<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Otak Pelaku Pembunuhan Kacab Bank BUMN Siapkan 2 Opsi, Apa Saja?</title><description>Rencana yang dibuat sekitar Juni 2025 itu kemudian disampaikan kepada tersangka lain yakni DH alias Dwi Hartono.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/16/338/3170344/terungkap-otak-pelaku-pembunuhan-kacab-bank-bumn-siapkan-2-opsi-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/16/338/3170344/terungkap-otak-pelaku-pembunuhan-kacab-bank-bumn-siapkan-2-opsi-apa-saja"/><item><title>Terungkap! Otak Pelaku Pembunuhan Kacab Bank BUMN Siapkan 2 Opsi, Apa Saja?</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/16/338/3170344/terungkap-otak-pelaku-pembunuhan-kacab-bank-bumn-siapkan-2-opsi-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/16/338/3170344/terungkap-otak-pelaku-pembunuhan-kacab-bank-bumn-siapkan-2-opsi-apa-saja</guid><pubDate>Selasa 16 September 2025 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/16/338/3170344/pembunuhan-w8jX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terungkap! Otak Pelaku Pembunuhan Kacab Bank BUMN Siapkan 2 Opsi/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/16/338/3170344/pembunuhan-w8jX_large.jpg</image><title>Terungkap! Otak Pelaku Pembunuhan Kacab Bank BUMN Siapkan 2 Opsi/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Polda Metro Jaya mengungkapkan otak penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang pembantu (KCP) Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (37) menyiapkan dua opsi. Lantas, apa saja dua opsi tersebut?&#13;
&#13;
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, kasus ini berawal dari tersangka berinisial C alias K yang memiliki rencana untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampung yang telah disiapkan.&#13;
&#13;
Rencana yang dibuat sekitar Juni 2025 itu kemudian disampaikan kepada tersangka lain yakni DH alias Dwi Hartono.&#13;
&#13;
Selanjutnya, C alias K mengajak DH untuk mencari kepala cabang bank agar rencananya itu bisa dilaksanakan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun pencarian itu tak membuahkan hasil. Akhirnya mereka kembali bertemu pada 30 Juli 2025 bersama dengan tersangka lain, AAN. Saat itulah dua opsi eksekusi diungkapkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian C alias K karena upaya sebelumnya tidak permah berhasil maka pergeseran dana tersebut akan berhasil apabila dilakukan dalam dua opsi ataupun dua metode,&amp;quot; kata Wira saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).&#13;
&#13;
Wira melanjutkan, pelaku menyiapkan dua opsi penculikan. Menculik korban lalu dilepaskan, dan menculik korban lalu dibunuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Opsi pertama melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan setelah itu korban akan dilepaskan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian opsi yang kedua melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan dan apabila berhasil maka korban akan dihilangkan atau dalam arti kata korban akan dibunuh,&amp;quot; lanjut Wira.&#13;
&#13;
Namun, opsi terakhir itu tidak diambil oleh ketiga tersangka itu. Mereka memilih untuk melakukan eksekusi seperti di opsi pertama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada tanggal 12 Agustus 2025, C alias K bersama dengan DH berkomunikasi melalui WA. Dan dalam komunikasi tersebut, mereka memutuskan untuk memilih opsi 1 yaitu melakukan pemaksaan dengan kekerasan setelah itu korban dilepaskan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Polda Metro Jaya mengungkapkan otak penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang pembantu (KCP) Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (37) menyiapkan dua opsi. Lantas, apa saja dua opsi tersebut?&#13;
&#13;
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, kasus ini berawal dari tersangka berinisial C alias K yang memiliki rencana untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampung yang telah disiapkan.&#13;
&#13;
Rencana yang dibuat sekitar Juni 2025 itu kemudian disampaikan kepada tersangka lain yakni DH alias Dwi Hartono.&#13;
&#13;
Selanjutnya, C alias K mengajak DH untuk mencari kepala cabang bank agar rencananya itu bisa dilaksanakan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun pencarian itu tak membuahkan hasil. Akhirnya mereka kembali bertemu pada 30 Juli 2025 bersama dengan tersangka lain, AAN. Saat itulah dua opsi eksekusi diungkapkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian C alias K karena upaya sebelumnya tidak permah berhasil maka pergeseran dana tersebut akan berhasil apabila dilakukan dalam dua opsi ataupun dua metode,&amp;quot; kata Wira saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).&#13;
&#13;
Wira melanjutkan, pelaku menyiapkan dua opsi penculikan. Menculik korban lalu dilepaskan, dan menculik korban lalu dibunuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Opsi pertama melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan setelah itu korban akan dilepaskan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian opsi yang kedua melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan dan apabila berhasil maka korban akan dihilangkan atau dalam arti kata korban akan dibunuh,&amp;quot; lanjut Wira.&#13;
&#13;
Namun, opsi terakhir itu tidak diambil oleh ketiga tersangka itu. Mereka memilih untuk melakukan eksekusi seperti di opsi pertama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada tanggal 12 Agustus 2025, C alias K bersama dengan DH berkomunikasi melalui WA. Dan dalam komunikasi tersebut, mereka memutuskan untuk memilih opsi 1 yaitu melakukan pemaksaan dengan kekerasan setelah itu korban dilepaskan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
