<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alert! Gelombang Laut Tinggi Terjang Sejumlah Wilayah pada 8 hingga 11 September</title><description>BMKG mengatakan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/08/337/3168413/alert-gelombang-laut-tinggi-terjang-sejumlah-wilayah-pada-8-hingga-11-september</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/08/337/3168413/alert-gelombang-laut-tinggi-terjang-sejumlah-wilayah-pada-8-hingga-11-september"/><item><title>Alert! Gelombang Laut Tinggi Terjang Sejumlah Wilayah pada 8 hingga 11 September</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/08/337/3168413/alert-gelombang-laut-tinggi-terjang-sejumlah-wilayah-pada-8-hingga-11-september</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/08/337/3168413/alert-gelombang-laut-tinggi-terjang-sejumlah-wilayah-pada-8-hingga-11-september</guid><pubDate>Senin 08 September 2025 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/08/337/3168413/viral-FBVo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alert! Gelombang Laut Tinggi Terjang Sejumlah Wilayah pada 8 hingga 11 September</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/08/337/3168413/viral-FBVo_large.jpg</image><title>Alert! Gelombang Laut Tinggi Terjang Sejumlah Wilayah pada 8 hingga 11 September</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 8 - 11 September 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Siklon Trofis Nongfa (18.3&amp;deg;LU 114.3&amp;deg;BT) di Laut Cina Selatan (Timur Pulau Hainan) memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang,&amp;quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan angin berkisar 6 - 22 knot.&#13;
&#13;
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10 - 25 knot.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Laut Sumbawa.&#13;
&#13;
Kemudian, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, Selat Karimata bagian utara, Selat Malaka bagian utara, Laut Bali, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Laut Arafuru bagian timur.&#13;
&#13;
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan&amp;nbsp;Mentawai.&#13;
&#13;
Selanjutnya&amp;nbsp;Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT.&#13;
&#13;
Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG mengatakan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti&#13;
&#13;
Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).&#13;
&#13;
Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;quot;demikian keterangan BMKG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 8 - 11 September 2025.&#13;
&#13;
&amp;quot;Siklon Trofis Nongfa (18.3&amp;deg;LU 114.3&amp;deg;BT) di Laut Cina Selatan (Timur Pulau Hainan) memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang,&amp;quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (8/9/2025).&#13;
&#13;
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan angin berkisar 6 - 22 knot.&#13;
&#13;
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10 - 25 knot.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Laut Sumbawa.&#13;
&#13;
Kemudian, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, Selat Karimata bagian utara, Selat Malaka bagian utara, Laut Bali, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Laut Arafuru bagian timur.&#13;
&#13;
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan&amp;nbsp;Mentawai.&#13;
&#13;
Selanjutnya&amp;nbsp;Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT.&#13;
&#13;
Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG mengatakan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti&#13;
&#13;
Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).&#13;
&#13;
Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;quot;demikian keterangan BMKG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
