<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nepal Cabut Larangan Medsos Setelah Protes Gen Z yang Tewaskan 19 Orang</title><description>Protes Gen Z dipicu oleh ketidakpuasan generasi muda atas penindakan korupsi dan keputusan pemerintah menutup media sosial. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/09/18/3168664/nepal-cabut-larangan-medsos-setelah-protes-gen-z-yang-tewaskan-19-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/09/18/3168664/nepal-cabut-larangan-medsos-setelah-protes-gen-z-yang-tewaskan-19-orang"/><item><title>Nepal Cabut Larangan Medsos Setelah Protes Gen Z yang Tewaskan 19 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/09/18/3168664/nepal-cabut-larangan-medsos-setelah-protes-gen-z-yang-tewaskan-19-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/09/18/3168664/nepal-cabut-larangan-medsos-setelah-protes-gen-z-yang-tewaskan-19-orang</guid><pubDate>Selasa 09 September 2025 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/09/18/3168664/demonstrasi_gen_z_di_nepal-Dsrb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demonstrasi Gen Z di Nepal. (Foto: X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/09/18/3168664/demonstrasi_gen_z_di_nepal-Dsrb_large.jpg</image><title>Demonstrasi Gen Z di Nepal. (Foto: X)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Nepal telah mencabut larangan media sosial menyusul protes yang mengakibatkan jatuhnya belasan korban jiwa, kata seorang menteri pemerintah pada Selasa (9/9/2025). Protes tersebut merupakan salah satu yang paling mematikan di negara itu dalam dua dekade terakhir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah telah mencabut larangan media sosial yang diberlakukan pekan lalu, kata Juru Bicara Kabinet yang juga Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi, Prithvi Subba Gurung.&#13;
&#13;
Keputusan ini diambil setelah 19 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam protes &amp;ldquo;Gen Z&amp;rdquo; pada Senin (8/9/2025) yang menentang korupsi yang merajalela. Protes tersebut dipicu oleh larangan media sosial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami telah mencabut penutupan media sosial. Platform-platform tersebut kini kembali berfungsi,&amp;rdquo; kata Gurung kepada Reuters.&#13;
&#13;
Perdana Menteri K. P. Sharma Oli menyatakan berduka atas insiden kekerasan yang terjadi akibat &amp;ldquo;infiltrasi dari berbagai pusat kepentingan pribadi.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban tewas dan menyediakan perawatan gratis bagi korban luka, tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebuah panel investigasi akan dibentuk untuk mencari tahu penyebabnya, menilai kerugian, dan menyarankan langkah-langkah dalam 15 hari untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang,&amp;rdquo; kata Oli dalam pernyataan pada Senin malam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyelenggara protes, yang menyebar ke kota-kota lain di negara Himalaya tersebut, menyebutnya sebagai &amp;ldquo;demonstrasi oleh Gen Z.&amp;rdquo; Mereka mengatakan protes tersebut mencerminkan frustrasi yang meluas di kalangan anak muda terhadap kurangnya tindakan pemerintah untuk memberantas korupsi dan meningkatkan peluang ekonomi.&#13;
&#13;
Pemerintah pekan lalu memutuskan untuk memblokir akses ke beberapa platform media sosial, termasuk Facebook, sebuah keputusan yang memicu kemarahan di kalangan anak muda.&#13;
&#13;
Para pejabat mengatakan pemblokiran tersebut ditujukan pada platform media sosial yang belum terdaftar pada pemerintah, di tengah upaya penindakan terhadap KTP palsu, misinformasi, dan ujaran kebencian.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Nepal telah mencabut larangan media sosial menyusul protes yang mengakibatkan jatuhnya belasan korban jiwa, kata seorang menteri pemerintah pada Selasa (9/9/2025). Protes tersebut merupakan salah satu yang paling mematikan di negara itu dalam dua dekade terakhir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah telah mencabut larangan media sosial yang diberlakukan pekan lalu, kata Juru Bicara Kabinet yang juga Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi, Prithvi Subba Gurung.&#13;
&#13;
Keputusan ini diambil setelah 19 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam protes &amp;ldquo;Gen Z&amp;rdquo; pada Senin (8/9/2025) yang menentang korupsi yang merajalela. Protes tersebut dipicu oleh larangan media sosial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami telah mencabut penutupan media sosial. Platform-platform tersebut kini kembali berfungsi,&amp;rdquo; kata Gurung kepada Reuters.&#13;
&#13;
Perdana Menteri K. P. Sharma Oli menyatakan berduka atas insiden kekerasan yang terjadi akibat &amp;ldquo;infiltrasi dari berbagai pusat kepentingan pribadi.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban tewas dan menyediakan perawatan gratis bagi korban luka, tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebuah panel investigasi akan dibentuk untuk mencari tahu penyebabnya, menilai kerugian, dan menyarankan langkah-langkah dalam 15 hari untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang,&amp;rdquo; kata Oli dalam pernyataan pada Senin malam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyelenggara protes, yang menyebar ke kota-kota lain di negara Himalaya tersebut, menyebutnya sebagai &amp;ldquo;demonstrasi oleh Gen Z.&amp;rdquo; Mereka mengatakan protes tersebut mencerminkan frustrasi yang meluas di kalangan anak muda terhadap kurangnya tindakan pemerintah untuk memberantas korupsi dan meningkatkan peluang ekonomi.&#13;
&#13;
Pemerintah pekan lalu memutuskan untuk memblokir akses ke beberapa platform media sosial, termasuk Facebook, sebuah keputusan yang memicu kemarahan di kalangan anak muda.&#13;
&#13;
Para pejabat mengatakan pemblokiran tersebut ditujukan pada platform media sosial yang belum terdaftar pada pemerintah, di tengah upaya penindakan terhadap KTP palsu, misinformasi, dan ujaran kebencian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
