<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaldera Toba Pertahankan Green Card UNESCO, Bobby Nasution: Mari Jaga Warisan Dunia</title><description>Kaldera Danau Toba kembali mendapatkan status kartu hijau (green card) dari UNESCO.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/09/340/3168935/kaldera-toba-pertahankan-green-card-unesco-bobby-nasution-mari-jaga-warisan-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/09/340/3168935/kaldera-toba-pertahankan-green-card-unesco-bobby-nasution-mari-jaga-warisan-dunia"/><item><title>Kaldera Toba Pertahankan Green Card UNESCO, Bobby Nasution: Mari Jaga Warisan Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/09/340/3168935/kaldera-toba-pertahankan-green-card-unesco-bobby-nasution-mari-jaga-warisan-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/09/340/3168935/kaldera-toba-pertahankan-green-card-unesco-bobby-nasution-mari-jaga-warisan-dunia</guid><pubDate>Selasa 09 September 2025 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/10/340/3168935/kaldera_toba_pertahankan_green_card_unesco-y6xn_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubsu Bobby Nasution dan Wagubsu Surya menjamu makan malam Tim Revalidasi Kaldera Toba UNESCO Global Geopark di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut. (Foto: dok Kominfo Sumut)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/10/340/3168935/kaldera_toba_pertahankan_green_card_unesco-y6xn_large.jpeg</image><title>Gubsu Bobby Nasution dan Wagubsu Surya menjamu makan malam Tim Revalidasi Kaldera Toba UNESCO Global Geopark di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut. (Foto: dok Kominfo Sumut)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Kaldera Danau Toba kembali mendapatkan status kartu hijau (green card) dari UNESCO. Hal tersebut diraih setelah adanya upaya bersama dalam melaksanakan rekomendasi dari UNESCO.&#13;
&#13;
Namun, tugas tidak berhenti sampai di situ. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama terus menjaga Danau Toba.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tugas kita sama-sama menjaga, itu adalah warisan dari Tuhan, kita nggak bisa membuatnya, tapi kita bisa menjaganya,&amp;rdquo; kata Bobby, pada wartawan di Medan, Selasa (9/9/2025).&#13;
&#13;
Bobby juga berterima kasih pada seluruh pihak dalam upaya mendapatkan green card UNESCO tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terima kasih kepada seluruh stakeholder, para bupati dan tim kerja yang kemarin sudah bersusah payah mempersiapkan dan memperbaiki apa yang sudah menjadi catatan UNESCO,&amp;rdquo; kata Bobby.&#13;
&#13;
Kaldera Toba kembali dapat Kartu Hijau diumumkan pada Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network (GGN) yang di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile, Sabtu (6/9/2025) waktu setempat.&#13;
&#13;
Sidang tersebut digelar sejak&amp;nbsp;5 September 2025. Dalam sidang tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan tiga geopark yaitu Kaldera Toba, Ciletuh - Pelabuhan Ratu dan Rinjani. &amp;ldquo;Secara simbolis akan diserahkan di waktu yang berbeda,&amp;rdquo; kata Bobby.&#13;
&#13;
Green Card merupakan penilaian tertinggi dalam keanggotaan GGN. Dengan status itu, Kaldera Toba berhak menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp) hingga masa empat tahun ke depan.&#13;
&#13;
Kartu ini juga menjadi indikator standar pengelolaan yang terpenuhi sesuai protokol UGGp. Setiap anggota UGGp akan direvalidasi setiap empat tahun untuk mengevaluasi pengelolaannya.&#13;
&#13;
Proses revalidasi Kaldera Toba dilaksanakan 21-25 Juli 2025. Penilaian dilaksanakan oleh Asesor UNESCO Dr Jeon Yongmun dan Prof Jose Brilha yang mendatangi setiap Geosite Kaldera Toba.&#13;
</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Kaldera Danau Toba kembali mendapatkan status kartu hijau (green card) dari UNESCO. Hal tersebut diraih setelah adanya upaya bersama dalam melaksanakan rekomendasi dari UNESCO.&#13;
&#13;
Namun, tugas tidak berhenti sampai di situ. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama terus menjaga Danau Toba.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tugas kita sama-sama menjaga, itu adalah warisan dari Tuhan, kita nggak bisa membuatnya, tapi kita bisa menjaganya,&amp;rdquo; kata Bobby, pada wartawan di Medan, Selasa (9/9/2025).&#13;
&#13;
Bobby juga berterima kasih pada seluruh pihak dalam upaya mendapatkan green card UNESCO tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terima kasih kepada seluruh stakeholder, para bupati dan tim kerja yang kemarin sudah bersusah payah mempersiapkan dan memperbaiki apa yang sudah menjadi catatan UNESCO,&amp;rdquo; kata Bobby.&#13;
&#13;
Kaldera Toba kembali dapat Kartu Hijau diumumkan pada Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network (GGN) yang di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile, Sabtu (6/9/2025) waktu setempat.&#13;
&#13;
Sidang tersebut digelar sejak&amp;nbsp;5 September 2025. Dalam sidang tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan tiga geopark yaitu Kaldera Toba, Ciletuh - Pelabuhan Ratu dan Rinjani. &amp;ldquo;Secara simbolis akan diserahkan di waktu yang berbeda,&amp;rdquo; kata Bobby.&#13;
&#13;
Green Card merupakan penilaian tertinggi dalam keanggotaan GGN. Dengan status itu, Kaldera Toba berhak menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp) hingga masa empat tahun ke depan.&#13;
&#13;
Kartu ini juga menjadi indikator standar pengelolaan yang terpenuhi sesuai protokol UGGp. Setiap anggota UGGp akan direvalidasi setiap empat tahun untuk mengevaluasi pengelolaannya.&#13;
&#13;
Proses revalidasi Kaldera Toba dilaksanakan 21-25 Juli 2025. Penilaian dilaksanakan oleh Asesor UNESCO Dr Jeon Yongmun dan Prof Jose Brilha yang mendatangi setiap Geosite Kaldera Toba.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
