<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polantas Bonyok Dipukuli Pemotor di Jakpus, Pelaku Idap Skizofrenia</title><description>Seorang polisi dari Unit Lalu Lintas Polsek Sawah Besar berinisial R (29) dipukul saat sedang bertugas di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis 11 September 2025.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/13/338/3169757/polantas-bonyok-dipukuli-pemotor-di-jakpus-pelaku-idap-skizofrenia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/13/338/3169757/polantas-bonyok-dipukuli-pemotor-di-jakpus-pelaku-idap-skizofrenia"/><item><title>Polantas Bonyok Dipukuli Pemotor di Jakpus, Pelaku Idap Skizofrenia</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/13/338/3169757/polantas-bonyok-dipukuli-pemotor-di-jakpus-pelaku-idap-skizofrenia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/13/338/3169757/polantas-bonyok-dipukuli-pemotor-di-jakpus-pelaku-idap-skizofrenia</guid><pubDate>Sabtu 13 September 2025 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/13/338/3169757/penganiayaan-Q4ej_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penganiayaan (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/13/338/3169757/penganiayaan-Q4ej_large.jpg</image><title>Ilustrasi penganiayaan (Foto: Dok)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Seorang polisi dari Unit Lalu Lintas Polsek Sawah Besar berinisial R (29) dipukul saat sedang bertugas di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis 11 September 2025. Polisi mengungkap pelaku berinisial AAF (29) merupakan pengidap gangguan jiwa berat skizofrenia.&#13;
&#13;
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan peristiwa ini bermula saat petugas polisi R baru saja menggantikan rekannya, berinisial NH (41). Saat itu, R tiba-tiba dipukul AAF hingga menyebabkan memar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pria tersebut langsung memukul pipi kiri korban dengan tangan kosong hingga menyebabkan memar,&amp;quot; ujar Susatyo, Sabtu (13/9/2025).&#13;
&#13;
Usut punya usut, ternyata NH petugas kepolisian sebelum R yang menjaga lalu lintas di kawasan itu sempat mencoba memberhentikan pengendara tanpa helm. Saat itu, AAF menghindar dan membuat topinya terjatuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku kembali ke lokasi untuk mengambil topinya. Ia lalu menghampiri R, yang dikira rekan petugas sebelumnya, dan secara spontan memukul wajahnya,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi sempat mengamankan AAF atas peristiwa itu. Namun tak berapa lama, pihak keluarga mendatangi Polsek Sawah Besar.&#13;
Dalam kedatangannya, keluarga pelaku menyerahkan dokumen medis berupa hasil visum kejiwaan dari RS Polri Kramat Jati serta surat keterangan pulang rawat dari RS Jiwa Soeharto Heerdjan (RS Grogol).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari dokumen tersebut, diketahui bahwa AAF mengalami gangguan jiwa berat (skizofrenia). Susatyo Purnomo Condro menegaskan, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan sikap kemanusiaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat menghargai pengabdian anggota kami yang sedang bertugas, dan kami prihatin atas kejadian ini,&amp;quot; kata Susatyo.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Susatyo juga memahami bahwa pelaku kini tengah berjuang melawan kondisi kesehatan mental. Ia pun menegaskan penegakan hukum yang dilakukan harus berusaha menempatkan manusia di atas segalanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin agar kasus ini menjadi pengingat bahwa penanganan masalah kesehatan mental harus menjadi perhatian serius di masyarakat,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Pelaku telah dipulangkan kepada keluarganya untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat dengan pengawasan dari pihak berwenang.&#13;
&#13;
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, menyebut pihaknya bertindak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut. &amp;ldquo;Kami ingin semua pihak merasa aman. Bukan hanya korban, tapi juga pelaku yang dalam kondisi tidak stabil secara psikologis. Dalam kondisi seperti ini, empati dan komunikasi dengan keluarga menjadi kunci,&amp;rdquo; ujar Rahmat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Seorang polisi dari Unit Lalu Lintas Polsek Sawah Besar berinisial R (29) dipukul saat sedang bertugas di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis 11 September 2025. Polisi mengungkap pelaku berinisial AAF (29) merupakan pengidap gangguan jiwa berat skizofrenia.&#13;
&#13;
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan peristiwa ini bermula saat petugas polisi R baru saja menggantikan rekannya, berinisial NH (41). Saat itu, R tiba-tiba dipukul AAF hingga menyebabkan memar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pria tersebut langsung memukul pipi kiri korban dengan tangan kosong hingga menyebabkan memar,&amp;quot; ujar Susatyo, Sabtu (13/9/2025).&#13;
&#13;
Usut punya usut, ternyata NH petugas kepolisian sebelum R yang menjaga lalu lintas di kawasan itu sempat mencoba memberhentikan pengendara tanpa helm. Saat itu, AAF menghindar dan membuat topinya terjatuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku kembali ke lokasi untuk mengambil topinya. Ia lalu menghampiri R, yang dikira rekan petugas sebelumnya, dan secara spontan memukul wajahnya,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi sempat mengamankan AAF atas peristiwa itu. Namun tak berapa lama, pihak keluarga mendatangi Polsek Sawah Besar.&#13;
Dalam kedatangannya, keluarga pelaku menyerahkan dokumen medis berupa hasil visum kejiwaan dari RS Polri Kramat Jati serta surat keterangan pulang rawat dari RS Jiwa Soeharto Heerdjan (RS Grogol).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari dokumen tersebut, diketahui bahwa AAF mengalami gangguan jiwa berat (skizofrenia). Susatyo Purnomo Condro menegaskan, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan sikap kemanusiaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat menghargai pengabdian anggota kami yang sedang bertugas, dan kami prihatin atas kejadian ini,&amp;quot; kata Susatyo.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Susatyo juga memahami bahwa pelaku kini tengah berjuang melawan kondisi kesehatan mental. Ia pun menegaskan penegakan hukum yang dilakukan harus berusaha menempatkan manusia di atas segalanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin agar kasus ini menjadi pengingat bahwa penanganan masalah kesehatan mental harus menjadi perhatian serius di masyarakat,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Pelaku telah dipulangkan kepada keluarganya untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat dengan pengawasan dari pihak berwenang.&#13;
&#13;
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, menyebut pihaknya bertindak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut. &amp;ldquo;Kami ingin semua pihak merasa aman. Bukan hanya korban, tapi juga pelaku yang dalam kondisi tidak stabil secara psikologis. Dalam kondisi seperti ini, empati dan komunikasi dengan keluarga menjadi kunci,&amp;rdquo; ujar Rahmat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
