menuturkan, aspirasi yang ingin disampaikan pelajar sebaiknya disalurkan tanpa harus meninggalkan sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang sebaiknya para pelajar, kalau ada aspirasi demokrasi, disalurkannya melalui cara yang lebih pas. Pesannya bisa sampai tanpa harus meninggalkan sekolah,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berharap para guru, kepala sekolah, hingga orangtua agar membimbing siswa untuk menyalurkan aspirasi tanpa mengesampingkan kegiatan sekolah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Marilah kita mengajak para pelajar ini untuk lebih fokus mereka belajar, lebih fokus untuk mereka mencapai cita-cita yang mulia dalam meraih masa depan yang gemilang,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 337 orang terkait aksi demo berujung anarkis di gedung DPR/MPR pada 25 Agustus 2025. Sebanyak 202 orang di antaranya merupakan anak-anak yang datang karena diduga terhasut oleh ajakan akun media sosial yang dikelola oleh Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, dan pelaku lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polda Metro Jaya telah melakukan upaya pengamanan 337 orang sehingga situasi saat itu, tanggal 25 (Agustus), kondusif,&amp;quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 2 September 2025 malam.&#13;
&#13;
Ade Ary menjelaskan, pihaknya kemudian mendata orang yang diamankan. Pelaku anak-anak kemudian dikembalikan ke orangtuanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian terhadap massa yang diamankan dilakukan pendataan, pemeriksaan urine, komunikasi, pemisahan dengan klaster anak &amp;mdash; anak adalah yang berusia di bawah 18 tahun &amp;mdash; kemudian dilakukan konseling terhadap anak dengan mengundang stakeholder, mengundang KPAI, dinas terkait, mengundang orangtuanya, menghubungi pihak sekolahnya. Keesokan harinya, anak-anak ini dikembalikan ke orang tuanya, ke keluarganya masing-masing,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, sebanyak 202 anak datang ke gedung MPR/DPR dan diduga melakukan aksi anarkis. Mereka diduga hadir setelah adanya ajakan dari Delpedro dan tersangka lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tanggal 25 itu diperoleh fakta bahwa ada 202 anak, 26 mahasiswa, dan 109 warga yang datang karena terhasut oleh ajakan akun medsos T milik mereka, milik para tersangka,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&amp;rsquo;ti menyoroti adanya pelajar yang ikut dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah beberapa waktu lalu. Ia mengaku telah mengeluarkan edaran kepada pemerintah daerah (pemda) untuk mencegah pelajar ikut turun ke jalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah kita sampaikan edaran itu ke kepala dinas provinsi maupun kabupaten/kota,&amp;quot; kata Mu&amp;rsquo;ti, dikutip Minggu (7/9/2025).&#13;
&#13;
Mu&amp;rsquo;ti menuturkan, aspirasi yang ingin disampaikan pelajar sebaiknya disalurkan tanpa harus meninggalkan sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang sebaiknya para pelajar, kalau ada aspirasi demokrasi, disalurkannya melalui cara yang lebih pas. Pesannya bisa sampai tanpa harus meninggalkan sekolah,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berharap para guru, kepala sekolah, hingga orangtua agar membimbing siswa untuk menyalurkan aspirasi tanpa mengesampingkan kegiatan sekolah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Marilah kita mengajak para pelajar ini untuk lebih fokus mereka belajar, lebih fokus untuk mereka mencapai cita-cita yang mulia dalam meraih masa depan yang gemilang,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 337 orang terkait aksi demo berujung anarkis di gedung DPR/MPR pada 25 Agustus 2025. Sebanyak 202 orang di antaranya merupakan anak-anak yang datang karena diduga terhasut oleh ajakan akun media sosial yang dikelola oleh Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, dan pelaku lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polda Metro Jaya telah melakukan upaya pengamanan 337 orang sehingga situasi saat itu, tanggal 25 (Agustus), kondusif,&amp;quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 2 September 2025 malam.&#13;
&#13;
Ade Ary menjelaskan, pihaknya kemudian mendata orang yang diamankan. Pelaku anak-anak kemudian dikembalikan ke orangtuanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian terhadap massa yang diamankan dilakukan pendataan, pemeriksaan urine, komunikasi, pemisahan dengan klaster anak &amp;mdash; anak adalah yang berusia di bawah 18 tahun &amp;mdash; kemudian dilakukan konseling terhadap anak dengan mengundang stakeholder, mengundang KPAI, dinas terkait, mengundang orangtuanya, menghubungi pihak sekolahnya. Keesokan harinya, anak-anak ini dikembalikan ke orang tuanya, ke keluarganya masing-masing,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, sebanyak 202 anak datang ke gedung MPR/DPR dan diduga melakukan aksi anarkis. Mereka diduga hadir setelah adanya ajakan dari Delpedro dan tersangka lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tanggal 25 itu diperoleh fakta bahwa ada 202 anak, 26 mahasiswa, dan 109 warga yang datang karena terhasut oleh ajakan akun medsos T milik mereka, milik para tersangka,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
