<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geger! Pria Asal Bogor Nekat Gantung Diri Usai Istri Minta Cerai</title><description>Seorang pria berinisial AS (35) ditemukan tewas gantung diri di kusen pintu rumahnya di Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/15/338/3170031/geger-pria-asal-bogor-nekat-gantung-diri-usai-istri-minta-cerai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/15/338/3170031/geger-pria-asal-bogor-nekat-gantung-diri-usai-istri-minta-cerai"/><item><title>Geger! Pria Asal Bogor Nekat Gantung Diri Usai Istri Minta Cerai</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/15/338/3170031/geger-pria-asal-bogor-nekat-gantung-diri-usai-istri-minta-cerai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/15/338/3170031/geger-pria-asal-bogor-nekat-gantung-diri-usai-istri-minta-cerai</guid><pubDate>Senin 15 September 2025 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/15/338/3170031/gantung-fzcG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang pria berinisial AS (35) ditemukan tewas gantung diri/Foto: Istimewa-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/15/338/3170031/gantung-fzcG_large.jpg</image><title>Seorang pria berinisial AS (35) ditemukan tewas gantung diri/Foto: Istimewa-Okezone</title></images><description>DEPOK - Seorang pria berinisial AS (35) ditemukan tewas gantung diri di kusen pintu rumahnya di Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa nahas ini terjadi setelah sang istri meminta cerai.&#13;
&#13;
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya, istri korban mendengar suara mencurigakan dari depan rumah sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Didapati korban tergantung dengan tali plastik, kemudian istri korban berlari meminta pertolongan ke rumah Ketua RT 3/RW 4. Saksi datang ke TKP dan mendapati korban tergantung dengan posisi lidah menjulur dan celana basah,&amp;quot; kata Made saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).&#13;
&#13;
Made menyebut berdasarkan keterangan saksi, korban dan istrinya memiliki permasalahan rumah tangga, di mana sang istri meminta bercerai. &amp;quot;Korban ingin mempertahankan pernikahan siri mereka yang telah dikaruniai dua anak,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Made memastikan bahwa pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga korban juga menolak dilakukan Visum et Repertum maupun autopsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarga menerima peristiwa sebagai musibah dan takdir. Mereka menolak visum maupun autopsi, dan bermaksud memakamkan korban di TPU Pemda Sawangan Tengah,&amp;quot; jelas Made.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>DEPOK - Seorang pria berinisial AS (35) ditemukan tewas gantung diri di kusen pintu rumahnya di Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa nahas ini terjadi setelah sang istri meminta cerai.&#13;
&#13;
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya, istri korban mendengar suara mencurigakan dari depan rumah sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Didapati korban tergantung dengan tali plastik, kemudian istri korban berlari meminta pertolongan ke rumah Ketua RT 3/RW 4. Saksi datang ke TKP dan mendapati korban tergantung dengan posisi lidah menjulur dan celana basah,&amp;quot; kata Made saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).&#13;
&#13;
Made menyebut berdasarkan keterangan saksi, korban dan istrinya memiliki permasalahan rumah tangga, di mana sang istri meminta bercerai. &amp;quot;Korban ingin mempertahankan pernikahan siri mereka yang telah dikaruniai dua anak,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Made memastikan bahwa pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga korban juga menolak dilakukan Visum et Repertum maupun autopsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarga menerima peristiwa sebagai musibah dan takdir. Mereka menolak visum maupun autopsi, dan bermaksud memakamkan korban di TPU Pemda Sawangan Tengah,&amp;quot; jelas Made.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
