<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinas SDA Sebut Tanggul di Cilincing Bukan Proyek Tanggul Laut, Punya Siapa?</title><description>Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ciko Tricanescoro, buka suara terkait viralnya tanggul beton sepanjang 2??&quot;3 kilometer yang diduga menghalangi aktivitas nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/10/338/3168926/dinas-sda-sebut-tanggul-di-cilincing-bukan-proyek-tanggul-laut-punya-siapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/10/338/3168926/dinas-sda-sebut-tanggul-di-cilincing-bukan-proyek-tanggul-laut-punya-siapa"/><item><title>Dinas SDA Sebut Tanggul di Cilincing Bukan Proyek Tanggul Laut, Punya Siapa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/10/338/3168926/dinas-sda-sebut-tanggul-di-cilincing-bukan-proyek-tanggul-laut-punya-siapa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/10/338/3168926/dinas-sda-sebut-tanggul-di-cilincing-bukan-proyek-tanggul-laut-punya-siapa</guid><pubDate>Rabu 10 September 2025 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/10/338/3168926/tanggul_laut-LAl4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanggul di Cilincing, Jakarta Utara (Foto: Media sosial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/10/338/3168926/tanggul_laut-LAl4_large.jpg</image><title>Tanggul di Cilincing, Jakarta Utara (Foto: Media sosial)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ciko Tricanescoro, buka suara terkait viralnya tanggul beton sepanjang 2&amp;ndash;3 kilometer yang diduga menghalangi aktivitas nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara.&#13;
&#13;
Ia menegaskan tanggul beton tersebut bukan bagian dari proyek tanggul raksasa National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yakni proyek penahan banjir rob yang merupakan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Merespons viralnya tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa tanggul tersebut bukan bagian dari proyek atau pekerjaan tanggul NCICD,&amp;rdquo; kata Ciko saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Alfan Widyastanto, menambahkan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atas pembangunan tanggul tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dinas SDA DKI Jakarta tidak mengeluarkan izin dan tidak memiliki kewenangan terkait pembangunan tanggul tersebut. Mengenai informasi lebih lanjut, mungkin bisa dicek sendiri ke lapangan,&amp;rdquo; ujar Alfan.&#13;
&#13;
Berbeda sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan tanggul beton itu termasuk proyek tanggul laut NCICD sebagai penahan banjir rob. &amp;ldquo;Saya koordinasi dengan pihak terkait ya. Iya (termasuk proyek tanggul laut bersama pemerintah pusat),&amp;rdquo; ucap Hasudungan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, dalam video yang diunggah di laman Instagram @cilincinginfo, terlihat seorang nelayan mengeluhkan keberadaan tanggul beton tersebut karena mengganggu jalur perlintasan mereka, sehingga harus memutar lebih jauh saat melaut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggul beton nih di pesisir Cilincing, menyulitkan nelayan pesisir untuk melintas. Ini kurang lebih ada 2&amp;ndash;3 kilometer panjangnya. Awalnya perlintasan nelayan, sehingga kesulitan mencari ikan karena harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini,&amp;rdquo; ujar seorang nelayan dalam video, dikutip Rabu.&#13;
&#13;
Video tersebut juga menuai berbagai reaksi dari netizen. Beberapa di antaranya membandingkan keberadaan tanggul beton itu dengan pagar bambu di wilayah pesisir Tangerang yang sempat viral beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cepat banget tumbuhnya&amp;hellip; kemarin-kemarin perasaan bambu, eh sekarang udah dewasa, udah jadi beton,&amp;rdquo; tulis akun @far****.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ciko Tricanescoro, buka suara terkait viralnya tanggul beton sepanjang 2&amp;ndash;3 kilometer yang diduga menghalangi aktivitas nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara.&#13;
&#13;
Ia menegaskan tanggul beton tersebut bukan bagian dari proyek tanggul raksasa National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yakni proyek penahan banjir rob yang merupakan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Merespons viralnya tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa tanggul tersebut bukan bagian dari proyek atau pekerjaan tanggul NCICD,&amp;rdquo; kata Ciko saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Alfan Widyastanto, menambahkan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atas pembangunan tanggul tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dinas SDA DKI Jakarta tidak mengeluarkan izin dan tidak memiliki kewenangan terkait pembangunan tanggul tersebut. Mengenai informasi lebih lanjut, mungkin bisa dicek sendiri ke lapangan,&amp;rdquo; ujar Alfan.&#13;
&#13;
Berbeda sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan tanggul beton itu termasuk proyek tanggul laut NCICD sebagai penahan banjir rob. &amp;ldquo;Saya koordinasi dengan pihak terkait ya. Iya (termasuk proyek tanggul laut bersama pemerintah pusat),&amp;rdquo; ucap Hasudungan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, dalam video yang diunggah di laman Instagram @cilincinginfo, terlihat seorang nelayan mengeluhkan keberadaan tanggul beton tersebut karena mengganggu jalur perlintasan mereka, sehingga harus memutar lebih jauh saat melaut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggul beton nih di pesisir Cilincing, menyulitkan nelayan pesisir untuk melintas. Ini kurang lebih ada 2&amp;ndash;3 kilometer panjangnya. Awalnya perlintasan nelayan, sehingga kesulitan mencari ikan karena harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini,&amp;rdquo; ujar seorang nelayan dalam video, dikutip Rabu.&#13;
&#13;
Video tersebut juga menuai berbagai reaksi dari netizen. Beberapa di antaranya membandingkan keberadaan tanggul beton itu dengan pagar bambu di wilayah pesisir Tangerang yang sempat viral beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cepat banget tumbuhnya&amp;hellip; kemarin-kemarin perasaan bambu, eh sekarang udah dewasa, udah jadi beton,&amp;rdquo; tulis akun @far****.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
